Agroplus – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam memastikan setiap tetes bantuan untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sampai ke tangan yang berhak. Penegasan ini disampaikan Amran saat memantau langsung proses pemberangkatan logistik dari Dermaga Kolinlamil Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, baru-baru ini.
Mentan Amran memastikan bahwa seluruh bantuan Kementan/Bapanas Peduli yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi tersebut akan dikawal secara penuh, mulai dari titik keberangkatan hingga tersalurkan langsung kepada para penerima.

Pernyataan tegas Mentan Amran ini bukan tanpa alasan. Ia merespons isu dugaan hilangnya 80 ton bantuan di Kabupaten Bener Meriah yang menyebabkan kelangkaan logistik. "Yang penting itu bukan bantuan dari kami. Biar nanti penegak hukum yang akan mengusut tuntas," jelas Amran, menekankan bahwa bantuan Kementan/Bapanas Peduli memiliki sistem pengawasan yang berbeda dan ketat.
Amran merinci mekanisme pengamanan bantuan yang disalurkan. Menurutnya, sebagian besar logistik diterima dalam bentuk barang jadi dan langsung berada di bawah pengawasan ketat. "Kami kawal mulai dari titik penerimaan hingga masuk ke kapal pengangkut. Setibanya di lokasi tujuan, tim khusus kami sudah siaga di lapangan untuk menyambut dan mengawal distribusi," paparnya, memastikan tidak ada celah untuk penyalahgunaan.
Untuk memastikan akuntabilitas, Mentan Amran menugaskan sejumlah pejabat tinggi untuk memimpin langsung pengawalan di masing-masing daerah. Di Aceh, Inspektur Jenderal Kementan Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan berkolaborasi dengan Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto. Sementara itu, di Sumatera Utara, pengawasan diserahkan kepada Ali Jamil dari Kementan dan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa. Khusus untuk Sumatera Barat, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti bersama Direktur Bidang Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Brigjen Hermawan, bertanggung jawab penuh memantau jalannya distribusi.
Amran menegaskan, tim di lapangan diwajibkan memberikan laporan yang sangat detail. "Kami kawal hingga ke titik distribusi akhir. Laporan lengkap, termasuk dokumentasi foto kuantitas dan jenis setiap barang yang tiba di lokasi, wajib kami terima sebagai bukti transparansi," tegasnya.
Bantuan ini, lanjut Amran, merupakan gabungan dari donasi pribadi pejabat dan staf Kementan senilai Rp 75 miliar, serta alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 1,2 triliun. "Tanggung jawab penuh atas pengawalan hingga titik pembagian akhir berada di tangan Direktur Utama Bulog, Letnan Jenderal Ahmad Rizal Ramdhan. Jadi, masyarakat tidak perlu ragu, kami pastikan bantuan ini terkawal dengan baik," pungkas Amran, memberikan jaminan.
Tak lupa, Mentan Amran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) atas dukungan logistik. "Kami berterima kasih kepada Kasau yang telah memfasilitasi pengiriman bantuan menggunakan pesawat Hercules ke Aceh dan berbagai lokasi bencana lainnya. Ini sangat membantu percepatan penyaluran," imbuhnya.