Close Menu
    What's Hot

    Mantan Menteri Jualan Beras di Glodok

    10-10-2026 - 15.06

    Runtuhnya Kerajaan Gula Terbesar di Semarang

    10-10-2026 - 15.02

    Waspada Saldo Ludes Akibat Modus M-Banking Baru

    10-10-2026 - 13.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Mantan Menteri Jualan Beras di Glodok
    • Runtuhnya Kerajaan Gula Terbesar di Semarang
    • Waspada Saldo Ludes Akibat Modus M-Banking Baru
    • Strategi BI Amankan Rupiah
    • Nomor HP Lama Jadi Kunci Dapat Pinjaman
    • Misteri Aliran Dana Triliunan di Singapura
    • Celah Bank China Bocorkan Sanksi AS
    • Siaga Krisis Perbankan Global Indonesia Masih Belum Siap
    Sabtu, 10 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Timur Tengah Bergolak: Minyak Dunia Meroket Tak Terbendung!
    Pangan

    Timur Tengah Bergolak: Minyak Dunia Meroket Tak Terbendung!

    08-06-2026 - 10.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Kabar mengejutkan dari Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Senin pagi, 8 Juni 2026, setelah serangan terbaru Israel ke Lebanon memicu kekhawatiran meluasnya konflik di kawasan tersebut. Eskalasi ini secara langsung mengancam stabilitas Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia, yang nasibnya kini menjadi sorotan utama.

    Berdasarkan data Refinitiv per pukul 08.01 WIB, harga minyak Brent tercatat di US$95,29 per barel, melonjak 2,36% dibandingkan penutupan Jumat sebelumnya yang berada di US$93,09 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga tak kalah gesit, naik 2,18% mencapai US$92,51 per barel dari posisi US$90,54 per barel. Kenaikan drastis ini seolah menghapus optimisme pasar yang sempat tumbuh pada akhir pekan lalu, ketika ada harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

    Timur Tengah Bergolak: Minyak Dunia Meroket Tak Terbendung!
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Pemicu utama lonjakan harga ini adalah serangan udara Israel ke Beirut pada Minggu waktu setempat. Aksi militer tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Israel dan Lebanon mengumumkan kesepakatan gencatan senjata pada 3 Juni, yang merupakan hasil negosiasi di Washington. Situasi semakin memanas setelah Iran membalas serangan terhadap sekutunya, Hizbullah, dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel. Rantai konflik baru ini menimbulkan keraguan besar bahwa perundingan damai antara Washington dan Teheran dapat segera tercapai.

    Bagi pasar energi global, isu terpenting bukan semata-mata konflik militer, melainkan nasib Selat Hormuz. Iran hingga kini masih menghambat sebagian besar arus pelayaran melalui selat tersebut sejak perang AS-Iran pecah pada Februari lalu. Akibatnya, pasokan minyak global terganggu dan banyak negara produsen kesulitan mengirimkan minyak ke konsumen. Selat Hormuz sendiri merupakan arteri utama bagi ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk, sehingga setiap gangguan di sana langsung memengaruhi keseimbangan pasokan dunia.

    Di tengah kondisi yang tidak menentu ini, OPEC+ pada Minggu tetap memutuskan untuk melanjutkan peningkatan produksi untuk bulan keempat secara beruntun. Tujuh anggota inti kelompok itu diperkirakan akan menaikkan target produksi sekitar 188 ribu barel per hari pada Juli. Namun, keputusan tersebut belum mampu menenangkan pasar. Persoalan utama saat ini bukan pada target produksi, melainkan pada kemampuan negara-negara produsen untuk benar-benar mengalirkan minyak ke pasar internasional di tengah blokade dan ketegangan.

    Data OPEC justru memperlihatkan bahwa produksi kelompok tersebut anjlok sejak konflik meletus. Produksi rata-rata turun menjadi 33,19 juta barel per hari pada April, dari 42,77 juta barel per hari pada Februari. Negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, menghadapi kendala besar dalam memenuhi permintaan pelanggan akibat terganggunya jalur ekspor. Rusia pun menghadapi tekanan tersendiri setelah serangan terhadap infrastruktur energinya memangkas kapasitas produksi.

    Kondisi ini membuat pasar relatif mengabaikan tambahan kuota produksi dari OPEC+. Selama Selat Hormuz belum kembali beroperasi normal dan ketegangan geopolitik terus meningkat, risiko kekurangan pasokan akan terus membayangi pasar minyak global. Inilah yang mendorong harga minyak kembali bergerak mendekati level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir, meskipun OPEC+ terus berupaya menambah pasokan ke pasar. Dunia harus bersiap menghadapi dampak ekonomi yang lebih luas jika situasi ini terus berlanjut.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Mantan Menteri Jualan Beras di Glodok

    10-10-2026 - 15.06

    Runtuhnya Kerajaan Gula Terbesar di Semarang

    10-10-2026 - 15.02

    Waspada Saldo Ludes Akibat Modus M-Banking Baru

    10-10-2026 - 13.06

    Strategi BI Amankan Rupiah

    10-10-2026 - 13.02

    Nomor HP Lama Jadi Kunci Dapat Pinjaman

    10-10-2026 - 10.06

    Misteri Aliran Dana Triliunan di Singapura

    10-10-2026 - 10.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Mantan Menteri Jualan Beras di Glodok

    agroplus.co.id – Nasib para pejabat negara setelah purna tugas sering kali menjadi sorotan tajam masyarakat.…

    Runtuhnya Kerajaan Gula Terbesar di Semarang

    10-10-2026 - 15.02

    Waspada Saldo Ludes Akibat Modus M-Banking Baru

    10-10-2026 - 13.06

    Strategi BI Amankan Rupiah

    10-10-2026 - 13.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.