Close Menu
    What's Hot

    Medco Siapkan Dividen Jumbo Rp544 Miliar

    03-11-2026 - 02.06

    Saham Antam Siap Bagi Dividen Melimpah

    03-11-2026 - 02.02

    Laba Danantara Melonjak Drastis ke Rp705 Miliar

    03-11-2026 - 00.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Medco Siapkan Dividen Jumbo Rp544 Miliar
    • Saham Antam Siap Bagi Dividen Melimpah
    • Laba Danantara Melonjak Drastis ke Rp705 Miliar
    • Dua Saham Masuk Pantauan Khusus BEI
    • Strategi Baru DOID Ekspansi ke Sektor Non Tambang
    • Strategi Baru Emtek Lepas Saham Indopay
    • Bos Blue Bird Borong Saham Perusahaan
    • OJK Ingatkan Industri Keuangan Syariah
    Selasa, 3 November 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Dua Saham Masuk Pantauan Khusus BEI
    Pangan

    Dua Saham Masuk Pantauan Khusus BEI

    03-11-2026 - 00.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Kondisi pasar modal Indonesia kembali diwarnai dengan kabar kurang sedap bagi para investor. Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan bahwa dua emiten yang tercatat di papan pengembangan kini masuk ke dalam daftar pemantauan khusus. Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi dan peringatan dini bagi para pelaku pasar terkait kondisi kesehatan keuangan perusahaan yang bersangkutan.

    Berdasarkan pengumuman resmi Bursa Nomor Peng-PK-00074/BEI.PLP/11-2026 yang dirilis pada Senin (2/11/2026), dua emiten yang terkena dampak kebijakan ini adalah PT Triniti Dinamik Tbk. (TRUE) dan PT Sriwahana Adityakarta Tbk. (SWAT). Penempatan kedua saham ini dalam kategori pemantauan khusus menandakan adanya indikasi masalah fundamental yang perlu diwaspadai oleh para investor.

    Dua Saham Masuk Pantauan Khusus BEI
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Emiten pertama, PT Triniti Dinamik Tbk. (TRUE), masuk dalam radar pemantauan khusus karena performa pendapatan yang dianggap bermasalah. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan bursa, TRUE dinilai tidak membukukan pendapatan atau tidak menunjukkan adanya perubahan pendapatan yang signifikan pada laporan keuangan terbaru jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hal ini mengindikaskan adanya stagnasi aktivitas bisnis yang dapat memengaruhi kepercayaan pasar.

    Kondisi ini terlihat dari pergerakan harga sahamnya yang cukup drastis. Merujuk pada data Stockbit, saham TRUE mengalami pelemahan sebesar 6,67% ke level Rp28 per saham pada perdagangan terbaru. Jika dihitung secara tahunan, nilai saham ini telah anjlok hingga 86,67%, sebuah angka yang sangat mencolok bagi para pemegang saham.

    Di sisi lain, PT Sriwahana Adityakarta Tbk. (SWAT) juga tidak luput dari pengawasan ketat. Alasan masuknya SWAT ke dalam daftar pemantauan khusus adalah karena kondisi ekuitas perusahaan yang telah menunjukkan angka negatif pada laporan keuangan terakhir. Kondisi ekuitas negatif merupakan sinyal merah yang menunjukkan bahwa kewajiban perusahaan telah melampaui total aset yang dimiliki.

    Selain itu, perdagangan saham SWAT saat ini juga dalam kondisi yang sangat terbatas. Sejak 30 Juni 2025, perdagangan saham ini telah mengalami suspensi atau pembekuan oleh pihak bursa. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan perusahaan dalam menyampaikan laporan keuangan berkala terbaru, serta adanya kewajiban denda yang belum diselesaikan kepada otoritas bursa. Saat ini, harga saham SWAT berada di level Rp16 per saham.

    Perlu diketahui bahwa BEI memiliki berbagai kriteria ketat untuk memasukkan sebuah saham ke dalam daftar pemantauan khusus. Beberapa di antaranya meliputi opini audit yang tidak menyatakan pendapat, kondisi perusahaan yang sedang dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), hingga status pailit atau pembatalan perdamaian.

    Bagi para investor, pengumuman ini menjadi pengingat penting untuk lebih berhati-hati dalam melakukan analisis fundamental sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada saham-saham yang memiliki profil risiko tinggi seperti ini. Perubahan status ini mulai berlaku efektif pada tanggal 3 November 2026.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Medco Siapkan Dividen Jumbo Rp544 Miliar

    03-11-2026 - 02.06

    Saham Antam Siap Bagi Dividen Melimpah

    03-11-2026 - 02.02

    Laba Danantara Melonjak Drastis ke Rp705 Miliar

    03-11-2026 - 00.06

    Strategi Baru DOID Ekspansi ke Sektor Non Tambang

    02-11-2026 - 23.06

    Strategi Baru Emtek Lepas Saham Indopay

    02-11-2026 - 23.02

    Bos Blue Bird Borong Saham Perusahaan

    02-11-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Medco Siapkan Dividen Jumbo Rp544 Miliar

    agroplus.co.id – Kabar gembira datang bagi para investor yang menanamkan modalnya di sektor energi. Raksasa…

    Saham Antam Siap Bagi Dividen Melimpah

    03-11-2026 - 02.02

    Laba Danantara Melonjak Drastis ke Rp705 Miliar

    03-11-2026 - 00.06

    Dua Saham Masuk Pantauan Khusus BEI

    03-11-2026 - 00.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.