Agroplus – Kabar gembira menyelimuti sektor pertanian nasional. Perum Bulog berhasil mencetak sejarah baru dengan memecahkan rekor penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 4.537.490 ton pada tahun 2025. Angka fantastis ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Bulog sebagai stabilisator pangan sekaligus pembeli utama hasil panen petani, membawa senyum lebar dan harapan baru bagi para petani di seluruh negeri.
Capaian impresif ini tidak berhenti pada GKP saja. Bulog juga berhasil menyerap 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG) serta 765.504 ton beras. Secara keseluruhan, total pengadaan yang setara dengan beras untuk tahun 2025 mencapai angka 3.191.969 ton, menunjukkan komitmen kuat Bulog dalam mengamankan pasokan pangan nasional.

Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa keberhasilan luar biasa ini adalah buah dari kehadiran aktif dan langsung Bulog di tengah-tengah petani. "Kami turun langsung ke lapangan, memastikan setiap gabah petani terserap dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah," ujar Rizal. Ia menambahkan, ini bukan sekadar deretan angka statistik, melainkan wujud nyata keberpihakan negara kepada para pahlawan pangan dan fondasi krusial menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
Dalam menjalankan perannya, Bulog tidak hanya menyerap hasil panen dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berpihak pada kesejahteraan petani, tetapi juga mengemban fungsi vital pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Lebih dari itu, Bulog aktif menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar, menciptakan kondisi yang kondusif dan adil, baik bagi petani sebagai produsen maupun masyarakat sebagai konsumen.
Rizal Ramdhani juga menyoroti bahwa pencapaian rekor ini adalah hasil kerja kolektif dari seluruh ekosistem pangan nasional. "Sinergi lintas sektor yang terus kami perkuat bersama pemerintah pusat dan daerah, petani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, adalah kunci utama keberhasilan ini," jelasnya. Bulog juga aktif menjalin kolaborasi dengan BUMN lain dalam satu ekosistem pangan nasional yang terintegrasi, memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir.
Tak hanya itu, kemitraan strategis dengan TNI dan Polri turut diperkuat, khususnya dalam pemanfaatan fasilitas pergudangan. Kolaborasi ini esensial untuk menjamin keamanan, ketersediaan, dan kelancaran pengelolaan stok pangan nasional, memastikan pasokan selalu aman dan siap didistribusikan kapan pun dibutuhkan.
Atas dedikasi dan kontribusi signifikan ini, peran Bulog dalam mewujudkan swasembada pangan 2025 mendapat apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia. Pengakuan ini semakin memperkuat komitmen Bulog untuk terus menjaga stabilitas pangan nasional secara profesional, transparan, dan berkelanjutan, demi ketahanan pangan bangsa yang kokoh.