Agroplus – Dunia investasi, layaknya ekosistem pertanian yang terus beradaptasi dengan perubahan iklim dan kondisi tanah, kembali dihadapkan pada sebuah reformasi signifikan. Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini mengumumkan langkah strategis untuk mengubah kriteria saham yang masuk dalam papan pemantauan khusus. Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap implementasi mekanisme full call auction (FCA) yang telah berjalan, menunjukkan perlunya penyesuaian untuk menjaga integritas dan kualitas pasar.
Presiden Direktur Profindo Sekuritas, Karman Pamurahardjo, menyoroti bahwa perubahan ini tidak terlepas dari pergeseran fokus utama FCA. Jika sebelumnya mungkin lebih menekankan aspek tertentu, kini BEI secara tegas akan lebih menyaring saham berdasarkan kualitas fundamental emiten. Ini merupakan langkah progresif yang diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong praktik investasi yang lebih sehat.

Menurut Karman, dari sebelas kriteria yang digunakan dalam mekanisme FCA, enam di antaranya kini akan berfokus pada aspek fundamental perusahaan. Ini mencakup kinerja keuangan, prospek bisnis, dan kesehatan operasional emiten, memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang nilai intrinsik suatu perusahaan. Sementara itu, empat kriteria lainnya akan tetap mempertimbangkan aktivitas pasar, seperti likuiditas dan volatilitas, dan satu kriteria bersifat penilaian umum. Pergeseran ini menunjukkan komitmen BEI untuk memprioritaskan fondasi perusahaan yang kuat, mirip dengan bagaimana petani memilih benih unggul dengan akar yang kokoh.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan sinyal yang lebih kuat kepada para investor mengenai kualitas intrinsik suatu saham, mendorong investasi yang lebih berhati-hati dan berbasis nilai, serta meminimalkan risiko yang terkait dengan saham-saham yang kurang solid secara fundamental.
Bagaimana para pelaku pasar menanggapi reformasi yang dilakukan oleh bursa ini? Untuk mendapatkan pandangan lebih komprehensif, Karman Pamurahardjo akan membahasnya secara mendalam dalam dialog bersama Shania Alatas di program Power Lunch CNBC, yang dijadwalkan pada Jumat, 04 September 2026. Diskusi ini tentu akan sangat dinantikan untuk memahami implikasi lebih lanjut dari perubahan kriteria saham di papan pemantauan khusus ini.
