Agroplus – Di tengah dinamika ekonomi dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, secercah harapan hadir bagi para pahlawan jalanan, mitra pengemudi ojek online. Perum Bulog, bersinergi erat dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Gojek, dan Grab, meluncurkan inisiatif Penjualan Pangan Murah yang menyasar langsung 1.000 mitra pengemudi di Gudang Bulog Sangiang Periuk, Kota Tangerang, pada Kamis (18/12). Program ini bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan wujud nyata komitmen lintas sektor untuk menjaga stabilitas pangan dan meringankan beban masyarakat, khususnya menjelang akhir tahun.
Dalam kegiatan perdana yang disambut antusiasme tinggi ini, para driver ojol mendapatkan kesempatan istimewa untuk menebus paket kebutuhan pokok bersubsidi, bahkan sebagian di antaranya diberikan secara cuma-cuma. Bayangkan, paket pangan yang semula bernilai sekitar Rp190.000 dapat ditebus hanya dengan harga Rp100.000! Subsidi signifikan ini merupakan hasil dukungan kolaboratif dari Kemenko Pangan bersama Goto dan Grab. Setiap paket yang didistribusikan berisi komoditas esensial yang sangat dibutuhkan rumah tangga: beras premium 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, tepung terigu 1 kilogram, serta minyak goreng 1 liter.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa program ini adalah manifestasi konkret dari sinergi berbagai pihak. "Ini adalah program yang kita sinergikan. Selain Bulog, di sini juga ada Kemenko Pangan, serta teman-teman dari Grab dan Goto," jelas Rizal. Ia menambahkan, langkah strategis ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi para mitra ojek online, terutama saat mereka menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Lebih jauh, Rizal menekankan komitmen Bulog untuk terus mendukung inisiatif serupa, tidak hanya untuk Natal dan Tahun Baru, tetapi juga hingga momen penting lainnya seperti Ramadan dan Lebaran. "Sehingga, masyarakat tetap dapat mengakses pangan dengan harga yang wajar dan stabil," ujarnya, menyoroti pentingnya akses pangan yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Senada dengan Rizal, Deputi Bidang Koordinasi dan Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan, Tatang Yuliono, menjelaskan bahwa kegiatan ini didedikasikan sebagai bentuk apresiasi mendalam kepada para mitra pengemudi ojek online. "Mereka adalah salah satu ujung tombak distribusi pangan di Indonesia," kata Tatang, mengakui peran vital para driver dalam memastikan rantai pasok pangan tetap berjalan lancar hingga ke tangan konsumen.
Menurut Tatang, program ini merupakan inisiatif Kemenko Pangan yang tidak hanya bertujuan memberikan penghargaan, tetapi juga memastikan bahwa para mitra pengemudi dapat memperoleh pangan dengan harga terjangkau, setara dengan masyarakat lainnya. "Kegiatan ini menyasar para mitra ojek online sebagai ujung tombak pangan. Hari ini kita laksanakan untuk 1.000 driver, dan akan dilanjutkan ke beberapa kota lainnya," imbuhnya, memberikan gambaran ekspansi program yang lebih luas.
Setelah sukses di Tangerang, program Penjualan Pangan Murah ini dijadwalkan akan menyambangi Semarang pada hari berikutnya, dan selanjutnya ke berbagai kota lain di Indonesia. "Besok akan kita lanjut di Semarang. Dan akan lanjut di kota lain untuk menyentuh seluruh ujung tombak pangan Indonesia," pungkas Tatang, menandakan komitmen pemerintah dan Bulog untuk menjangkau lebih banyak lagi mitra pengemudi Gojek dan Grab di seluruh penjuru negeri, memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi mereka yang paling membutuhkan.