agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan taringnya dengan performa yang cukup impresif pada penutupan perdagangan Kamis (22/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan yang signifikan, memberikan sinyal positif bagi para pelaku pasar di tengah dinamika ekonomi global yang fluktuatif.
Dalam sesi perdagangan tersebut, IHSG melonjak sebesar 1,12 persen dan berhasil menyentuh level psikologis di angka 5.387,91. Kenaikan ini tidak hanya sekadar angka, tetapi juga mencerminkan antusiasme pelaku pasar yang cukup tinggi dalam melakukan transaksi. Aktivitas jual beli di bursa terlihat sangat bergairah dengan volume transaksi yang menembus angka 331,29 juta lot. Jika dikonversi ke dalam nilai nominal, total nilai transaksi yang berputar di pasar mencapai Rp15.313,18 miliar atau setara dengan Rp15,31 triliun.

Meskipun indeks menunjukkan tren penguatan yang solid, terdapat sebuah anomali yang menarik untuk dicermati. Di tengah reli kenaikan IHSG, investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) dalam skala yang cukup besar. Berdasarkan data pasar, aliran modal keluar (outflow) dari investor asing mencapai Rp1,49 triliun secara keseluruhan.
Jika dibedah lebih mendalam, tekanan jual dari asing ini mayoritas terjadi di pasar reguler dengan nilai mencapai Rp1,47 triliun. Sementara itu, di pasar negosiasi dan pasar tunai, tercatat penjualan bersih sebesar Rp15,82 miliar. Fenomena ini menunjukkan adanya perbedaan arah antara pergerakan investor domestik yang agresif membeli saham dengan investor asing yang cenderung melakukan aksi ambil untung atau realisasi profit.
Namun, meski terjadi aksi jual bersih secara masif di pasar secara keseluruhan, kekuatan IHSG tetap terjaga berkat adanya sejumlah saham tertentu yang justru diborong habis oleh investor asing. Keberadaan saham-saham pilihan inilah yang menjadi motor penggerak utama kenaikan indeks di tengah tekanan arus modal keluar.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, terdapat sepuluh emiten yang menjadi primadona dan mencatatkan nilai beli bersih (net foreign buy) tertinggi selama perdagangan Kamis tersebut. Saham-saham ini menjadi bukti bahwa meski secara makro investor asing melakukan divestasi, mereka tetap selektif dalam memilih aset yang dianggap memiliki fundamental kuat atau prospek pertumbuhan yang menjanjikan dalam jangka pendek.
Para analis menyarankan agar investor tetap waspada terhadap volatilitas pasar. Meskipun IHSG ditutup menguat, aksi jual bersih jumbo oleh asing perlu diantisipasi agar tidak memicu tekanan jual yang lebih besar di hari perdagangan berikutnya. Fokus pada saham-saham yang memiliki akumulasi asing yang kuat bisa menjadi salah satu strategi dalam menghadapi dinamika pasar saat ini.
