agroplus.co.id – Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah keuangan internasional. Melalui langkah strategis, pemerintah sukses menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk global dengan nilai fantastis mencapai US$3 miliar. Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, angka tersebut setara dengan Rp54,24 triliun berdasarkan kurs Rp18.080 per dolar AS.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa instrumen keuangan berbasis syariah asal Indonesia memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi para investor global. Penerbitan sukuk kali ini dibagi ke dalam tiga skema tenor yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan diversifikasi portofolio para pemodal.

Rincian dari penerbitan tersebut meliputi seri tenor 3 tahun senilai US$0,5 miliar, seri tenor 5 tahun sebesar US$1,0 miliar, dan seri tenor paling panjang yakni 10 tahun dengan nilai US$1,5 miliar. Ketiga seri ini menggunakan format RegS/144A Trust Certificates yang dijadwalkan akan jatuh tempo masing-masing pada tahun 2029, 2031, dan 2036.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, transaksi ini merupakan kali keenam bagi pemerintah Indonesia untuk mengakses pasar keuangan internasional sepanjang tahun ini. Sebelumnya, pemerintah telah sukses melakukan lima kali penerbitan dalam berbagai mata uang dunia, mulai dari dolar AS (USD), Euro (EUR), Yuan (CNY), hingga Yen Jepang (JPY) melalui instrumen konvensional.
Menariknya, imbal hasil yang ditawarkan juga menjadi daya tarik tersendiri. Untuk seri tenor 3 tahun (SNI1129), imbal hasil yang ditawarkan berada di angka 5,45%. Sementara untuk seri tenor 5 tahun (SNI1131), imbal hasilnya mencapai 5,85%. Sedangkan untuk seri tenor panjang 10 tahun (SNI1136), pemerintah menawarkan imbal hasil sebesar 6,25%.
Antusiasme pasar terlihat sangat luar biasa. DJPPR mencatat bahwa permintaan terhadap sukuk ini mengalami oversubscribed atau kelebihan permintaan. Hal ini dipicu oleh kondisi pasar yang sedang konstruktif serta sentimen positif pasca pemilihan umum paruh waktu (midterm) di Amerika Serikat. Secara total, ketiga tenor tersebut mencatatkan tingkat kelebihan permintaan rata-rata sebesar 2,9 kali lipat.
Tingginya minat investor dari berbagai belahan dunia ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah meyakini bahwa kepercayaan investor tetap kokoh karena didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang tangguh, pengelolaan fiskal yang hati-hati, serta kebijakan moneter yang dinilai kredibel oleh pasar global.
Dalam transaksi besar ini, sejumlah lembaga keuangan ternama dunia turut ambil bagian. BofA Securities, Dubai Islamic Bank, HSBC, J.P. Morgan (B&D), dan KFH Capital Investment Company K.S.C.C bertindak sebagai Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners. Sementara itu, peran Co-Managers dijalankan oleh perusahaan sekuritas dalam negeri, yakni PT BRI Danareksa Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
