Agroplus – Perusahaan telekomunikasi PT Remala Abadi Tbk (DATA) baru-baru ini menjadi sorotan pasar setelah terjadi perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan saham pengendalinya. PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), entitas di bawah payung besar Grup Djarum, kini resmi mengambil alih kendali DATA, menggeser posisi PT iForte Solusi Infotek yang sebelumnya memegang kendali. Peristiwa ini menandai babak baru bagi DATA di tengah dinamika bisnis telekomunikasi yang kompetitif.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (14/7/2026), iForte, yang juga merupakan bagian dari Grup Djarum melalui PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), telah melepas seluruh kepemilikan sahamnya di DATA. Sebanyak 550.000.900 lembar saham dilepas pada tanggal 13 Juli 2026 dengan harga Rp974 per saham. Sebelum transaksi ini, iForte menguasai 40% hak suara di DATA, namun kini kepemilikannya menjadi nol. Langkah divestasi ini disebut sebagai "tujuan transaksi divestasi, status kepemilikan saham langsung."

Di sisi lain, Protelindo, yang sebelum transaksi belum memiliki saham DATA sama sekali, langsung tancap gas dengan dua kali pembelian saham. Pertama, Protelindo mengakuisisi 151.250.000 saham dari Verah Wahyudi Singgih dengan harga Rp1.091 per saham. Selanjutnya, Protelindo juga membeli 550.000.900 saham dari iForte dengan harga Rp974 per saham. Melalui dua transaksi ini, total kepemilikan Protelindo di DATA melonjak menjadi 701.250.900 saham, atau setara dengan 51% hak suara. Dengan demikian, Protelindo secara resmi menjadi pemegang saham pengendali baru DATA dan berjanji akan mempertahankan kendali tersebut.
Pergeseran kendali ini menarik perhatian mengingat baik iForte maupun Protelindo sama-sama bernaung di bawah Grup Djarum milik keluarga Hartono. iForte sendiri baru masuk sebagai pemegang saham pengendali DATA pada Desember 2024, ketika Verah Wahyudi Singgih Wong dan Jimmi Anka menjual sekitar 40% saham mereka kepada iForte. Kini, kurang dari dua tahun kemudian, kendali kembali berpindah tangan, menunjukkan adanya strategi konsolidasi atau restrukturisasi internal dalam portofolio bisnis telekomunikasi Grup Djarum. Perubahan ini tentu akan membawa implikasi strategis bagi arah pengembangan DATA ke depan di bawah kendali Protelindo.
