Agroplus – Siapa sangka, di balik fluktuasi pasar saham Indonesia yang kadang bikin deg-degan, ternyata tersimpan kekuatan raksasa yang siap menjadi benteng pertahanan. Bukan dari investor asing, melainkan dari "rumah sendiri". Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, baru-baru ini membuka tabir tentang keberadaan pengelola dana triliunan rupiah yang memiliki kapasitas luar biasa untuk menjaga fundamental pasar modal tanah air tetap kokoh. Pernyataan ini disampaikan dalam Investment Forum 2026 CNBC Indonesia di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Rabu (15/7/2026).
Misbakhun membeberkan bahwa para "penjaga" ini termasuk institusi-institusi besar seperti BPJS Ketenagakerjaan, yang mengelola dana aset (Asset Under Management/AUM) mencapai angka fantastis, sekitar Rp 890 triliun hingga diproyeksikan menyentuh Rp 1.000 triliun tahun ini. Tak hanya itu, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) juga turut berkontribusi dengan AUM hampir Rp 200 triliun. Belum lagi, ada dana pensiun lain seperti ASABRI dan TASPEN yang juga memiliki kekuatan finansial signifikan. Ini adalah angka-angka yang menunjukkan betapa besarnya potensi domestik kita.

Menurut Misbakhun, kekuatan kolektif dari pengelola dana domestik ini sejatinya tinggal menunggu "orkestrasi" yang tepat dari otoritas bursa. Tujuannya jelas: mengantisipasi dan meredam gejolak pasar yang seringkali dipicu oleh aksi profit taking atau penarikan modal oleh investor asing, yang berujung pada capital outflow. "Potensi untuk menggantikan dana asing yang keluar itu sangat besar, tinggal bagaimana orkestrasi kebijakannya," tegas Misbakhun, menyoroti pentingnya sinergi antara para pemain besar ini.
Untuk memaksimalkan peran pengelola dana jumbo ini, pemerintah dan DPR dinilai perlu mempertimbangkan relaksasi regulasi. Salah satu contoh yang disoroti adalah pembatasan investasi di pasar modal yang saat ini sekitar 6%. Dengan melonggarkan batasan tersebut, institusi-institusi ini akan memiliki ruang gerak lebih luas untuk menginvestasikan dananya di instrumen yang memberikan return optimal. "Investasi mana lagi yang bisa memberikan return sekuat di pasar modal, selain SRBI dan SBN?" ujarnya, menggarisbawahi daya tarik pasar modal sebagai ladang keuntungan yang menjanjikan.
Dengan potensi dana triliunan rupiah di tangan institusi domestik dan dukungan regulasi yang adaptif, pasar modal Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lebih mandiri dan resilient terhadap guncangan eksternal. Ini bukan hanya tentang menjaga stabilitas, tetapi juga tentang membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dari dalam, demi kemajuan bersama. Informasi lebih lanjut mengenai dinamika pasar modal dan ekonomi Indonesia dapat Anda temukan di agroplus.co.id.
