Agroplus – Kabar menarik datang dari dunia investasi nasional, di mana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) baru saja membuka strategi alokasi dana mereka yang signifikan di pasar modal. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, dalam gelaran Indonesia Economic Outlook pada Jumat (13/2/2026) lalu, secara gamblang mengungkapkan bahwa sekitar 50% dari total dana investasi Danantara akan diarahkan ke public equity, termasuk saham dan obligasi.
Pandu menegaskan bahwa alokasi 50% tersebut merupakan bagian dari strategi alokasi aset mereka. "Kita akan mengarahkan 50% dana ke investasi publik, yang bisa berupa obligasi maupun saham. Kuncinya, saat masuk ke pasar saham, kita harus memilih perusahaan yang benar-benar berkualitas," jelas Pandu, seperti dikutip pada Minggu (15/2/2026).

Lebih lanjut, Pandu merinci kriteria ketat yang diterapkan Danantara dalam memilih instrumen investasi di pasar saham. "Penting bagi kami untuk berinvestasi pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, valuasi yang menarik, dan yang tak kalah penting, memiliki likuiditas yang tinggi. Ini memungkinkan kami untuk fleksibel dalam keluar-masuk pasar," paparnya.
Menariknya, Pandu juga sempat membocorkan bahwa Danantara telah memulai aktivitas investasinya di pasar modal secara bertahap. "Kami sudah berinvestasi, namun memang kami melakukannya secara lebih senyap. Informasi yang terlalu terbuka bisa memengaruhi dinamika pasar," ungkapnya, mengisyaratkan pendekatan yang hati-hati.
Secara garis besar, tiga pilar utama yang menjadi pertimbangan Danantara dalam memilih saham adalah fundamental yang kokoh, likuiditas yang memadai, dan valuasi yang menarik. Ini menunjukkan komitmen Danantara untuk berinvestasi secara cerdas dan terukur, demi pertumbuhan portofolio yang berkelanjutan.
