Close Menu
    What's Hot

    MRT Bikin Pengembang DKI Rela Korban Tanah Rp300 Juta/m²!

    25-08-2026 - 15.06

    Krisis Minyak: Sanksi AS & Ancaman Iran, Harga Terbang!

    25-08-2026 - 10.06

    25-08-2026 - 05.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • MRT Bikin Pengembang DKI Rela Korban Tanah Rp300 Juta/m²!
    • Krisis Minyak: Sanksi AS & Ancaman Iran, Harga Terbang!
    • Kabar Buruk ADHI: Saham Disuspensi, Utang Bunga Menggantung!
    • Nabi AI Ambruk! Rp534 Triliun Lenyap dalam Sepekan?
    • Terkuak! 8 Jurus Sarjito Amankan Bursa Komoditas RI!
    • Pindar Meledak! Peluang Emas di Fintech Lending Days 2026
    • IKN Bak Lahan Subur: Investor China Ungkap Visi Ajaib!
    Selasa, 25 Agustus 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Harta Karun Banten: 30.000 Ton Emas Dirampok Asing!
    Pangan

    Harta Karun Banten: 30.000 Ton Emas Dirampok Asing!

    13-06-2026 - 10.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Emas, logam mulia yang tak lekang oleh waktu, selalu menjadi magnet bagi investor, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, jauh sebelum hiruk-pikuk pasar modal modern, bumi Nusantara menyimpan kisah emas raksasa yang tak hanya menghebohkan, tetapi juga menyisakan luka sejarah. Di Cikotok, Banten, pernah tersembunyi puluhan ribu ton emas, sebuah kekayaan alam yang seharusnya menjadi berkah, namun ironisnya, justru lebih banyak dinikmati pihak asing.

    Desas-desus tentang sumber emas melimpah di selatan Batavia sudah lama beredar di kalangan pemerintah kolonial Belanda. Wilayah Cikotok, yang hanya berjarak sekitar 200 kilometer dari pusat kota, menjadi fokus utama. Untuk membuktikan kabar burung ini, pada tahun 1919, sebuah tim penelitian geologi dipimpin oleh W.F.F. Oppenoorth memulai ekspedisi menantang. Mereka menyusuri hutan belantara Jawa, membuka jalan, dan menggali terowongan, bertekad menemukan "harta karun" yang tersembunyi di perut bumi Banten.

    Harta Karun Banten: 30.000 Ton Emas Dirampok Asing!
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Setelah perjuangan panjang dan biaya yang tidak sedikit – tercatat 80.000 gulden per tahun dihabiskan – kerja keras Oppenoorth dan tim membuahkan hasil. Pada tahun 1928, dengan 25 terowongan yang berhasil dibangun membelah perbukitan terjal, sebuah pengumuman mengejutkan dirilis oleh harian Sumatra-bode: Cikotok menyimpan cadangan emas hingga 30.000 ton! Angka ini kemudian bahkan direvisi lebih tinggi pada tahun 1933 oleh de Locomotief, menyebutkan potensi lebih dari 61.000 ton emas dengan nilai fantastis 3,68 miliar gulden pada masanya. Sebuah penemuan yang mengubah peta pertambangan Indonesia.

    Namun, kegemparan atas penemuan ini segera berganti dengan kenyataan pahit. Kekayaan luar biasa ini justru menjadi ladang keuntungan bagi pemerintah kolonial. Hak operasional diserahkan kepada NV Mijnbouw Maatchappij Zuid Bantam, yang kemudian melakukan penambangan secara masif. Infrastruktur pendukung dibangun, termasuk akses jalan baru dari Rangkasbitung dan Pelabuhan Ratu, serta pabrik berkapasitas 20 ton per hari. Para kuli tambang pribumi sering menemukan bongkahan emas dengan berat bervariasi, bahkan hingga 126 gram, namun kemakmuran itu tak pernah menyentuh mereka. Janji kesejahteraan bagi penduduk pribumi hanyalah isapan jempol belaka, sementara emas terus mengalir deras ke kantong-kantong asing.

    Sejarah mencatat, tambang emas Cikotok menjadi salah satu tambang terbesar yang pernah dikelola di era kolonial, dan berlanjut di era kemerdekaan. Setelah Indonesia merdeka, operasional tambang diambil alih oleh NV Perusahaan Pembangunan Pertambangan, kemudian diteruskan oleh PT Aneka Tambang pada tahun 1974. Namun, setiap kekayaan alam memiliki batasnya. Pada tahun 2005, riwayat tambang emas Cikotok berakhir setelah kandungan emasnya dinyatakan habis. Meski demikian, warisan Cikotok tak sepenuhnya pudar. Kisahnya menjadi cikal bakal dan pelajaran berharga bagi industri pertambangan emas modern di Indonesia, termasuk bagi tambang-tambang raksasa seperti Freeport di Papua. Sebuah pengingat akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan bagi kesejahteraan bangsa sendiri.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    MRT Bikin Pengembang DKI Rela Korban Tanah Rp300 Juta/m²!

    25-08-2026 - 15.06

    Krisis Minyak: Sanksi AS & Ancaman Iran, Harga Terbang!

    25-08-2026 - 10.06

    25-08-2026 - 05.06

    Kabar Buruk ADHI: Saham Disuspensi, Utang Bunga Menggantung!

    25-08-2026 - 02.06

    Nabi AI Ambruk! Rp534 Triliun Lenyap dalam Sepekan?

    24-08-2026 - 20.06

    Terkuak! 8 Jurus Sarjito Amankan Bursa Komoditas RI!

    24-08-2026 - 15.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    MRT Bikin Pengembang DKI Rela Korban Tanah Rp300 Juta/m²!

    Agroplus – Dulu, membangun properti di Jakarta tanpa koneksi transportasi massal mungkin bukan masalah besar.…

    Krisis Minyak: Sanksi AS & Ancaman Iran, Harga Terbang!

    25-08-2026 - 10.06

    25-08-2026 - 05.06

    Kabar Buruk ADHI: Saham Disuspensi, Utang Bunga Menggantung!

    25-08-2026 - 02.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.