Close Menu
    What's Hot

    BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!

    30-04-2026 - 10.06

    Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta

    29-04-2026 - 10.06

    Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?

    27-04-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!
    • Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta
    • Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?
    • Cianjur Dulu: Kopi Melimpah, Rakyat Menderita, Bupati Mewah!
    • Pensiun Dini dari OnlyFans, Raup Rp1 Triliun!
    • WIKA Lolos Badai! Investor Percaya, Sektor Pertanian Untung?
    • Kursi Direksi Timah Bergeser, Ini Tujuan Barunya!
    Senin, 18 Mei 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Petani Muda, Waspada! Informasi Pertanian di Medsos Tak Selalu Benar!
    Pangan

    Petani Muda, Waspada! Informasi Pertanian di Medsos Tak Selalu Benar!

    10-05-2025 - 10.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Petani Muda, Waspada! Informasi Pertanian di Medsos Tak Selalu Benar!

    Agroplus – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, baru-baru ini menyoroti kendala akses informasi riset pertanian bagi generasi muda. Dalam kunjungannya ke Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP-TRI) di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (9/5), beliau mengungkapkan keprihatinannya terhadap keterbatasan akses informasi riset pertanian yang akurat dan aplikatif bagi para petani muda.

    Indonesia, menurut Wamentan, sebenarnya memiliki infrastruktur riset pertanian yang mumpuni. Terdapat 64 balai penelitian di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan), yang cakupannya luas, mulai dari pembibitan, perbenihan, pascapanen, inseminasi buatan, vaksinasi, hingga pengolahan susu. "Fasilitasnya lengkap, tenaga ahli kita juga terlatih dan berkualitas," ujar Sudaryono.

    Petani Muda, Waspada! Informasi Pertanian di Medsos Tak Selalu Benar!
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Namun, masalah utama bukan terletak pada ketersediaan riset, melainkan pada aksesibilitasnya. Banyak petani muda, khususnya, mengandalkan informasi dari media sosial seperti TikTok dan YouTube sebagai panduan utama dalam bercocok tanam. "Mereka mengikuti tutorial pembuatan pakan ternak atau strategi investasi pertanian dari media sosial, namun seringkali gagal karena informasi tersebut tidak berbasis ilmiah," tegas Wamentan.

    Sudaryono menekankan perlunya penyederhanaan informasi riset agar mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat. Modul-modul praktis, petunjuk teknis (juknis), dan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang ringkas dan jelas sangat dibutuhkan. Kementan, lanjut beliau, telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memastikan hasil riset dapat diaplikasikan langsung di lapangan.

    "Tantangan terbesar adalah bagaimana mengemas hasil riset yang kompleks agar mudah ditiru dan diterapkan oleh masyarakat," kata Sudaryono. Berbagai hasil riset, mulai dari budidaya kelapa, cokelat, hingga pemanfaatan biomassa, telah tersedia dan siap dimanfaatkan. Namun, kemudahan akses dan pemahaman informasi inilah yang perlu ditingkatkan.

    Kementan juga menyediakan layanan penyuluhan pertanian di berbagai daerah untuk membimbing petani dan calon pelaku usaha pertanian. “Fasilitas sudah ada, yang terpenting adalah bagaimana memastikan petani mendapatkan akses informasi yang tepat dan akurat,” pungkas Sudaryono. Ia berharap agar informasi riset pertanian yang valid dapat menjangkau lebih banyak petani muda, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan keberhasilan usaha pertanian mereka. Verdifjord

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!

    30-04-2026 - 10.06

    Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta

    29-04-2026 - 10.06

    Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?

    27-04-2026 - 10.06

    Cianjur Dulu: Kopi Melimpah, Rakyat Menderita, Bupati Mewah!

    26-04-2026 - 10.06

    25-04-2026 - 10.06

    Pensiun Dini dari OnlyFans, Raup Rp1 Triliun!

    24-04-2026 - 10.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!

    Agroplus – Kabar mengejutkan datang dari lantai bursa bagi para pelaku pasar, termasuk investor di…

    Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta

    29-04-2026 - 10.06

    Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?

    27-04-2026 - 10.06

    Cianjur Dulu: Kopi Melimpah, Rakyat Menderita, Bupati Mewah!

    26-04-2026 - 10.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.