Close Menu
    What's Hot

    Strategi Unik HSBC Incar Nasabah Sultan

    11-10-2026 - 10.06

    Saham TRIN Merosot Usai Rahayu Mundur

    11-10-2026 - 10.02

    Kabar Gembira Subsidi Bunga Kredit Perempuan

    11-10-2026 - 08.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Strategi Unik HSBC Incar Nasabah Sultan
    • Saham TRIN Merosot Usai Rahayu Mundur
    • Kabar Gembira Subsidi Bunga Kredit Perempuan
    • BI Sentil Bank yang Malas Salurkan Kredit
    • Rupiah Menguat Tipis di Tengah Dinamika Global
    • Strategi Pemerintah Jaga Utang dari Dolar
    • Strategi Pemerintah Tutup Defisit APBN 2026
    • Strategi BI Jaga Rupiah di Tengah Badai Global
    Minggu, 11 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Nomor HP Lama Jadi Kunci Dapat Pinjaman
    Pangan

    Nomor HP Lama Jadi Kunci Dapat Pinjaman

    10-10-2026 - 10.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Era digital telah mengubah cara masyarakat mengakses bantuan finansial secara drastis. Jika dahulu syarat utama untuk mendapatkan pinjaman adalah slip gaji atau buku tabungan yang tebal, kini teknologi telah menawarkan cara yang jauh lebih sederhana dan inklusif. Salah satu terobosan yang kini mulai diterapkan adalah penggunaan data alternatif untuk menentukan kelayakan kredit seseorang.

    Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Kuseryansyah, mengungkapkan bahwa perusahaan pinjaman daring (pindar) memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan lembaga keuangan konvensional. Jika bank biasanya sangat bergantung pada skor kredit tradisional, perusahaan fintech kini mampu memanfaatkan data telekomunikasi dan aktivitas media sosial sebagai indikator kepercayaan.

    Nomor HP Lama Jadi Kunci Dapat Pinjaman
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Salah satu indikator yang dianggap sangat krusial adalah durasi penggunaan nomor telepon seluler. Menurut Kuseryansyah, memiliki nomor ponsel yang aktif selama 10 tahun dapat menjadi bukti kuat bahwa seseorang memiliki profil risiko yang rendah.

    "Data telekomunikasi sangat membantu. Kami melihat satu nomor saja, jika sudah digunakan selama 10 tahun, dari sana sudah bisa didapatkan skor minimum. Ini sangat simpel, tidak perlu lagi melihat saldo tabungan atau besaran gaji secara mendalam," ujar Kuseryansyah saat memberikan keterangan di Jakarta.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa durasi penggunaan nomor telepon mencerminkan stabilitas dan kredibilitas seseorang. Seseorang yang telah menggunakan nomor yang sama dalam waktu lama dianggap memiliki rekam jejak yang stabil dan tidak memiliki masalah serius dengan penagih utang. Sebaliknya, jika sebuah nomor baru aktif hanya dalam hitungan hari, hal tersebut justru akan menjadi tanda tanya besar bagi sistem penilaian kredit.

    Fenomena ini menjadi sangat penting mengingat Indonesia merupakan pasar raksasa bagi industri fintech. Berdasarkan jumlah populasi yang besar, Indonesia menjadi target utama pengembangan layanan pinjaman daring. Hal ini didasari oleh filosofi inklusi keuangan, di mana akses terhadap kredit tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok masyarakat kelas menengah ke atas saja. Masyarakat ekonomi bawah pun memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pembiayaan guna mendukung aktivitas ekonomi mereka.

    Data menunjukkan bahwa peran fintech semakin vital dalam menopang ekonomi nasional. Hingga November 2025, nilai outstanding pembiayaan pindar tercatat mencapai Rp94,85 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 25,45%. Meski angka ini terus tumbuh, skala pembiayaan fintech masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan total kebutuhan pembiayaan nasional yang sangat masif.

    Estimasi menunjukkan terdapat celah pembiayaan (credit gap) yang sangat besar di Indonesia. Jika total kebutuhan pembiayaan nasional mencapai Rp2.650 triliun, sementara lembaga keuangan konvensional baru mampu menyerap sekitar Rp1.000 triliun, maka terdapat selisih sebesar Rp1.650 triliun yang harus diisi. Bahkan, kebutuhan pembiayaan untuk sektor UMKM diprediksi akan melonjak hingga Rp4.300 triliun pada tahun 2026 mendatang. Kondisi inilah yang membuat inovasi berbasis data alternatif menjadi solusi kunci bagi masa depan keuangan Indonesia.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Strategi Unik HSBC Incar Nasabah Sultan

    11-10-2026 - 10.06

    Saham TRIN Merosot Usai Rahayu Mundur

    11-10-2026 - 10.02

    Kabar Gembira Subsidi Bunga Kredit Perempuan

    11-10-2026 - 08.06

    BI Sentil Bank yang Malas Salurkan Kredit

    11-10-2026 - 08.02

    Rupiah Menguat Tipis di Tengah Dinamika Global

    11-10-2026 - 05.06

    Strategi Pemerintah Jaga Utang dari Dolar

    11-10-2026 - 05.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Strategi Unik HSBC Incar Nasabah Sultan

    agroplus.co.id – Langkah mengejutkan diambil oleh PT Bank HSBC Indonesia di tengah rencana besar perusahaan…

    Saham TRIN Merosot Usai Rahayu Mundur

    11-10-2026 - 10.02

    Kabar Gembira Subsidi Bunga Kredit Perempuan

    11-10-2026 - 08.06

    BI Sentil Bank yang Malas Salurkan Kredit

    11-10-2026 - 08.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.