Close Menu
    What's Hot

    Triliunan Rupiah Raib Akibat Scam

    10-10-2026 - 23.06

    Peluang Cuan Bisnis Ritel Minimarket dan Kelontong

    10-10-2026 - 23.02

    Indra Kenz Kembali Masuk Penjara

    10-10-2026 - 20.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Triliunan Rupiah Raib Akibat Scam
    • Peluang Cuan Bisnis Ritel Minimarket dan Kelontong
    • Indra Kenz Kembali Masuk Penjara
    • Rahasia Pajak Triliunan Rupiah Sang Diktator
    • Cara Ampuh Bersihkan Nama dari SLIK OJK
    • Cara Mudah Urus Rekening Bank Almarhum
    • Mantan Menteri Jualan Beras di Glodok
    • Runtuhnya Kerajaan Gula Terbesar di Semarang
    Sabtu, 10 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan -
    Pangan

    14-07-2026 - 10.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Gawat! Harga Minyak Terbang, Konflik Hormuz Memicu Alarm!

    Agroplus – Dunia kembali menahan napas saat harga minyak mentah global melesat tajam, melonjak lebih dari 10% hanya dalam dua hari perdagangan. Kenaikan drastis ini, yang membawa minyak Brent ke US$84,19 per barel dan WTI ke US$79,35 per barel pada Selasa pagi (14/7/2026), dipicu oleh memanasnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.

    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Lonjakan signifikan ini, yang membuat harga minyak mencapai level tertinggi dalam sekitar satu bulan, tidak lepas dari kembali terbangunnya "premi risiko" di pasar. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz, yang selama ini menjadi urat nadi pengiriman minyak global, kini mencapai titik didih baru yang mengancam stabilitas pasokan.

    Washington, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, secara tegas mengaktifkan kembali blokade terhadap pelayaran Iran, bahkan meminta negara-negara yang bergantung pada keamanan Selat Hormuz untuk turut menanggung biaya pengamanan. Respons Teheran tak kalah agresif. Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab melaporkan dua kapal tanker mereka dihantam rudal jelajah Iran di perairan Oman, mengakibatkan satu awak berkebangsaan India tewas dan delapan lainnya luka-luka.

    Ketegangan tidak hanya berkecamuk di laut. Komando Pusat AS mengonfirmasi telah melancarkan serangan udara ke Iran selama tiga malam berturut-turut. Sementara itu, kantor berita semi-resmi YJC melaporkan setidaknya tujuh ledakan mengguncang kota pelabuhan Bandar Abbas dan dua ledakan lainnya terjadi di Pulau Kish, mengindikasikan eskalasi konflik yang meluas.

    Analis Kepala Pasar KCM Trade, Tim Waterer, menyoroti bahwa eskalasi terbaru ini secara signifikan telah menambah premi risiko di pasar energi. "Blokade AS terhadap Iran dan respons militer Teheran membuat prospek pasokan minyak menjadi jauh lebih sulit diprediksi, meskipun Selat Hormuz belum ditutup sepenuhnya," jelas Waterer, menggambarkan situasi yang penuh ketidakpastian.

    Ancaman geopolitik semakin melebar dengan peluncuran rudal oleh kelompok Houthi di Yaman ke arah Arab Saudi. Serangan ini merupakan balasan atas tuduhan Houthi bahwa Riyadh telah membombardir bandara yang mereka kuasai.

    Manajer Portofolio Gabelli Funds, Simon Wong, memperingatkan bahwa jika serangan Houthi meluas hingga mengganggu distribusi produk minyak Arab Saudi melalui Laut Merah, maka ketidakpastian terhadap arus pasokan minyak dari Timur Tengah akan meningkat tajam, berpotensi menciptakan krisis yang lebih dalam.

    Di luar riak geopolitik, pasar juga mulai mengantisipasi pengetatan pasokan di Amerika Serikat. Survei awal Reuters memproyeksikan stok minyak mentah AS akan menurun pada pekan lalu, meskipun persediaan bensin dan produk distilat diperkirakan meningkat. Data resmi dari Energy Information Administration (EIA) yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan akan menjadi sorotan utama pelaku pasar untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai keseimbangan pasokan dan permintaan di ekonomi terbesar dunia. Situasi ini, baik dari sisi geopolitik maupun fundamental pasar, terus menjadi perhatian serius bagi stabilitas ekonomi global.


    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Triliunan Rupiah Raib Akibat Scam

    10-10-2026 - 23.06

    Peluang Cuan Bisnis Ritel Minimarket dan Kelontong

    10-10-2026 - 23.02

    Indra Kenz Kembali Masuk Penjara

    10-10-2026 - 20.06

    Rahasia Pajak Triliunan Rupiah Sang Diktator

    10-10-2026 - 20.02

    Cara Ampuh Bersihkan Nama dari SLIK OJK

    10-10-2026 - 18.06

    Cara Mudah Urus Rekening Bank Almarhum

    10-10-2026 - 18.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Triliunan Rupiah Raib Akibat Scam

    agroplus.co.id – Fenomena penipuan digital atau scam di Indonesia telah mencapai level yang sangat mengkhawatirkan.…

    Peluang Cuan Bisnis Ritel Minimarket dan Kelontong

    10-10-2026 - 23.02

    Indra Kenz Kembali Masuk Penjara

    10-10-2026 - 20.06

    Rahasia Pajak Triliunan Rupiah Sang Diktator

    10-10-2026 - 20.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.