Close Menu
    What's Hot

    Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025

    09-01-2026 - 10.06

    Prabowo: Indonesia Wajib Merdeka Pangan, Stop Impor!

    08-01-2026 - 10.06

    Rekor Baru! Produksi Beras RI 2025 Lampaui Target

    07-01-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025
    • Prabowo: Indonesia Wajib Merdeka Pangan, Stop Impor!
    • Rekor Baru! Produksi Beras RI 2025 Lampaui Target
    • Gebrak Pangan! Mentan Amran: Juru Kunci Visi Prabowo?
    • Siap-siap Panen Raya! Bulog Sediakan ‘Benteng’ Beras 2 Juta Ton!
    • Harga Beras Sama Se-Indonesia? Bulog Punya Kuncinya!
    • Ekspor Santan Kelapa RI Tembus Tiongkok, Raup Ratusan Miliar!
    Jumat, 9 Januari 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Kabar Baik! Harga Beras Nasional Merosot Tajam!
    Pangan

    Kabar Baik! Harga Beras Nasional Merosot Tajam!

    28-12-2025 - 10.064 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Kabar Baik! Harga Beras Nasional Merosot Tajam!

    Agroplus – Kabar gembira datang dari sektor pangan nasional. Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Beras yang dibentuk pemerintah berhasil menunjukkan taringnya, membawa angin segar berupa penurunan harga beras di berbagai wilayah Indonesia. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga komoditas pokok ini. Satgas ini sendiri merupakan inisiatif strategis yang diresmikan sejak 20 Oktober 2025, berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025.

    Kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan Satgas ini. Anggotanya meliputi Bapanas, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), pemerintah daerah, hingga Perum Bulog. Dalam kurun waktu dua bulan sejak dibentuk, Satgas telah melancarkan operasi masif dengan 45.715 kegiatan pemantauan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Tak hanya memantau, tindakan tegas juga diambil dengan memberikan teguran tertulis kepada 987 pelaku usaha perberasan yang terindikasi melanggar ketentuan.

    Kabar Baik! Harga Beras Nasional Merosot Tajam!
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan dampak positifnya. "Semenjak ada Satgas Pengendalian Harga Beras, harga beras medium dan premium di sebagian besar Zona HET telah mengalami penurunan," ujar Ketut di Jakarta, Sabtu (27/12). Ia menambahkan, meskipun Zona 3 menunjukkan penurunan, upaya lebih lanjut masih diperlukan agar harganya dapat mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) karena tantangan geografis yang unik.

    Data dari Panel Harga Pangan menunjukkan penurunan signifikan pada harga beras premium. Per 20 Oktober, rata-rata harga beras premium nasional di Zona 1 tercatat Rp 15.248 per kilogram (kg), Zona 2 Rp 16.303 per kg, dan Zona 3 Rp 19.371 per kg. Namun, per 24 Desember, situasi berubah drastis. Harga di Zona 1 turun 2,75% menjadi Rp 14.828 per kg. Zona 2 juga mengalami penurunan tipis 1,7% menjadi Rp 16.025 per kg. Yang paling menggembirakan adalah Zona 3 yang mencatatkan penurunan substansial hingga 7,51%, mencapai Rp 17.916 per kg.

    Tren serupa juga terlihat pada harga beras medium. Pada 20 Oktober, rata-rata harga beras medium di Zona 1 berada di kisaran Rp 13.369 per kg, Zona 2 Rp 13.960 per kg, dan Zona 3 Rp 16.500 per kg. Berkat intervensi Satgas, per 24 Desember, harga rata-rata beras medium di Zona 1 turun menjadi Rp 13.067 per kg, Zona 2 menjadi Rp 13.735 per kg, dan Zona 3 berhasil ditekan hingga Rp 15.566 per kg.

    Mengatasi tantangan geografis di Zona 3, khususnya Papua, menjadi prioritas. Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Syahardiantono, yang juga menjabat Ketua Pengarah Satgas, mengungkapkan strategi yang diterapkan. Pihaknya telah aktif membantu distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui optimalisasi gudang filial. "Tentu kita sadari biaya angkut transportasi beras di Papua bisa cukup tinggi, bahkan bisa dua kali lipat. Ini karena kondisi geografis dan topografi dengan kontur pegunungan, sehingga akses moda transportasi yang dapat menembus itu sangat terbatas," jelas Komjen Syahardiantono.

    Upaya ini membuahkan hasil nyata. "Sampai hari ini, rekan-rekan Satgas di sana telah berhasil membantu distribusi beras SPHP ke 32 gudang filial yang tersebar di Papua Raya," lanjutnya. Dengan demikian, masyarakat Papua Raya diharapkan dapat menikmati beras SPHP sesuai harga yang ditetapkan untuk Zona 3, yakni Rp 13.500 per kilogram. Kontribusi Satgas ini terbukti signifikan dalam penyaluran beras SPHP di wilayah yang sulit dijangkau tersebut.

    Sebelum Satgas terbentuk, tepatnya 19 Oktober, realisasi beras SPHP untuk Bulog regional Papua Pabar baru mencapai 11.162 ton. Namun, berkat dukungan dan pendampingan Satgas, realisasi hingga 24 Desember melonjak drastis sebesar 71,35%, mencapai 19.126 ton. Ini menunjukkan efektivitas kolaborasi dalam mengatasi kendala distribusi.

    Menyikapi capaian ini, Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasinya. "Aku ucapkan terima kasih kepada Satgas. Capaian ini agar terus menerus mampu kita jaga bersama. Tidak ada alasan harga beras tinggi dan melebihi HET," tegas Amran. Menurutnya, stok beras nasional sangat memadai, dengan Bulog memiliki cadangan hingga 3,5 juta ton, angka tertinggi yang pernah ada. "Masyarakat harus menikmatinya dengan harga beras yang baik," tambahnya, menekankan pentingnya distribusi pasokan yang merata sebagai kunci utama.

    Amran Sulaiman juga meminta seluruh pihak untuk menjaga ritme kerja yang progresif ini. Pemantauan dan pengawasan intensif terhadap produsen, distributor, toko besar, dan ritel modern harus terus dilanjutkan. Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus memperkuat kinerja Satgas demi menjamin pengawasan dan pengendalian harga beras yang berkelanjutan, memastikan ketersediaan pangan dengan harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Follow on Google News
    Sasmito

      gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

      Related Posts

      Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025

      09-01-2026 - 10.06

      Prabowo: Indonesia Wajib Merdeka Pangan, Stop Impor!

      08-01-2026 - 10.06

      Rekor Baru! Produksi Beras RI 2025 Lampaui Target

      07-01-2026 - 10.06

      06-01-2026 - 10.06

      Gebrak Pangan! Mentan Amran: Juru Kunci Visi Prabowo?

      05-01-2026 - 10.06

      Siap-siap Panen Raya! Bulog Sediakan ‘Benteng’ Beras 2 Juta Ton!

      04-01-2026 - 10.06
      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      Don't Miss
      Pangan

      Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025

      Agroplus – Kabar gembira menyelimuti sektor pertanian nasional. Perum Bulog berhasil mencetak sejarah baru dengan…

      Prabowo: Indonesia Wajib Merdeka Pangan, Stop Impor!

      08-01-2026 - 10.06

      Rekor Baru! Produksi Beras RI 2025 Lampaui Target

      07-01-2026 - 10.06

      06-01-2026 - 10.06
      Top Posts

      Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

      09-04-2025 - 08.22

      Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

      09-04-2025 - 10.06
      agroplus
      © 2026 KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.