Close Menu
    What's Hot

    Medco Siapkan Dividen Jumbo Rp544 Miliar

    03-11-2026 - 02.06

    Saham Antam Siap Bagi Dividen Melimpah

    03-11-2026 - 02.02

    Laba Danantara Melonjak Drastis ke Rp705 Miliar

    03-11-2026 - 00.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Medco Siapkan Dividen Jumbo Rp544 Miliar
    • Saham Antam Siap Bagi Dividen Melimpah
    • Laba Danantara Melonjak Drastis ke Rp705 Miliar
    • Dua Saham Masuk Pantauan Khusus BEI
    • Strategi Baru DOID Ekspansi ke Sektor Non Tambang
    • Strategi Baru Emtek Lepas Saham Indopay
    • Bos Blue Bird Borong Saham Perusahaan
    • OJK Ingatkan Industri Keuangan Syariah
    Selasa, 3 November 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Laba Danantara Melonjak Drastis ke Rp705 Miliar
    Pangan

    Laba Danantara Melonjak Drastis ke Rp705 Miliar

    03-11-2026 - 00.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Lembaga investasi strategis bentukan Presiden RI Prabowo Subianto, PT Danantara Investment Management (DIM), menunjukkan performa keuangan yang sangat impresif. Dalam laporan terbaru hingga periode 30 April 2026, perusahaan ini berhasil membukukan laba bersih mencapai US$40,61 juta atau jika dikonversikan ke dalam mata uang domestik setara dengan Rp705,73 miliar.

    Pencapaian ini menandai titik balik yang signifikan bagi perusahaan. Jika menilik data pada periode yang sama di tahun sebelumnya, Danantara justru mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp131 juta. Lonjakan laba ini tidak hanya menunjukkan pemulihan, tetapi juga pertumbuhan yang sangat masif. Jika dibandingkan dengan total laba bersih sepanjang tahun 2025 yang sebesar Rp116,33 miliar (US$6,69 juta), maka performa empat bulan pertama di tahun 2026 ini melesat hingga 506,65 persen.

    Laba Danantara Melonjak Drastis ke Rp705 Miliar
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Perlu dicatat bahwa Danantara baru mulai menjalankan operasi komersialnya secara penuh pada akhir Oktober 2025 setelah mendapatkan suntikan modal dari para pemegang saham. Hal inilah yang menyebabkan laporan keuangan tahun 2025 hanya mencerminkan periode operasional yang sangat singkat. Pada empat bulan pertama tahun 2025, perusahaan bahkan belum mampu menghasilkan pendapatan dan masih harus menanggung beban operasional sebesar Rp132 juta.

    Berdasarkan data dari bursa Singapura, pendapatan perseroan pada kuartal pertama tahun ini tercatat mencapai Rp1,10 triliun (US$63,01 juta). Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 36,67 persen jika dibandingkan dengan total pendapatan sepanjang tahun 2025 yang berada di angka Rp801,24 miliar.

    Di sisi lain, struktur beban perusahaan juga mengalami perubahan. Beban operasional tercatat sebesar Rp330,56 miliar, atau setara dengan 62,89 persen dari total beban operasional tahun 2025. Sementara itu, beban keuangan mengalami kenaikan tajam sebesar 119 persen menjadi Rp1,01 triliun dari sebelumnya Rp460,74 miliar.

    Faktor pendorong utama dari lonjakan keuntungan ini juga datang dari pendapatan non-operasional. Amortisasi keuntungan tangguhan (deferred gain) melonjak 113,75 persen menjadi Rp644,23 miliar. Selain itu, keuntungan dari selisih kurs juga memberikan kontribusi besar dengan catatan Rp306,03 miliar, naik drastis dibandingkan hanya Rp64 juta pada tahun 2025.

    Melihat kondisi neraca per 30 April 2026, total aset perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 6,09 persen menjadi Rp140,03 triliun. Total liabilitas atau kewajiban juga naik 11,85 persen menjadi Rp69,20 triliun, yang sebagian besar didorong oleh kenaikan surat utang jangka panjang (long-term notes).

    Meskipun laba bersih melonjak, arus kas operasional perusahaan tercatat berada di angka negatif Rp15,89 triliun pada empat bulan pertama 2026, berbanding terbalik dengan kondisi tahun 2025 yang sempat mencatatkan arus kas positif sebesar Rp236,41 miliar. Kondisi ini menyebabkan posisi kas dan setara kas perusahaan sedikit menyusut 6,52 persen menjadi Rp123,03 triliun.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Medco Siapkan Dividen Jumbo Rp544 Miliar

    03-11-2026 - 02.06

    Saham Antam Siap Bagi Dividen Melimpah

    03-11-2026 - 02.02

    Dua Saham Masuk Pantauan Khusus BEI

    03-11-2026 - 00.02

    Strategi Baru DOID Ekspansi ke Sektor Non Tambang

    02-11-2026 - 23.06

    Strategi Baru Emtek Lepas Saham Indopay

    02-11-2026 - 23.02

    Bos Blue Bird Borong Saham Perusahaan

    02-11-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Medco Siapkan Dividen Jumbo Rp544 Miliar

    agroplus.co.id – Kabar gembira datang bagi para investor yang menanamkan modalnya di sektor energi. Raksasa…

    Saham Antam Siap Bagi Dividen Melimpah

    03-11-2026 - 02.02

    Laba Danantara Melonjak Drastis ke Rp705 Miliar

    03-11-2026 - 00.06

    Dua Saham Masuk Pantauan Khusus BEI

    03-11-2026 - 00.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.