Terkuak! Mengapa Beras SPHP Bulog Tak Capai Target?
Agroplus – Kabar kurang menggembirakan datang dari Perum Bulog terkait program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang krusial bagi ketersediaan pangan nasional. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran beras SPHP tahun ini diperkirakan hanya akan mencapai sekitar 60 persen dari total penugasan, jauh dari target optimal yang diharapkan. Ia membeberkan alasan mendasar di balik capaian yang belum maksimal ini.

Menurut Rizal, fluktuasi dalam pola penyaluran menjadi biang keladi utama. Program SPHP tidak berjalan secara konsisten sepanjang tahun, menciptakan jeda yang signifikan dalam distribusi. "Januari, Februari SPHP, Maret, April, Mei, Juni enggak ada, Juli baru ada lagi SPHP," jelas Rizal saat ditemui di Transmart Cempaka Putih, Jakarta, Rabu (24/12). Pola intermiten ini jelas menghambat akumulasi capaian yang lebih tinggi.
Data terbaru Bulog hingga Selasa menunjukkan penyaluran SPHP baru mencapai 784.152 ton, atau sekitar 52,8 persen dari total penugasan. Dengan sisa waktu yang ada menjelang akhir tahun, Rizal optimistis angka tersebut bisa menyentuh 60 persen. "Kalau estimasi saya bisa sampai sekitar 60 persen, Insyaallah. Ini kan masih ada enam hari lagi," tambahnya, menunjukkan upaya maksimal yang terus dilakukan.
Menyadari tantangan ini, Bulog tidak tinggal diam. Koordinasi intensif dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah dilakukan untuk memastikan penyaluran SPHP pada tahun 2026 dapat berlangsung penuh selama 12 bulan. "Harapan kami ke depan mulai dari Januari sampai Desember itu ada SPHP," tegas Rizal, menandakan komitmen kuat untuk stabilisasi harga yang lebih berkelanjutan dan efektif.
Namun, Bulog juga menunjukkan kepekaan terhadap kondisi petani lokal, sebuah aspek penting dalam ekosistem pertanian. Khusus di daerah sentra pangan, volume penyaluran SPHP akan diatur agar tidak terlalu besar. Langkah strategis ini bertujuan mencegah banjirnya beras di pasar lokal yang berpotensi menekan harga gabah petani. "Nanti volume SPHP-nya dikecilin supaya tidak tumpah banyak berasnya. Supaya harganya tidak anjlok, nanti kasihan para petani," imbuh Rizal, menegaskan peran Bulog dalam menjaga keseimbangan pasar sekaligus melindungi kesejahteraan produsen pangan.
Terkait sisa penugasan SPHP dari total 1,5 juta ton tahun ini, Bulog memastikan akan terus mengupayakan penyalurannya. Proses repacking atau pengolahan ulang sedang dilakukan untuk memastikan kualitas beras tetap terjaga dan layak disalurkan kepada masyarakat, menjamin tidak ada pasokan yang terbuang sia-sia.