Close Menu
    What's Hot

    Rupiah Menguat Tipis di Tengah Dinamika Global

    11-10-2026 - 05.06

    Strategi Pemerintah Jaga Utang dari Dolar

    11-10-2026 - 05.02

    Strategi Pemerintah Tutup Defisit APBN 2026

    11-10-2026 - 02.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Rupiah Menguat Tipis di Tengah Dinamika Global
    • Strategi Pemerintah Jaga Utang dari Dolar
    • Strategi Pemerintah Tutup Defisit APBN 2026
    • Strategi BI Jaga Rupiah di Tengah Badai Global
    • IHSG Melaju Kencang Menembus Level 6.000
    • IHSG Melaju Kencang di Akhir Pekan
    • Triliunan Rupiah Raib Akibat Scam
    • Peluang Cuan Bisnis Ritel Minimarket dan Kelontong
    Minggu, 11 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Rupiah Menguat Tipis di Tengah Dinamika Global
    Pangan

    Rupiah Menguat Tipis di Tengah Dinamika Global

    11-10-2026 - 05.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Nilai tukar rupiah menunjukkan pergerakan positif terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (9/10/2026). Setelah sempat mengalami tekanan pada hari sebelumnya, mata uang Garuda berhasil mencatatkan penguatan tipis, meskipun momentum kenaikannya tidak sekuat saat pembukaan pasar di pagi hari.

    Berdasarkan data dari Refinitiv, rupiah mengakhiri sesi perdagangan di level Rp17.875 per dolar AS. Angka ini menunjukkan apresiasi sebesar 0,08% jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada Kamis (8/10/2026) yang berada di level Rp17.890 per dolar AS. Jika menilik pergerakan sejak pagi, rupiah sebenarnya sempat melesat lebih tinggi ke posisi Rp17.855 per dolar AS atau menguat 0,20%. Namun, tekanan pasar membuat penguatan tersebut perlahan terkikis hingga akhirnya stabil di level penutupan.

    Rupiah Menguat Tipis di Tengah Dinamika Global
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) yang menjadi barometer kekuatan mata uang Amerika terhadap enam mata uang utama dunia lainnya terpantau mengalami pelemahan. Pada pukul 15.00 WIB, indeks tersebut turun 0,11% ke posisi 102,025. Pelemahan dolar ini memberikan sedikit ruang napas bagi mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

    Fluktuasi rupiah sepanjang hari ini tidak lepas dari berbagai faktor fundamental, baik dari kebijakan moneter maupun kondisi fiskal nasional. Salah satu sorotan utama adalah sikap Bank Indonesia (BI) yang memilih untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan, meskipun The Federal Reserve (The Fed) telah mengambil langkah kenaikan suku bunga pada September 2026.

    Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa kebijakan suku bunga BI diambil dengan mempertimbangkan dampak ekonomi secara menyeluruh, bukan sekadar menjaga stabilitas nilai tukar. Menurutnya, langkah kenaikan suku bunga yang telah dilakukan BI pada periode Mei-Juni 2026 sudah cukup memadai untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas rupiah. BI kini lebih fokus mengoptimalkan instrumen lain, seperti insentif biaya lindung nilai (hedging), guna menjaga daya tarik aset domestik.

    Selain isu moneter, pasar juga memberikan perhatian pada laporan APBN KiTa edisi September 2026 yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Pemerintah melaporkan bahwa defisit APBN hingga September mencapai Rp319 triliun atau sekitar 1,24% dari PDB. Meskipun terdapat defisit, pemerintah menyatakan bahwa kondisi fiskal masih berada dalam jalur yang direncanakan (on track).

    Menariknya, realisasi subsidi dan kompensasi mengalami lonjakan signifikan mencapai Rp376,8 triliun, naik 54,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini dipicu oleh fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan peningkatan konsumsi energi bersubsidi. Di tengah dinamika tersebut, indikator konsumsi masyarakat tetap menunjukkan tren positif, di mana Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 tumbuh 1,3% secara tahunan, yang memberikan sinyal optimisme bagi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Strategi Pemerintah Jaga Utang dari Dolar

    11-10-2026 - 05.02

    Strategi Pemerintah Tutup Defisit APBN 2026

    11-10-2026 - 02.06

    Strategi BI Jaga Rupiah di Tengah Badai Global

    11-10-2026 - 02.02

    IHSG Melaju Kencang Menembus Level 6.000

    11-10-2026 - 00.06

    IHSG Melaju Kencang di Akhir Pekan

    11-10-2026 - 00.02

    Triliunan Rupiah Raib Akibat Scam

    10-10-2026 - 23.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Rupiah Menguat Tipis di Tengah Dinamika Global

    agroplus.co.id – Nilai tukar rupiah menunjukkan pergerakan positif terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan…

    Strategi Pemerintah Jaga Utang dari Dolar

    11-10-2026 - 05.02

    Strategi Pemerintah Tutup Defisit APBN 2026

    11-10-2026 - 02.06

    Strategi BI Jaga Rupiah di Tengah Badai Global

    11-10-2026 - 02.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.