Close Menu
    What's Hot

    Banjir Sumatra: Bulog Ungkap Jurus Jitu Penyelamat Pangan!

    10-01-2026 - 10.06

    Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025

    09-01-2026 - 10.06

    Prabowo: Indonesia Wajib Merdeka Pangan, Stop Impor!

    08-01-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Banjir Sumatra: Bulog Ungkap Jurus Jitu Penyelamat Pangan!
    • Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025
    • Prabowo: Indonesia Wajib Merdeka Pangan, Stop Impor!
    • Rekor Baru! Produksi Beras RI 2025 Lampaui Target
    • Gebrak Pangan! Mentan Amran: Juru Kunci Visi Prabowo?
    • Siap-siap Panen Raya! Bulog Sediakan ‘Benteng’ Beras 2 Juta Ton!
    • Harga Beras Sama Se-Indonesia? Bulog Punya Kuncinya!
    Minggu, 11 Januari 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Tolong tambahkan tag penulis dan tanggal publikasi diakhir artikel.
    Pangan

    Tolong tambahkan tag penulis dan tanggal publikasi diakhir artikel.

    24-11-2025 - 10.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Tolong tambahkan tag penulis dan tanggal publikasi diakhir artikel.

    Beras Ilegal Masuk Sabang, Kepala Bapanas Murka!

    Agroplus – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, bertindak tegas dengan memerintahkan penyegelan terhadap 250 ton beras ilegal yang masuk melalui Sabang, Aceh. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap laporan masuknya beras impor secara ilegal, yang dinilai bertentangan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan tidak adanya kebutuhan impor beras saat ini.

    Tolong tambahkan tag penulis dan tanggal publikasi diakhir artikel.
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Amran menjelaskan bahwa stok beras nasional saat ini dalam kondisi sangat baik. Tindakan impor ilegal ini dinilai sebagai upaya yang dapat merusak stabilitas pangan nasional dan merugikan petani lokal. "Ini menyangkut kehormatan bangsa. Kita sudah sangat dekat menuju swasembada. Jangan sampai diganggu oleh tindakan ilegal seperti ini," tegas Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23/11).

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Amran segera berkoordinasi dengan Kapolda Aceh, Kabareskrim Polri, Pangdam, serta Menteri Perdagangan. Hasil verifikasi memastikan bahwa tidak ada izin impor yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk beras tersebut. Aparat pun langsung bergerak cepat melakukan penyegelan dan menghentikan seluruh aktivitas distribusi beras ilegal tersebut. Pemerintah juga tengah melakukan penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk sebuah perusahaan yang beroperasi di Sabang.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional diperkirakan mencapai 34,7 juta ton, menjadi angka tertinggi sejak 2019. Sementara itu, stok beras pemerintah di Perum Bulog mencapai 3,8 juta ton, juga merupakan capaian tertinggi. Proyeksi neraca beras hingga awal 2026 menunjukkan stok nasional dapat mencapai 12,89 juta ton. Sementara itu, Provinsi Aceh sendiri surplus beras 871,4 ribu ton, dan Sabang surplus 970 ton.

    Amran mengungkapkan kejanggalan dalam proses impor ini. Risalah rapat koordinasi di Jakarta pada 14 November 2025 menunjukkan bahwa permohonan impor telah ditolak, namun izin dari negara asal, Thailand, justru sudah terbit lebih dulu. Hal ini mengindikasikan adanya upaya terencana yang tidak sesuai prosedur.

    Pemerintah juga tengah mendalami kemungkinan adanya kasus serupa di wilayah lain, termasuk Batam. Aparat kepolisian dan lembaga terkait telah ditugaskan untuk melakukan verifikasi dan menindaklanjuti laporan tersebut. Pemerintah berkomitmen penuh untuk mengawal proses ini hingga tuntas, memastikan tidak ada beras ilegal yang beredar di pasar domestik.

    "Kami umumkan kasus ini hari ini agar menjadi peringatan. Jangan ada yang mencoba melakukan hal serupa. Meskipun hari ini hari libur, kami langsung rapat karena hal ini menyangkut kepentingan dan harga diri bangsa," pungkas Amran.

    Penulis: Supianto
    Tanggal Publikasi: 27 Mei 2024

    Follow on Google News
    Sasmito

      gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

      Related Posts

      Banjir Sumatra: Bulog Ungkap Jurus Jitu Penyelamat Pangan!

      10-01-2026 - 10.06

      Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025

      09-01-2026 - 10.06

      Prabowo: Indonesia Wajib Merdeka Pangan, Stop Impor!

      08-01-2026 - 10.06

      Rekor Baru! Produksi Beras RI 2025 Lampaui Target

      07-01-2026 - 10.06

      06-01-2026 - 10.06

      Gebrak Pangan! Mentan Amran: Juru Kunci Visi Prabowo?

      05-01-2026 - 10.06
      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      Don't Miss
      Pangan

      Banjir Sumatra: Bulog Ungkap Jurus Jitu Penyelamat Pangan!

      Agroplus – Perum Bulog bergerak cepat menyikapi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra,…

      Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025

      09-01-2026 - 10.06

      Prabowo: Indonesia Wajib Merdeka Pangan, Stop Impor!

      08-01-2026 - 10.06

      Rekor Baru! Produksi Beras RI 2025 Lampaui Target

      07-01-2026 - 10.06
      Top Posts

      Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

      09-04-2025 - 08.22

      Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

      09-04-2025 - 10.06
      agroplus
      © 2026 KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.