Agroplus – Kondisi geopolitik dan ekonomi global yang terus bergejolak, ditambah dengan sentimen penilaian indeks global yang menantang terhadap Indonesia, telah menciptakan iklim investasi yang penuh ketidakpastian. Di tengah turbulensi ini, para investor mulai melirik strategi yang lebih konservatif untuk mengamankan aset mereka. Zulfa Hendri, Direktur Utama Majoris Asset Management, menyoroti tren menarik di mana pelaku pasar kini cenderung mengalihkan likuiditas mereka ke instrumen dengan risiko yang lebih rendah, khususnya reksadana pasar uang.
Menurut Zulfa, reksadana pasar uang menjadi pilihan utama di Majoris AM karena profil risikonya yang rendah, menjadikannya primadona di tengah ketidakpastian pasar. Popularitasnya bahkan melampaui produk investasi lain seperti reksadana pendapatan tetap (RDPT), reksadana saham, reksadana campuran, hingga reksadana terstruktur. Ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi investor yang kini lebih memprioritaskan keamanan modal dibandingkan potensi keuntungan tinggi yang berisiko.

Strategi pengelolaan dana di Majoris AM, khususnya dalam menghadapi gejolak pasar hingga tahun 2026, tampaknya sangat selaras dengan kebutuhan investor akan stabilitas. Kejelian dalam membaca arah pasar dan menawarkan produk yang relevan menjadi kunci. Lebih lanjut mengenai bagaimana Majoris Asset Management menavigasi tantangan ini dan strategi detail mereka di tengah dinamika pasar 2026, Zulfa Hendri telah membedahnya dalam dialog eksklusif bersama Shania Alatas di program Power Lunch CNBC. Wawancara mendalam tersebut disiarkan pada hari Jumat, 10 Juli 2026, memberikan gambaran komprehensif tentang peluang investasi yang aman di tengah badai ekonomi global. Untuk informasi lebih lanjut mengenai strategi investasi yang aman, kunjungi agroplus.co.id.
