agroplus.co.id – Langkah agresif kembali dilakukan oleh PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) di pasar modal Indonesia. Perusahaan sekuritas terkemuka ini tercatat melakukan aksi borong terhadap saham emiten milik Grup Bakrie, yakni PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Transaksi besar ini memicu tanda tanya di kalangan investor mengenai strategi di balik peningkatan kepemilikan saham tersebut.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun, Trimegah Sekuritas telah mengucurkan dana sebesar Rp135,43 miliar untuk menambah kepemilikan sahamnya di ENRG pada transaksi tanggal 21 Oktober 2026. Dalam aksi korporasi ini, Trimegah menambah sebanyak 156,57 juta lembar saham dengan harga eksekusi di level Rp865 per saham.

Melalui transaksi ini, struktur kepemilikan saham Trimegah Sekuritas di ENRG mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya Trimegah memegang sebanyak 3.700.194.922 saham, kini jumlah kepemilikannya melonjak menjadi 3.856.764.922 saham. Dampaknya, kendali suara Trimegah di dalam perusahaan energi tersebut juga ikut menguat, dari yang semula berada di angka 10,78% menjadi 11,24%.
Menariknya, transaksi jumbo ini bukan merupakan transaksi jual-beli saham biasa dalam konteks investasi jangka panjang konvensional. Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Trimegah menyebutkan bahwa tujuan dari transaksi ini adalah untuk skema reverse repo.
Secara teknis, reverse repo merupakan sebuah transaksi penjualan efek di mana penjual berjanji untuk membeli kembali efek tersebut pada waktu dan harga yang telah disepakati sebelumnya. Praktik ini sering kali digunakan dalam manajemen likuiditas atau sebagai instrumen keuangan lainnya, namun tetap memberikan dampak nyata pada komposisi kepemilikan saham di laporan publik.
Aksi borong ini sebenarnya bukan kali pertama bagi Trimegah dalam waktu dekat. Jika menilik catatan sebelumnya, pada 16 Oktober 2026, Trimegah juga telah melakukan pembelian masif sebanyak 265 juta saham ENRG. Pada saat itu, harga per saham berada di level Rp925, dengan total nilai transaksi mencapai Rp245,13 miliar. Sama seperti transaksi terbaru, aksi tersebut juga dilakukan dengan tujuan reverse repo.
Rentetan transaksi besar ini membuat para pelaku pasar mulai mencermati pergerakan harga saham ENRG. Kenaikan volume transaksi yang dilakukan oleh sekuritas besar seperti Trimegah sering kali menjadi sinyal bagi investor ritel mengenai adanya dinamika besar yang sedang terjadi di dalam tubuh emiten.
Hingga saat ini, pasar masih menunggu apakah rangkaian transaksi reverse repo ini akan berujung pada perubahan struktur kepemilikan yang lebih permanen atau sekadar strategi pengelolaan aset jangka pendek. Namun yang pasti, dominasi Trimegah di ENRG kini semakin terlihat nyata di lantai bursa.
