agroplus.co.id – Emiten jasa pertambangan terkemuka, PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID), secara mengejutkan melakukan langkah ekspansi strategis di luar sektor inti bisnisnya. Perusahaan yang selama ini dikenal kuat di dunia pertambangan ini resmi mendirikan anak perusahaan baru yang bergerak di bidang jasa administratif dan telekomunikasi. Langkah ini menandai pergeseran fokus grup untuk memperkuat ekosistem bisnis mereka melalui diversifikasi layanan.
Berdasarkan informasi keterbukaan informasi yang dirilis pada Senin (2/11/2026), pembentukan entitas baru ini dilakukan melalui skema tidak langsung. Manajemen BUMA menjelaskan bahwa pendirian perusahaan ini dilakukan melalui dua anak perusahaan mereka, yakni PT Bisa Ruang Nuswantara dan PT Katalis Investama Mandiri. Kedua perusahaan tersebut masing-masing memegang kendali saham yang sangat dominan, yakni sebesar 99,99% dan 99,98% di entitas induk.

Entitas baru yang diberi nama PT Bestari Mitra Talenta (BEST) ini resmi berdiri pada 29 Oktober 2026. Kehadiran BEST bukan tanpa alasan. Perusahaan ini dirancang khusus untuk menjadi tulang punggung pendukung operasional grup secara keseluruhan. Dengan fokus pada aktivitas administratif, penunjang usaha, hingga sektor teknologi tinggi, BEST diharapkan mampu memberikan efisiensi yang lebih besar bagi seluruh lini bisnis di bawah naungan BUMA.
Secara lebih mendalam, cakupan bisnis PT Bestari Mitra Talenta sangat luas dan mencakup berbagai aspek modern. Selain layanan administratif konvensional, perusahaan ini juga akan merambah ke sektor telekomunikasi, pemrograman komputer, konsultasi teknologi, hingga penyediaan infrastruktur komputasi. Hal ini menunjukkan bahwa DOID mulai melihat peluang besar dalam digitalisasi dan jasa informasi sebagai mesin pertumbuhan baru.
Dalam menjalankan operasionalnya, BEST akan menyediakan berbagai layanan mulai dari penyediaan jasa penunjang fasilitas, pengelolaan kebersihan bangunan, hingga jasa lanskap. Tidak hanya itu, perusahaan ini juga akan menangani penyediaan tenaga kerja, administrasi perkantoran, serta layanan teknologi informasi dan pengolahan data yang kompleks. Struktur kepemilikan saham di BEST sendiri didominasi oleh PT Bisa Ruang Nusantara dengan porsi 99,6%, sementara sisanya sebesar 0,4% dimiliki oleh PT Katalis Investama Mandiri.
Meski langkah ini terlihat sebagai lompatan besar ke sektor yang berbeda, manajemen DOID menegaskan bahwa pendirian anak usaha ini tidak akan mengganggu stabilitas perusahaan. Mereka menyatakan bahwa pembentukan BEST tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan secara keseluruhan. Langkah ini dipandang sebagai upaya penguatan internal untuk memastikan seluruh kebutuhan pendukung grup dapat dikelola secara mandiri dan profesional. Melalui strategi ini, DOID mencoba membangun fondasi yang lebih kokoh untuk menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.
