agroplus.co.id – Raksasa konstruksi negara, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, tengah melakukan langkah strategis besar dalam upaya menata ulang struktur bisnisnya. Perusahaan konstruksi BUMN ini secara resmi mengumumkan pelepasan seluruh kepemilikan sahamnya pada salah satu anak usahanya, yakni PT Wijaya Karya Industri Energi (WINNER). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penyederhanaan struktur organisasi guna memperkuat efisiensi di dalam grup perusahaan.
Dalam aksi korporasi tersebut, WIKA melakukan divestasi terhadap 50.917.600 lembar saham WINNER kepada PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WIKA REKON). Transaksi yang tercatat telah terlaksana pada 21 Oktober 2026 ini mencakup 44,18 persen dari total seluruh saham yang diterbitkan oleh WINNER. Melalui kesepakatan ini, WIKA sepenuhnya melepaskan hak kepemilikannya di entitas energi tersebut, sementara WIKA REKON kini memegang kendali penuh atas saham yang dialihkan.

Berdasarkan data keterbukaan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi pengalihan saham ini mencapai Rp641 juta. Sebelum adanya aksi divestasi ini, WIKA memegang porsi 44,18 persen saham di WINNER, sedangkan WIKA REKON menguasai 55,82 persen. Dengan adanya transaksi ini, struktur kepemilikan menjadi lebih ramping. Perlu dicatat bahwa transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi, mengingat WIKA merupakan pemegang saham pengendali di WIKA REKON dengan kepemilikan mencapai 98,94 persen.
Manajemen WIKA menjelaskan bahwa kebijakan ini bukanlah langkah tanpa alasan. Divestasi ini merupakan bagian integral dari program penataan atau streamlining di lingkungan WIKA Grup. Fokus utamanya adalah melakukan optimalisasi terhadap portofolio investasi serta menyederhanakan struktur kepemilikan pada level anak perusahaan. Dengan struktur yang lebih ringkas, diharapkan koordinasi antar unit bisnis dalam grup dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Langkah berani ini juga telah disusun selaras dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) untuk tahun buku 2026. Selain untuk meningkatkan efektivitas tata kelola perusahaan, transaksi ini memberikan suntikan dana segar bagi perseroan sebesar Rp641 juta. Selain itu, manuver ini merupakan tindak lanjut nyata atas arahan strategis dari PT Danantara Asset Management, yang bertindak sebagai pemegang saham mayoritas di WIKA.
Pihak manajemen menegaskan bahwa seluruh proses pengalihan saham ini telah dilakukan dengan prinsip transparansi yang tinggi. WIKA menjamin bahwa transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan dan dijalankan sesuai dengan praktik usaha yang wajar. Lebih lanjut, perusahaan memastikan bahwa langkah strategis ini tidak akan memberikan dampak negatif maupun merugikan kepentingan para pemegang saham publik. Melalui penataan ini, WIKA optimis dapat bergerak lebih lincah dalam menghadapi tantangan industri konstruksi dan energi di masa depan.
