Close Menu
    What's Hot

    Aturan Baru BUMN Larang Golf dan Patwal

    26-10-2026 - 20.06

    Target SBN 2026 Tetap Stabil

    26-10-2026 - 20.02

    Strategi Baru WIKA Benahi Portofolio Investasi

    26-10-2026 - 18.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Aturan Baru BUMN Larang Golf dan Patwal
    • Target SBN 2026 Tetap Stabil
    • Strategi Baru WIKA Benahi Portofolio Investasi
    • Emas Rp61 Miliar Digagalkan Bea Cukai
    • Data QRIS Jadi Kunci Akses Kredit UMKM
    • Kedaulatan Pasar Modal Indonesia
    • Ancaman Krisis Kerja Generasi Muda
    • Strategi Baru BEI Kawal Pasar Modal
    Senin, 26 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Target SBN 2026 Tetap Stabil
    Pangan

    Target SBN 2026 Tetap Stabil

    26-10-2026 - 20.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan bahwa rencana penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) untuk tahun anggaran 2026 akan tetap berjalan sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas fiskal negara di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.

    Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menegaskan bahwa seluruh skema pembiayaan utang akan diselaraskan dengan target defisit anggaran yang telah diumumkan sebelumnya. Berdasarkan proyeksi terbaru, pemerintah menargetkan defisit APBN berada di angka 2,85 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini merupakan penyesuaian dari proyeksi awal yang sebelumnya berada di level 2,68 persen dari PDB.

    Target SBN 2026 Tetap Stabil
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    "Kami akan bekerja keras sesuai dengan target yang sudah kami umumkan. Dengan target defisit di angka 2,85 persen dari PDB, maka angka penerbitan SBN pun akan kita sesuaikan dengan target tersebut," ujar Suahasil saat memberikan keterangan kepada awak media pada Senin (26/10/2026).

    Hingga akhir September 2026, pemerintah mencatat telah melakukan realisasi pembiayaan utang neto sebesar Rp494,3 triliun. Jika dibandingkan dengan total target pembiayaan dalam APBN 2026 yang mencapai Rp832,2 triliun, maka realisasi tersebut telah menyentuh angka 59,4 persen. Sementara itu, khusus untuk instrumen Surat Berharga Negara (SBN), realisasinya telah mencapai Rp497,5 triliun atau sekitar 62,6 persen dari total target tahunan sebesar Rp799,5 triliun.

    Kondisi Yield SBN Masih Terkendali

    Di sisi lain, pemerintah juga memberikan tanggapan terkait fluktuasi imbal hasil (yield) SBN yang sempat mengalami kenaikan. Meskipun sempat terjadi lonjakan imbal hasil hingga menyentuh level 7 persen—terutama setelah munculnya kekhawatiran pasar terkait potensi penurunan status pasar saham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI)—pemerintah menyatakan bahwa kondisi pasar masih dalam kategori aman.

    Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, Herman Saheruddin, menjelaskan bahwa imbal hasil SBN Indonesia saat ini masih tergolong kompetitif jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Eropa. Berdasarkan data Refinitiv pada perdagangan Rabu (21/10/2026), imbal hasil SBN tenor 10 tahun tercatat berada di level 7,446 persen. Sebagai perbandingan, imbal hasil obligasi Jerman dengan tenor yang sama masih berada di level 3,3546 persen.

    Meskipun terdapat selisih yang cukup lebar, Herman menekankan bahwa investor tetap memiliki kepercayaan terhadap instrumen utang pemerintah Indonesia. Kenaikan yield ini merupakan respons pasar yang meminta imbalan lebih tinggi sebagai kompensasi atas risiko yang ada.

    "Kondisi kita relatif masih aman. Jika dibandingkan dengan negara-negara di Eropa, situasinya justru jauh lebih menantang. Jadi, kita harus tetap percaya diri dengan fundamental ekonomi kita sendiri, karena Indonesia adalah negara besar dengan potensi yang sangat kuat," pungkas Herman.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Aturan Baru BUMN Larang Golf dan Patwal

    26-10-2026 - 20.06

    Strategi Baru WIKA Benahi Portofolio Investasi

    26-10-2026 - 18.06

    Emas Rp61 Miliar Digagalkan Bea Cukai

    26-10-2026 - 18.02

    Data QRIS Jadi Kunci Akses Kredit UMKM

    26-10-2026 - 15.06

    Kedaulatan Pasar Modal Indonesia

    26-10-2026 - 15.02

    Ancaman Krisis Kerja Generasi Muda

    26-10-2026 - 13.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Aturan Baru BUMN Larang Golf dan Patwal

    agroplus.co.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) secara mengejutkan mengambil langkah tegas…

    Target SBN 2026 Tetap Stabil

    26-10-2026 - 20.02

    Strategi Baru WIKA Benahi Portofolio Investasi

    26-10-2026 - 18.06

    Emas Rp61 Miliar Digagalkan Bea Cukai

    26-10-2026 - 18.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.