Close Menu
    What's Hot

    Petani & UMKM Senyum! Literasi Keuangan RI Melesat!

    08-09-2026 - 02.06

    PTBA Panen Cuan 218%! Direksi Ungkap Rahasia Sukses

    07-09-2026 - 20.06

    Bisnis Gadai Meroket 50,73%! Sektor Lain Tertinggal Jauh?

    07-09-2026 - 15.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Petani & UMKM Senyum! Literasi Keuangan RI Melesat!
    • PTBA Panen Cuan 218%! Direksi Ungkap Rahasia Sukses
    • Bisnis Gadai Meroket 50,73%! Sektor Lain Tertinggal Jauh?
    • Fenomena Saham: Naik Gila-gilaan, Lalu Digembok!
    • Mulai September 2026: Saldo Prioritas Bank Terkuak!
    • Pernah Jadi Raja Gula Dunia, Kekayaan Rp 43 T Raib!
    • Waspada! BEI Perketat Saham Papan Pemantauan Khusus!
    • BBM Melambung, Manisnya Es Krim Terancam Pahit?
    Selasa, 8 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Ekspor Santan Kelapa RI Tembus Tiongkok, Raup Ratusan Miliar!
    Pangan

    Ekspor Santan Kelapa RI Tembus Tiongkok, Raup Ratusan Miliar!

    02-01-2026 - 10.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Ekspor Santan Kelapa RI Tembus Tiongkok, Raup Ratusan Miliar!

    Agroplus – Pasar global semakin terbuka lebar bagi produk pertanian Indonesia. Belum lama ini, Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui unit kerjanya, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri), berhasil memfasilitasi pengiriman santan kelapa beku sebanyak 129,4 ton menuju pasar Tiongkok. Langkah ini menandai keberhasilan pemerintah dalam mendorong hilirisasi komoditas perkebunan dan memperluas jangkauan ekspor produk turunan kelapa.

    Hasim, Kepala Karantina Kepri, memastikan bahwa komoditas yang dikirim telah memenuhi seluruh standar dan persyaratan yang ditetapkan oleh negara tujuan. "Kami memfasilitasinya dengan tindakan karantina yang komprehensif, kemudian menerbitkan sertifikat kesehatan sebagai jaminan bahwa hasil pemeriksaan kami sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan," terang Hasim dalam pernyataan resminya belum lama ini. Tak hanya santan beku, Karantina Kepri juga menyertifikasi satu kontainer konsentrat air kelapa seberat 10,8 ton dalam kesempatan yang sama. Secara keseluruhan, nilai ekonomi ekspor produk turunan kelapa ini mencapai angka fantastis, Rp 5,7 miliar.

    Ekspor Santan Kelapa RI Tembus Tiongkok, Raup Ratusan Miliar!
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Petugas Karantina dari Satuan Pelayanan (Satpel) Tanjung Uban menjalankan pemeriksaan administrasi dan fisik secara teliti terhadap ekspor santan beku yang dilaporkan oleh pengguna jasa secara daring. Pemeriksaan ini krusial untuk memastikan kesesuaian komoditas dengan laporan, sehingga sertifikat yang diterbitkan akurat dan mencegah penolakan di negara tujuan.

    Kinerja Ekspor Santan Beku yang Mengesankan

    Merujuk pada data terkini yang terekam dalam aplikasi Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), Satpel Tanjung Uban telah mencatat kinerja ekspor santan kelapa beku yang impresif. Sepanjang tahun ini (atau periode terakhir yang tercatat), frekuensi pengiriman mencapai 21 kali dengan volume total 1.460 ton, seluruhnya ditujukan ke Tiongkok. Nilai ekonomi dari hilirisasi komoditas ini mencapai angka yang sangat signifikan, yakni Rp 365,2 miliar.

    Upaya pengolahan kelapa menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti santan, air kelapa, kelapa parut, arang, cocopeat, hingga cocofiber, merupakan implementasi nyata dari program hilirisasi komoditas. Inisiatif ini selaras dengan visi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang tertuang dalam Program Asta Cita, bertujuan untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

    Barantin menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memfasilitasi setiap produk hewan, ikan, tumbuhan, serta turunannya yang siap menembus pasar internasional. Hasim menjelaskan, proses hilirisasi atau industrialisasi produk diyakini menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah komoditas itu sendiri, mendongkrak devisa negara, sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah secara konsisten mendorong para pelaku usaha untuk tidak berhenti berinovasi dalam mengolah bahan baku menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi, memperluas jangkauan pemasaran melalui teknologi informasi, dan meningkatkan efisiensi operasional dengan adopsi digitalisasi.

    Sebagai wujud nyata dukungan terhadap efisiensi dan kemudahan, Barantin telah mengimplementasikan sistem perkarantinaan berbasis digital. Ini memungkinkan Permohonan Tindakan Karantina (PTK) dapat diajukan oleh pengguna jasa secara fleksibel, kapan pun dan dari mana saja. Petugas pun dapat merespons PTK tersebut dengan cepat melalui gawai mereka, memastikan proses pelayanan berjalan lebih mudah, efektif, dan efisien bagi semua pihak.

    Hasim menutup pernyataannya dengan ajakan kepada para calon eksportir: “Jangan ragu untuk segera melapor ke karantina. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan prioritas bagi setiap calon eksportir komoditas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya. Seluruh layanan kami kini dapat diakses secara daring, menjadikannya lebih mudah, efektif, dan efisien bagi Anda,” pungkasnya. Verdifjord

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Petani & UMKM Senyum! Literasi Keuangan RI Melesat!

    08-09-2026 - 02.06

    PTBA Panen Cuan 218%! Direksi Ungkap Rahasia Sukses

    07-09-2026 - 20.06

    Bisnis Gadai Meroket 50,73%! Sektor Lain Tertinggal Jauh?

    07-09-2026 - 15.06

    Fenomena Saham: Naik Gila-gilaan, Lalu Digembok!

    07-09-2026 - 10.06

    Mulai September 2026: Saldo Prioritas Bank Terkuak!

    07-09-2026 - 05.06

    Pernah Jadi Raja Gula Dunia, Kekayaan Rp 43 T Raib!

    07-09-2026 - 02.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Petani & UMKM Senyum! Literasi Keuangan RI Melesat!

    Agroplus – Angin segar berhembus kencang bagi kemajuan ekonomi pedesaan dan sektor pertanian di Indonesia.…

    PTBA Panen Cuan 218%! Direksi Ungkap Rahasia Sukses

    07-09-2026 - 20.06

    Bisnis Gadai Meroket 50,73%! Sektor Lain Tertinggal Jauh?

    07-09-2026 - 15.06

    Fenomena Saham: Naik Gila-gilaan, Lalu Digembok!

    07-09-2026 - 10.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.