Close Menu
    What's Hot

    Mantan Menteri Singapura Borong Saham Wilmar

    07-11-2026 - 20.06

    Empat BPR Resmi Merger Jadi Satu Entitas

    07-11-2026 - 20.02

    OJK Sanksi 7 Emiten dan Denda Miliaran Rupiah

    07-11-2026 - 18.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Mantan Menteri Singapura Borong Saham Wilmar
    • Empat BPR Resmi Merger Jadi Satu Entitas
    • OJK Sanksi 7 Emiten dan Denda Miliaran Rupiah
    • Siapa Saja 10 Orang Terkaya Dunia Saat Ini
    • Eks Pakar Google Tak Mau Nabung Lagi
    • Daftar Baru 83 Emiten Saham Konsentrasi Tinggi
    • Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Rekening Bank
    • Ambisi Indonesia Jadi Raja Emas Dunia
    Sabtu, 7 November 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Sukuk Global Indonesia Laku Keras di Pasar
    Pangan

    Sukuk Global Indonesia Laku Keras di Pasar

    06-11-2026 - 18.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah keuangan internasional. Melalui langkah strategis, pemerintah sukses menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk global dengan nilai fantastis mencapai US$3 miliar. Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, angka tersebut setara dengan Rp54,24 triliun berdasarkan kurs Rp18.080 per dolar AS.

    Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa instrumen keuangan berbasis syariah asal Indonesia memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi para investor global. Penerbitan sukuk kali ini dibagi ke dalam tiga skema tenor yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan diversifikasi portofolio para pemodal.

    Sukuk Global Indonesia Laku Keras di Pasar
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Rincian dari penerbitan tersebut meliputi seri tenor 3 tahun senilai US$0,5 miliar, seri tenor 5 tahun sebesar US$1,0 miliar, dan seri tenor paling panjang yakni 10 tahun dengan nilai US$1,5 miliar. Ketiga seri ini menggunakan format RegS/144A Trust Certificates yang dijadwalkan akan jatuh tempo masing-masing pada tahun 2029, 2031, dan 2036.

    Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, transaksi ini merupakan kali keenam bagi pemerintah Indonesia untuk mengakses pasar keuangan internasional sepanjang tahun ini. Sebelumnya, pemerintah telah sukses melakukan lima kali penerbitan dalam berbagai mata uang dunia, mulai dari dolar AS (USD), Euro (EUR), Yuan (CNY), hingga Yen Jepang (JPY) melalui instrumen konvensional.

    Menariknya, imbal hasil yang ditawarkan juga menjadi daya tarik tersendiri. Untuk seri tenor 3 tahun (SNI1129), imbal hasil yang ditawarkan berada di angka 5,45%. Sementara untuk seri tenor 5 tahun (SNI1131), imbal hasilnya mencapai 5,85%. Sedangkan untuk seri tenor panjang 10 tahun (SNI1136), pemerintah menawarkan imbal hasil sebesar 6,25%.

    Antusiasme pasar terlihat sangat luar biasa. DJPPR mencatat bahwa permintaan terhadap sukuk ini mengalami oversubscribed atau kelebihan permintaan. Hal ini dipicu oleh kondisi pasar yang sedang konstruktif serta sentimen positif pasca pemilihan umum paruh waktu (midterm) di Amerika Serikat. Secara total, ketiga tenor tersebut mencatatkan tingkat kelebihan permintaan rata-rata sebesar 2,9 kali lipat.

    Tingginya minat investor dari berbagai belahan dunia ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah meyakini bahwa kepercayaan investor tetap kokoh karena didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang tangguh, pengelolaan fiskal yang hati-hati, serta kebijakan moneter yang dinilai kredibel oleh pasar global.

    Dalam transaksi besar ini, sejumlah lembaga keuangan ternama dunia turut ambil bagian. BofA Securities, Dubai Islamic Bank, HSBC, J.P. Morgan (B&D), dan KFH Capital Investment Company K.S.C.C bertindak sebagai Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners. Sementara itu, peran Co-Managers dijalankan oleh perusahaan sekuritas dalam negeri, yakni PT BRI Danareksa Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Mantan Menteri Singapura Borong Saham Wilmar

    07-11-2026 - 20.06

    Empat BPR Resmi Merger Jadi Satu Entitas

    07-11-2026 - 20.02

    OJK Sanksi 7 Emiten dan Denda Miliaran Rupiah

    07-11-2026 - 18.06

    Siapa Saja 10 Orang Terkaya Dunia Saat Ini

    07-11-2026 - 18.02

    Eks Pakar Google Tak Mau Nabung Lagi

    07-11-2026 - 15.06

    Daftar Baru 83 Emiten Saham Konsentrasi Tinggi

    07-11-2026 - 15.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Mantan Menteri Singapura Borong Saham Wilmar

    agroplus.co.id – Dunia investasi agribisnis global tengah menyoroti langkah mengejutkan yang diambil oleh mantan Menteri…

    Empat BPR Resmi Merger Jadi Satu Entitas

    07-11-2026 - 20.02

    OJK Sanksi 7 Emiten dan Denda Miliaran Rupiah

    07-11-2026 - 18.06

    Siapa Saja 10 Orang Terkaya Dunia Saat Ini

    07-11-2026 - 18.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.