Agroplus – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kini mengambil langkah strategis untuk memperkuat tata kelola penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Inisiatif ini dirancang untuk memastikan pembiayaan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran, terukur, dan sesuai dengan prinsip kehati-hatian, khususnya bagi para pelaku usaha di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi. Penguatan ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari analisis kredit, verifikasi calon debitur, pencairan dana, pemantauan penggunaan, digitalisasi proses, hingga audit secara berkala.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari komitmen perseroan dalam menjaga kualitas penyaluran program pemerintah. "BNI memastikan KUR diberikan kepada pelaku usaha yang berhak dan dimanfaatkan sesuai tujuan pembiayaan," ujar Okki dalam keterangan tertulisnya pada Senin (13/7/2026). Ia menambahkan bahwa penguatan ini dilakukan sejak tahap analisis kredit, verifikasi, pencairan, pemantauan penggunaan dana, hingga evaluasi kualitas kredit.

Salah satu inovasi penting yang diterapkan BNI adalah analisis kredit secara langsung atau one-on-one dengan petani, tanpa melibatkan collection agent (CA). Pendekatan ini memungkinkan bank untuk memperoleh informasi langsung dan mendalam mengenai profil usaha, kebutuhan pembiayaan, kemampuan membayar, serta rencana penggunaan dana dari calon debitur. Hal ini krusial untuk memastikan dana KUR benar-benar mendukung produktivitas lahan dan keberlanjutan usaha pertanian.
Selain itu, BNI juga memperkuat pola penyaluran kredit berbasis ekosistem (ecosystem-based financing). Dalam skema ini, BNI menjalin kerja sama dengan perusahaan inti yang merupakan nasabah korporasi BNI dan berperan sebagai offtaker. Perusahaan inti ini tidak hanya membantu penyerapan hasil produksi petani, tetapi juga turut mendukung pendampingan usaha serta monitoring terhadap pelaksanaan kredit. "Pendekatan berbasis ekosistem memungkinkan adanya pendampingan, pemantauan usaha, serta kepastian pasar bagi hasil produksi petani," jelas Okki. Ini tentu menjadi angin segar bagi petani yang sering menghadapi tantangan dalam pemasaran produk mereka.
Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, BNI menerapkan pembatasan radius penyaluran. Kebijakan ini bertujuan memudahkan proses Know Your Customer (KYC), verifikasi usaha, pemantauan lahan, serta pengawasan aktivitas debitur setelah pencairan. Dengan demikian, pengenalan dan pemantauan debitur dapat dilakukan lebih dekat dan efektif oleh unit terkait.
Dari sisi teknologi, proses kredit kini dilakukan secara digital, memungkinkan pemantauan data debitur secara lebih terukur. Melalui sistem ini, BNI dapat memantau nama petani, lokasi lahan, tahapan budi daya, perkembangan usaha, hingga penggunaan kredit oleh masing-masing debitur. "Digitalisasi proses kredit memungkinkan BNI memonitor data petani, lokasi lahan, tahapan budi daya, hingga penggunaan kredit secara lebih terukur," kata Okki, seraya menambahkan bahwa monitoring dan audit berkala juga dilakukan untuk menjaga kualitas kredit.
Komitmen BNI terhadap integritas juga terlihat dari tindak lanjut terhadap setiap indikasi penyimpangan. Dalam konteks perkara dugaan penyimpangan KUR di Jember, BNI menegaskan bahwa proses hukum yang berjalan merupakan tindak lanjut atas laporan perseroan sendiri kepada aparat penegak hukum setelah menemukan adanya indikasi penyimpangan. "Kasus KUR Jember berawal dari laporan BNI kepada aparat penegak hukum. BNI menghormati proses hukum yang berjalan dan bersikap kooperatif dalam proses penyidikan," tegas Okki. BNI menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk fraud dan pelanggaran, baik dari pihak internal maupun eksternal.
Dengan serangkaian penguatan tata kelola ini, BNI berharap penyaluran KUR dapat berjalan semakin terukur, transparan, dan tepat sasaran, khususnya dalam mendukung kemajuan sektor pertanian Indonesia. Akses pembiayaan yang lebih baik dan terawasi akan membuka peluang lebih besar bagi petani untuk mengembangkan usahanya, sesuai dengan visi agroplus.co.id.
