Close Menu
    What's Hot

    Mantan Menteri Singapura Borong Saham Wilmar

    07-11-2026 - 20.06

    Empat BPR Resmi Merger Jadi Satu Entitas

    07-11-2026 - 20.02

    OJK Sanksi 7 Emiten dan Denda Miliaran Rupiah

    07-11-2026 - 18.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Mantan Menteri Singapura Borong Saham Wilmar
    • Empat BPR Resmi Merger Jadi Satu Entitas
    • OJK Sanksi 7 Emiten dan Denda Miliaran Rupiah
    • Siapa Saja 10 Orang Terkaya Dunia Saat Ini
    • Eks Pakar Google Tak Mau Nabung Lagi
    • Daftar Baru 83 Emiten Saham Konsentrasi Tinggi
    • Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Rekening Bank
    • Ambisi Indonesia Jadi Raja Emas Dunia
    Sabtu, 7 November 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Rekening Bank
    Pangan

    Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Rekening Bank

    07-11-2026 - 13.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Masalah sampah yang selama ini dianggap sebagai beban lingkungan kini mulai bertransformasi menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan. Melalui inovasi pengelolaan berbasis ekonomi sirkular, limbah yang semula tidak bernilai kini dapat dikonversi menjadi saldo tabungan. Langkah revolusioner ini diinisiasi oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) yang kini tidak lagi sekadar fokus pada pembiayaan perumahan, melainkan merambah ke pengembangan ekosistem kehidupan masyarakat yang lebih berkelanjutan.

    Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, menjelaskan bahwa pengembangan fasilitas Waste Station merupakan bagian dari strategi besar perseroan untuk memperluas peran mereka. Melalui konsep Beyond Mortgage, BTN berupaya membangun ekosistem yang mendukung kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, mulai dari hunian hingga pengelolaan limbah yang dihasilkan dari aktivitas harian.

    Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Rekening Bank
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Salah satu bukti nyata dari program ini adalah peresmian Waste Station yang berlokasi di Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara pihak perbankan dengan pemerintah daerah. Melalui fasilitas ini, masyarakat dapat menyetorkan sampah anorganik mereka dan mengubahnya menjadi nilai ekonomi yang langsung masuk ke rekening BTN.

    Hermita memaparkan bahwa BTN tengah mengembangkan lima ekosistem utama, yakni sektor pemerintah daerah, kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan perdagangan. Kelima sektor ini dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan hunian serta aktivitas masyarakat yang secara tidak langsung menghasilkan timbulan sampah.

    Urgensi pengelolaan sampah ini diperkuat oleh data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024. Tercatat, sampah rumah tangga menyumbang angka yang sangat signifikan, yakni sekitar 50,8% dari total 33,79 juta ton timbulan sampah nasional. Angka ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari unit terkecil, yaitu lingkungan permukiman.

    Di Waste Station Purwokerto, masyarakat dapat menyetorkan berbagai jenis sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas, kaleng, kaca, hingga limbah elektronik melalui aplikasi Rekosistem. Setiap sampah yang ditimbang akan dikonversi menjadi poin berdasarkan jenis dan beratnya. Poin inilah yang kemudian dapat dicairkan menjadi uang tunai melalui rekening BTN. Fasilitas ini memiliki kapasitas pengumpulan rata-rata mencapai 4 ton sampah per bulan.

    Keberhasilan ini menyusul jejak Waste Station BTN di Situbondo yang telah berhasil mengumpulkan sekitar 6,8 ton sampah anorganik. Ke depan, BTN juga berkomitmen untuk mendorong pemberdayaan generasi muda yang memiliki inovasi dalam pengolahan limbah melalui pelatihan dan business matching dengan pelaku usaha. Target jangka panjangnya, program ini tidak hanya menyasar sampah anorganik, tetapi juga merambah ke pengelolaan sampah organik agar tercipta siklus pengelolaan sampah yang sempurna.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Mantan Menteri Singapura Borong Saham Wilmar

    07-11-2026 - 20.06

    Empat BPR Resmi Merger Jadi Satu Entitas

    07-11-2026 - 20.02

    OJK Sanksi 7 Emiten dan Denda Miliaran Rupiah

    07-11-2026 - 18.06

    Siapa Saja 10 Orang Terkaya Dunia Saat Ini

    07-11-2026 - 18.02

    Eks Pakar Google Tak Mau Nabung Lagi

    07-11-2026 - 15.06

    Daftar Baru 83 Emiten Saham Konsentrasi Tinggi

    07-11-2026 - 15.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Mantan Menteri Singapura Borong Saham Wilmar

    agroplus.co.id – Dunia investasi agribisnis global tengah menyoroti langkah mengejutkan yang diambil oleh mantan Menteri…

    Empat BPR Resmi Merger Jadi Satu Entitas

    07-11-2026 - 20.02

    OJK Sanksi 7 Emiten dan Denda Miliaran Rupiah

    07-11-2026 - 18.06

    Siapa Saja 10 Orang Terkaya Dunia Saat Ini

    07-11-2026 - 18.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.