Terkuak! Merger Raksasa Penerbangan Indonesia di 2026!
Agroplus – Dunia penerbangan nasional akan menyaksikan babak baru yang signifikan. Sebuah pengumuman penting telah datang dari Dony Oskaria, Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), yang membocorkan jadwal resmi penggabungan tiga maskapai BUMN raksasa: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), Citilink, dan Pelita Air. Proses integrasi ini, yang akan menjadikan Garuda sebagai induk utama, diproyeksikan rampung pada kuartal pertama tahun 2026.

Dengan demikian, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) akan secara resmi mengambil alih peran sebagai entitas induk bagi Citilink dan Pelita Air, yang saat ini beroperasi sebagai anak usaha dari PT Pertamina (Persero). Pernyataan ini disampaikan Dony dalam forum bergengsi CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 yang berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Jumat (12/2/2026), menegaskan komitmen pemerintah untuk menata ulang lanskap penerbangan domestik.
Dony menjelaskan bahwa proses penyatuan ketiga maskapai ‘plat merah’ ini akan dijalankan dengan sangat hati-hati. Pendekatan yang diambil adalah memisahkan secara jelas antara permasalahan yang ada dengan konsep bisnis jangka panjang. "Saya selalu menekankan, kita harus membedakan antara masalah yang sedang dihadapi dengan visi konsep bisnis. Setiap entitas bisnis harus terintegrasi dalam satu ekosistem penerbangan yang solid," tegas Dony, menggarisbawahi pentingnya sinergi untuk efisiensi dan kekuatan operasional.
Dony juga menyampaikan harapannya agar masyarakat tidak perlu cemas. Ia memastikan bahwa perbaikan dan pembenahan internal di tubuh Garuda Grup akan terus dilakukan secara berkelanjutan. BPI Danantara, sebagai pemegang saham utama, akan berperan aktif dalam memantau setiap langkah transformasi bisnis Garuda Indonesia. "Kami akan terus mengawasi dengan seksama proses transformasi Garuda Indonesia ini, demi memastikan hasilnya lebih baik dan optimal di masa depan," pungkas Dony, memberikan jaminan akan masa depan yang lebih cerah bagi industri penerbangan nasional.
