Close Menu
    What's Hot

    11-01-2026 - 10.06

    Banjir Sumatra: Bulog Ungkap Jurus Jitu Penyelamat Pangan!

    10-01-2026 - 10.06

    Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025

    09-01-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Banjir Sumatra: Bulog Ungkap Jurus Jitu Penyelamat Pangan!
    • Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025
    • Prabowo: Indonesia Wajib Merdeka Pangan, Stop Impor!
    • Rekor Baru! Produksi Beras RI 2025 Lampaui Target
    • Gebrak Pangan! Mentan Amran: Juru Kunci Visi Prabowo?
    • Siap-siap Panen Raya! Bulog Sediakan ‘Benteng’ Beras 2 Juta Ton!
    Minggu, 11 Januari 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Petani Muda, Waspada! Informasi Pertanian di Medsos Tak Selalu Benar!
    Pangan

    Petani Muda, Waspada! Informasi Pertanian di Medsos Tak Selalu Benar!

    10-05-2025 - 10.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Petani Muda, Waspada! Informasi Pertanian di Medsos Tak Selalu Benar!

    Agroplus – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, baru-baru ini menyoroti kendala akses informasi riset pertanian bagi generasi muda. Dalam kunjungannya ke Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP-TRI) di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (9/5), beliau mengungkapkan keprihatinannya terhadap keterbatasan akses informasi riset pertanian yang akurat dan aplikatif bagi para petani muda.

    Indonesia, menurut Wamentan, sebenarnya memiliki infrastruktur riset pertanian yang mumpuni. Terdapat 64 balai penelitian di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan), yang cakupannya luas, mulai dari pembibitan, perbenihan, pascapanen, inseminasi buatan, vaksinasi, hingga pengolahan susu. "Fasilitasnya lengkap, tenaga ahli kita juga terlatih dan berkualitas," ujar Sudaryono.

    Petani Muda, Waspada! Informasi Pertanian di Medsos Tak Selalu Benar!
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Namun, masalah utama bukan terletak pada ketersediaan riset, melainkan pada aksesibilitasnya. Banyak petani muda, khususnya, mengandalkan informasi dari media sosial seperti TikTok dan YouTube sebagai panduan utama dalam bercocok tanam. "Mereka mengikuti tutorial pembuatan pakan ternak atau strategi investasi pertanian dari media sosial, namun seringkali gagal karena informasi tersebut tidak berbasis ilmiah," tegas Wamentan.

    Sudaryono menekankan perlunya penyederhanaan informasi riset agar mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat. Modul-modul praktis, petunjuk teknis (juknis), dan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang ringkas dan jelas sangat dibutuhkan. Kementan, lanjut beliau, telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memastikan hasil riset dapat diaplikasikan langsung di lapangan.

    "Tantangan terbesar adalah bagaimana mengemas hasil riset yang kompleks agar mudah ditiru dan diterapkan oleh masyarakat," kata Sudaryono. Berbagai hasil riset, mulai dari budidaya kelapa, cokelat, hingga pemanfaatan biomassa, telah tersedia dan siap dimanfaatkan. Namun, kemudahan akses dan pemahaman informasi inilah yang perlu ditingkatkan.

    Kementan juga menyediakan layanan penyuluhan pertanian di berbagai daerah untuk membimbing petani dan calon pelaku usaha pertanian. "Fasilitas sudah ada, yang terpenting adalah bagaimana memastikan petani mendapatkan akses informasi yang tepat dan akurat," pungkas Sudaryono. Ia berharap agar informasi riset pertanian yang valid dapat menjangkau lebih banyak petani muda, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan keberhasilan usaha pertanian mereka.

    Follow on Google News
    Sasmito

      gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

      Related Posts

      11-01-2026 - 10.06

      Banjir Sumatra: Bulog Ungkap Jurus Jitu Penyelamat Pangan!

      10-01-2026 - 10.06

      Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025

      09-01-2026 - 10.06

      Prabowo: Indonesia Wajib Merdeka Pangan, Stop Impor!

      08-01-2026 - 10.06

      Rekor Baru! Produksi Beras RI 2025 Lampaui Target

      07-01-2026 - 10.06

      06-01-2026 - 10.06
      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      Don't Miss
      Pangan

      Beras Aman Hingga Lebaran 2026, Bulog Bidik Ekspor! Agroplus – Kabar gembira bagi seluruh masyarakat…

      Banjir Sumatra: Bulog Ungkap Jurus Jitu Penyelamat Pangan!

      10-01-2026 - 10.06

      Petani Bersorak! Bulog Pecahkan Rekor Serap Gabah 2025

      09-01-2026 - 10.06

      Prabowo: Indonesia Wajib Merdeka Pangan, Stop Impor!

      08-01-2026 - 10.06
      Top Posts

      Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

      09-04-2025 - 08.22

      Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

      09-04-2025 - 10.06
      agroplus
      © 2026 KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.