Close Menu
    What's Hot

    Kabar Gembira Subsidi Bunga Kredit Perempuan

    11-10-2026 - 08.06

    BI Sentil Bank yang Malas Salurkan Kredit

    11-10-2026 - 08.02

    Rupiah Menguat Tipis di Tengah Dinamika Global

    11-10-2026 - 05.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Kabar Gembira Subsidi Bunga Kredit Perempuan
    • BI Sentil Bank yang Malas Salurkan Kredit
    • Rupiah Menguat Tipis di Tengah Dinamika Global
    • Strategi Pemerintah Jaga Utang dari Dolar
    • Strategi Pemerintah Tutup Defisit APBN 2026
    • Strategi BI Jaga Rupiah di Tengah Badai Global
    • IHSG Melaju Kencang Menembus Level 6.000
    • IHSG Melaju Kencang di Akhir Pekan
    Minggu, 11 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - BI Sentil Bank yang Malas Salurkan Kredit
    Pangan

    BI Sentil Bank yang Malas Salurkan Kredit

    11-10-2026 - 08.022 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Bank Indonesia (BI) secara tegas memberikan peringatan kepada sektor perbankan agar tidak hanya berdiam diri dengan menumpuk dana pada instrumen surat berharga. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa likuiditas yang ada di dalam sistem perbankan benar-benar mengalir ke sektor riil melalui penyaluran kredit, bukan sekadar "parkir" di instrumen Surat Berharga Negara (SBN) atau Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

    Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menekankan bahwa fokus utama otoritas moneter saat ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan. Oleh karena itu, bank-bank yang terlihat sangat aktif menempatkan dana mereka pada instrumen surat berharga namun memiliki angka penyaluran kredit yang sangat minim akan mendapatkan konsekuensi kebijakan.

    BI Sentil Bank yang Malas Salurkan Kredit
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Destry menjelaskan bahwa BI telah menyiapkan mekanisme insentif yang sangat spesifik. Bank yang terbukti memiliki kinerja penyaluran kredit yang sehat dan tidak berlebihan dalam menempatkan dana di SBN atau SRBI, akan diberikan apresiasi berupa pengurangan Giro Wajib Minimum (GWM) hingga sebesar 2 persen. Insentif ini bertujuan untuk memberikan ruang gerak lebih bagi bank dalam mengelola likuiditas mereka demi mendukung pembiayaan masyarakat.

    "Perbankan yang terlalu berlebihan menempatkan dananya dalam bentuk surat berharga, baik itu SBN maupun SRBI, tidak akan kami berikan insentif tersebut," tegas Destry dalam sebuah sesi wawancara eksklusif.

    Lebih lanjut, ia merinci bahwa syarat untuk mendapatkan fasilitas pengurangan GWM 2 persen tersebut adalah keseimbangan antara penempatan dana di surat berharga dan tingkat lending atau penyaluran kredit. Jika sebuah bank mampu menjaga rasio kepemilikan surat berharganya dalam batas wajar dan tetap aktif menyalurkan kredit, maka kebijakan makroprudensial ini akan sangat menguntungkan mereka.

    Secara teknis, BI telah menetapkan batasan yang jelas melalui kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM). Bank yang memiliki rasio kepemilikan surat berharga melebihi ambang batas 19 persen dipastikan akan kehilangan haknya untuk mendapatkan insentif pengurangan kewajiban giro tersebut. Sebaliknya, bank yang mampu menjaga kepemilikan surat berharganya di bawah angka 19 persen akan mendapatkan kemudahan berupa pengurangan GWM.

    Langkah berani BI ini diharapkan dapat memecah fenomena segmentasi likuiditas yang selama ini terjadi di industri perbankan. Selama ini, terdapat kecenderungan di mana likuiditas hanya menumpuk di bank-bank besar melalui instrumen surat berharga, sementara bank-bank kecil kesulitan mendapatkan akses dana yang cukup untuk pembiayaan.

    Dengan adanya aturan baru ini, BI ingin menciptakan distribusi likuiditas yang lebih merata. Harapannya, dana yang tersedia di perbankan tidak hanya berputar di pasar keuangan saja, tetapi juga mampu menjangkau berbagai sektor usaha, mulai dari UMKM hingga korporasi besar, guna mendorong roda perekonomian nasional tetap bergerak dinamis.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Kabar Gembira Subsidi Bunga Kredit Perempuan

    11-10-2026 - 08.06

    Rupiah Menguat Tipis di Tengah Dinamika Global

    11-10-2026 - 05.06

    Strategi Pemerintah Jaga Utang dari Dolar

    11-10-2026 - 05.02

    Strategi Pemerintah Tutup Defisit APBN 2026

    11-10-2026 - 02.06

    Strategi BI Jaga Rupiah di Tengah Badai Global

    11-10-2026 - 02.02

    IHSG Melaju Kencang Menembus Level 6.000

    11-10-2026 - 00.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Kabar Gembira Subsidi Bunga Kredit Perempuan

    agroplus.co.id – Kabar baik datang bagi para pelaku usaha perempuan yang sedang berjuang di sektor…

    BI Sentil Bank yang Malas Salurkan Kredit

    11-10-2026 - 08.02

    Rupiah Menguat Tipis di Tengah Dinamika Global

    11-10-2026 - 05.06

    Strategi Pemerintah Jaga Utang dari Dolar

    11-10-2026 - 05.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.