Agroplus – Perum Bulog bergerak cepat menyikapi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Direktur Utama Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat lalu, mengumumkan penerapan tiga skala prioritas dalam penyaluran bantuan pangan tanggap darurat. Langkah strategis ini diambil sesuai arahan langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, demi memastikan kebutuhan pokok masyarakat terdampak tetap terpenuhi.
Rizal menjelaskan bahwa prioritas utama akan diberikan kepada daerah-daerah yang benar-benar terisolir akibat dampak banjir, di mana akses menjadi tantangan terbesar. Selanjutnya, fokus Bulog beralih ke wilayah yang paling membutuhkan bantuan pangan berdasarkan tingkat kerentanan dan jumlah penduduk terdampak. Terakhir, bantuan akan disalurkan ke daerah-daerah yang secara umum terpapar bencana, memastikan cakupan yang merata. "Diprioritaskan kepada daerah-daerah yang betul-betul terisolir yang pertama. Kemudian yang kedua betul-betul daerah-daerah yang betul membutuhkan, dan kemudian yang ketiga yang daerah yang terpapar," tegas Rizal, menguraikan strategi distribusi.

Tak hanya menetapkan skala prioritas, Bulog juga mengambil langkah proaktif dengan meningkatkan volume stok pangan di wilayah-wilayah terdampak. Sebagai contoh konkret, untuk Provinsi Aceh, stok bantuan pangan bahkan dilipatgandakan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan awal yang diperkirakan. Rizal juga memberikan jaminan kepada masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan, bahwa ketersediaan pangan tidak perlu dikhawatirkan. "Jadi, masyarakat yang ada di Aceh khususnya yang terdampak bencana tidak perlu bimbang dan ragu, apalagi ini mau menghadapi Ramadan. Jadi, stok beras Bulog cukup banyak, minyak juga banyak, dan Insyaallah gula juga banyak," ujarnya, menenangkan kekhawatiran publik.
Di Provinsi Aceh, kesiapan logistik sangat terjamin dengan adanya 15 gudang Bulog yang tersebar di hampir seluruh kabupaten, memastikan jangkauan distribusi yang luas. Saat ini, total cadangan beras pemerintah di Aceh mencapai 64.889 ton, didukung oleh 307.220 liter minyak goreng. Bulog bahkan berencana menambah stok beras sekitar 50.000 ton lagi, menargetkan posisi cadangan berada di atas 100.000 ton. Penyaluran beras cadangan untuk bencana alam di Aceh telah mencapai 12.561 ton, ditambah 154 ton dari cadangan beras daerah. Permintaan tambahan 5.000 ton beras dari Gubernur Aceh pun telah terpenuhi dan terdistribusi ke seluruh kabupaten/kota, menunjukkan respons cepat Bulog.
Situasi serupa juga terjadi di Sumatera Utara. Rizal memastikan bahwa provinsi ini memiliki 19 titik gudang Bulog dengan ketersediaan stok yang memadai untuk menghadapi situasi darurat. Data per Januari menunjukkan cadangan pangan di Sumatera Utara mencapai 17.904 ton beras dan sekitar 284.588 kiloliter minyak goreng. Penyaluran bantuan beras pemerintah untuk bencana alam di Sumatera Utara telah mencapai 5.098 ton, ditambah 57 ton dari pemerintah daerah. Bantuan pangan beras kepada masyarakat mencapai 15.212 ton, serta 3.042 ton minyak goreng, menunjukkan upaya komprehensif dalam penanganan bencana.
Untuk Sumatera Barat, Bulog juga memiliki 12 gudang yang dilaporkan dalam kondisi penuh, siap mendistribusikan bantuan. Stok beras per 8 Januari di seluruh Sumatera Barat tercatat 5.508 ton, dengan tambahan sekitar 30.000 ton yang sedang dalam perjalanan dari Tanjung Priok menuju pelabuhan Padang, memperkuat cadangan. Ketersediaan minyak goreng juga melimpah, mencapai 15.928 kiloliter, siap mendukung kebutuhan tanggap darurat di wilayah tersebut. Bantuan bencana alam yang telah disalurkan di Sumatera Barat mencapai 1.069 ton, ditambah 160 ton bantuan antardaerah. Bantuan pangan beras kepada masyarakat sebesar 6.795 ton dan 1.359 kiloliter minyak goreng juga telah terdistribusi, menegaskan komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan.
Dengan strategi prioritas yang terukur, peningkatan stok yang signifikan, dan kesiapan logistik di berbagai gudang, Bulog menegaskan komitmennya untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pangan yang merata bagi masyarakat terdampak banjir di Sumatra, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Langkah-langkah ini menjadi bukti nyata kesigapan pemerintah dalam melindungi warganya dari dampak bencana.