Close Menu
    What's Hot

    Mantan Menteri Singapura Borong Saham Wilmar

    07-11-2026 - 20.06

    Empat BPR Resmi Merger Jadi Satu Entitas

    07-11-2026 - 20.02

    OJK Sanksi 7 Emiten dan Denda Miliaran Rupiah

    07-11-2026 - 18.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Mantan Menteri Singapura Borong Saham Wilmar
    • Empat BPR Resmi Merger Jadi Satu Entitas
    • OJK Sanksi 7 Emiten dan Denda Miliaran Rupiah
    • Siapa Saja 10 Orang Terkaya Dunia Saat Ini
    • Eks Pakar Google Tak Mau Nabung Lagi
    • Daftar Baru 83 Emiten Saham Konsentrasi Tinggi
    • Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Rekening Bank
    • Ambisi Indonesia Jadi Raja Emas Dunia
    Sabtu, 7 November 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Mantan Menteri Singapura Borong Saham Wilmar
    Pangan

    Mantan Menteri Singapura Borong Saham Wilmar

    07-11-2026 - 20.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Dunia investasi agribisnis global tengah menyoroti langkah mengejutkan yang diambil oleh mantan Menteri Luar Negeri Singapura, George Yeo. Di tengah tekanan pasar dan isu lingkungan yang membayangi perusahaan, Yeo dilaporkan melakukan aksi borong saham pada raksasa agribisnis, Wilmar International. Langkah berani ini dilakukan saat harga saham perusahaan tersebut sedang mengalami tren penurunan yang cukup signifikan.

    Berdasarkan laporan yang dihimpun dari dokumen Bursa Efek Singapura, George Yeo telah menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 100.000 lembar melalui transaksi di pasar terbuka pada awal November lalu. Transaksi ini dilakukan dengan harga S$2,97 per lembar saham, yang jika dikonversi ke dalam mata uang rupiah, mencapai nilai sekitar Rp4,19 miliar. Dengan tambahan ini, total kepemilikan saham Yeo di Wilmar kini telah menembus angka lebih dari satu juta lembar.

    Mantan Menteri Singapura Borong Saham Wilmar
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Aksi beli yang dilakukan oleh Yeo ini tergolong menarik perhatian karena dilakukan saat kondisi fundamental Wilmar sedang menghadapi tantangan besar. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, harga saham Wilmar tercatat merosot lebih dari 14 persen. Penurunan ini bukan tanpa alasan; perusahaan agribisnis tersebut tengah berada di bawah radar otoritas Singapura terkait dugaan keterkaitan dengan isu kebakaran lahan di Indonesia yang memicu kabut asap lintas batas.

    Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) sebelumnya telah memberikan perhatian khusus terhadap sepuluh perusahaan besar, termasuk Wilmar. NEA meminta klarifikasi mendalam mengenai hubungan korporasi, kepemilikan konsesi lahan di Indonesia, hingga langkah-langkah konkret perusahaan dalam mencegah dan memadamkan kebakaran hutan. Bahkan, petinggi Wilmar, Kuok Khoon Hong, sempat dipanggil untuk menghadiri pertemuan tertutup dengan pemerintah Singapura.

    Menanggapi situasi tersebut, pihak Wilmar menyatakan komitmennya untuk bersikap kooperatif. Perusahaan telah menunjuk Control Risks Group untuk melakukan penilaian independen guna memastikan apakah mereka memiliki keterkaitan dengan kebakaran lahan yang menyebabkan polusi kabut asap di Singapura dan Malaysia. Wilmar juga telah menyerahkan dokumen tahap pertama sebagai bentuk kepatuhan terhadap Undang-Undang Polusi Kabut Asap Lintas Batas.

    Menariknya, dalam laporan sebelumnya, Wilmar mengakui pernah memasok pupuk dan bahan bakar diesel kepada beberapa perusahaan yang kini sedang diselidiki oleh NEA. Transaksi tersebut tercatat menyumbang pendapatan sekitar US$22,5 juta atau setara Rp407,25 miliar pada tahun fiskal 2025.

    George Yeo sendiri bukanlah sosok sembarangan di dunia korporasi dan politik. Ia bergabung dengan dewan direksi Wilmar sebagai direktur independen pada April 2024. Pengalaman diplomatiknya sebagai mantan Menteri Luar Negeri Singapura hingga tahun 2011 serta rekam jejak eksekutifnya di Kerry Group memberikan sinyal kuat bahwa langkahnya membeli saham di saat harga rendah merupakan sebuah strategi investasi yang terukur. Mengingat Wilmar dan Kerry sama-sama berada di bawah kendali keluarga Kuok, kepercayaan Yeo terhadap stabilitas jangka panjang perusahaan ini menjadi sorotan para pelaku pasar.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Empat BPR Resmi Merger Jadi Satu Entitas

    07-11-2026 - 20.02

    OJK Sanksi 7 Emiten dan Denda Miliaran Rupiah

    07-11-2026 - 18.06

    Siapa Saja 10 Orang Terkaya Dunia Saat Ini

    07-11-2026 - 18.02

    Eks Pakar Google Tak Mau Nabung Lagi

    07-11-2026 - 15.06

    Daftar Baru 83 Emiten Saham Konsentrasi Tinggi

    07-11-2026 - 15.02

    Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Rekening Bank

    07-11-2026 - 13.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Mantan Menteri Singapura Borong Saham Wilmar

    agroplus.co.id – Dunia investasi agribisnis global tengah menyoroti langkah mengejutkan yang diambil oleh mantan Menteri…

    Empat BPR Resmi Merger Jadi Satu Entitas

    07-11-2026 - 20.02

    OJK Sanksi 7 Emiten dan Denda Miliaran Rupiah

    07-11-2026 - 18.06

    Siapa Saja 10 Orang Terkaya Dunia Saat Ini

    07-11-2026 - 18.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.