Close Menu
    What's Hot

    16-07-2026 - 02.07

    Indonesia Siap Guncang Dunia! OJK Cari Pemimpin Ini!

    15-07-2026 - 20.06

    30 Juta Investor Lokal: Pasar Modal RI Makin Perkasa!

    15-07-2026 - 15.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Indonesia Siap Guncang Dunia! OJK Cari Pemimpin Ini!
    • 30 Juta Investor Lokal: Pasar Modal RI Makin Perkasa!
    • Peringatan! Harga Minyak Dunia Melonjak, Ekonomi Terancam!
    • Terungkap! Efek Bunga Tinggi ke Penjualan Mobil RI
    • Waspada! BEI Sorot 37 Saham ‘Jumbo’ Baru, Ada Apa?
    • Rekening Judol Merajalela, OJK Siapkan Jurus Pamungkas!
    • Grup Djarum Kocok Ulang Kendali DATA, Ada Apa?
    Kamis, 16 Juli 2026
    agroplus
    Home - Pangan - 30 Juta Investor Lokal: Pasar Modal RI Makin Perkasa!
    Pangan

    30 Juta Investor Lokal: Pasar Modal RI Makin Perkasa!

    15-07-2026 - 15.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, atau akrab disapa Kiki, membawa kabar gembira dari jantung pasar modal Tanah Air. Ibarat lahan pertanian yang semakin subur dan menghasilkan panen melimpah, pasar modal Indonesia kini memiliki fondasi yang jauh lebih kokoh, berkat partisipasi investor domestik yang terus bertumbuh pesat.

    Data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan dominasi yang jelas dari investor lokal. Sepanjang pekan lalu, komposisi nilai transaksi investor domestik telah mencapai 62%, mengungguli investor asing yang berada di angka 38%. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun turut menunjukkan geliat positif, naik 0,83% dan bertengger di level 5.924,36. Ini adalah indikator kesehatan pasar yang menjanjikan, seperti bibit unggul yang tumbuh subur.

    30 Juta Investor Lokal: Pasar Modal RI Makin Perkasa!
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Kiki menegaskan, jumlah investor domestik kini telah mencapai angka fantastis, menembus 30 juta orang! Angka ini menjadi kekuatan besar yang tidak bisa diremehkan, secara signifikan mengurangi ketergantungan pasar pada gejolak dari investor asing. "Dulu, kita hanya punya sekitar 250.000 investor, dan kebanyakan adalah asing. Kalau ada guncangan sedikit saja, kita semua panik seperti diterpa angin kencang yang merusak tanaman," kenang Kiki dalam Investment Forum 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

    Dengan 30 juta investor, pasar modal Indonesia kini memiliki "akar" yang jauh lebih dalam dan kuat, menjadikannya lebih tahan terhadap badai ekonomi global. Ini adalah modal berharga untuk terus memupuk pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, OJK dan BEI memiliki komitmen yang tak tergoyahkan untuk melindungi para investor, khususnya investor ritel, agar mereka merasa aman dan nyaman dalam berinvestasi.

    Perlindungan ini diwujudkan melalui keterbukaan informasi dan data para emiten, bagian integral dari agenda reformasi pasar modal. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan kepercayaan, baik dari investor domestik maupun asing. Bahkan, ketika pasar modal RI sempat menjadi sorotan lembaga penyedia indeks global MSCI pada awal tahun ini, para pemangku kepentingan segera bertindak cepat, menjawab setiap kekhawatiran yang muncul, layaknya petani yang sigap mengatasi hama agar hasil panen tetap optimal.

    Sebagai langkah konkret untuk menjaga integritas pasar, BEI bahkan menambahkan satu kriteria baru berupa ‘price impact ratio’ ke dalam kriteria saham yang masuk daftar High Shareholding Concentration (HSC). Kriteria ini akan diterapkan pada seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun, berfungsi sebagai alat skrining untuk mengidentifikasi potensi kepemilikan saham yang terkonsentrasi. Ini seperti sistem irigasi baru yang memastikan distribusi air merata ke seluruh lahan.

    ‘Price impact ratio’ sendiri dihitung dengan membandingkan perubahan harga saham terhadap tingkat kecepatan (velocity) saham tersebut. Sementara velocity diukur berdasarkan rata-rata volume transaksi dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar di publik atau free float. Hasilnya, jumlah saham HSC bertambah menjadi 51 emiten dari sebelumnya 37. Langkah ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga ekosistem pasar modal tetap sehat, transparan, dan produktif bagi semua pihak.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    16-07-2026 - 02.07

    Indonesia Siap Guncang Dunia! OJK Cari Pemimpin Ini!

    15-07-2026 - 20.06

    Peringatan! Harga Minyak Dunia Melonjak, Ekonomi Terancam!

    15-07-2026 - 10.06

    Terungkap! Efek Bunga Tinggi ke Penjualan Mobil RI

    15-07-2026 - 05.07

    Waspada! BEI Sorot 37 Saham ‘Jumbo’ Baru, Ada Apa?

    15-07-2026 - 02.06

    Rekening Judol Merajalela, OJK Siapkan Jurus Pamungkas!

    14-07-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Terungkap! Bukan OJK, Ini Pengawas Pusat Finansial Internasional Indonesia Agroplus – Indonesia tengah bersiap meluncurkan…

    Indonesia Siap Guncang Dunia! OJK Cari Pemimpin Ini!

    15-07-2026 - 20.06

    30 Juta Investor Lokal: Pasar Modal RI Makin Perkasa!

    15-07-2026 - 15.06

    Peringatan! Harga Minyak Dunia Melonjak, Ekonomi Terancam!

    15-07-2026 - 10.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.