agroplus.co.id – Langkah strategis diambil oleh pucuk pimpinan PT Blue Bird Tbk (BIRD) dalam memperkuat posisinya di perusahaan transportasi legendaris tersebut. Adrianto Djokosoetono, yang menjabat sebagai Direktur Utama, baru-baru ini tercatat melakukan aksi beli besar-besaran terhadap saham emiten transportasi tersebut melalui serangkaian transaksi di pasar modal.
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Adrianto melakukan pembelian sebanyak 675.800 lembar saham BIRD. Aksi korporasi ini dilakukan melalui enam kali transaksi berbeda pada tanggal 29 Oktober 2024. Jika ditotal, nilai investasi yang dikucurkan oleh sang bos Blue Bird ini mencapai Rp997,43 juta, atau hampir menyentuh angka Rp1 miliar.

Rincian transaksi menunjukkan bahwa Adrianto membeli saham pada rentang harga Rp1.460 hingga Rp1.485 per lembar saham. Secara mendetail, transaksi pertama melibatkan pembelian 30.000 saham di harga Rp1.460 dengan nilai Rp43,80 juta. Kemudian diikuti pembelian 69.900 saham di harga Rp1.470 senilai Rp102,75 juta, serta 58.200 saham di harga Rp1.465 senilai Rp85,26 juta.
Aksi borong saham ini berlanjut pada transaksi berikutnya, di mana ia mengambil 242.200 saham di harga Rp1.480 dengan nilai Rp358,46 juta. Tak berhenti di situ, ia juga menambah kepemilikan sebanyak 80.000 saham di harga Rp1.485 senilai Rp118,80 juta, dan terakhir sebanyak 195.500 saham di harga Rp1.475 senilai Rp288,36 juta.
Melalui aksi beli ini, total kepemilikan saham Adrianto Djokosoetono di PT Blue Bird Tbk mengalami peningkatan signifikan. Kepemilikannya kini melonjak menjadi 133.391.616 saham, naik sekitar 0,51% dari sebelumnya yang berjumlah 132.715.816 saham. Sejalan dengan bertambahnya jumlah lembar saham, hak suara yang dimiliki Adrianto juga ikut menguat, yakni menjadi 5,3312% dari sebelumnya 5,3042%.
Dalam laporan resmi kepada otoritas bursa, Adrianto menegaskan bahwa tujuan dari pembelian saham ini adalah murni untuk investasi jangka panjang. Selain itu, ia juga menyatakan statusnya sebagai pemegang saham pengendali dan berkomitmen untuk tetap mempertahankan kendali atas perseroan di masa mendatang.
Aksi beli oleh orang dalam (insider buying) seperti yang dilakukan oleh Adrianto ini sering kali ditafsirkan oleh pasar sebagai sinyal positif. Hal ini menunjukkan kepercayaan diri manajemen terhadap prospek bisnis dan kinerja keuangan perusahaan di masa depan. Bagi para investor, langkah ini menjadi catatan penting dalam memantau pergerakan saham BIRD di bursa efek.
