Close Menu
    What's Hot

    Mantan Menteri Jualan Beras di Glodok

    10-10-2026 - 15.06

    Runtuhnya Kerajaan Gula Terbesar di Semarang

    10-10-2026 - 15.02

    Waspada Saldo Ludes Akibat Modus M-Banking Baru

    10-10-2026 - 13.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Mantan Menteri Jualan Beras di Glodok
    • Runtuhnya Kerajaan Gula Terbesar di Semarang
    • Waspada Saldo Ludes Akibat Modus M-Banking Baru
    • Strategi BI Amankan Rupiah
    • Nomor HP Lama Jadi Kunci Dapat Pinjaman
    • Misteri Aliran Dana Triliunan di Singapura
    • Celah Bank China Bocorkan Sanksi AS
    • Siaga Krisis Perbankan Global Indonesia Masih Belum Siap
    Sabtu, 10 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Mantan Menteri Jualan Beras di Glodok
    Pangan

    Mantan Menteri Jualan Beras di Glodok

    10-10-2026 - 15.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Nasib para pejabat negara setelah purna tugas sering kali menjadi sorotan tajam masyarakat. Di tengah fenomena banyak mantan pejabat yang tetap hidup dalam kemewahan, muncul sebuah kisah inspiratif sekaligus mengharukan dari sosok mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Saifuddin Zuhri. Alih-alih menikmati masa tua dengan fasilitas negara yang melimpah, pria yang pernah menduduki kursi menteri ini justru memilih jalan hidup yang sangat sederhana, bahkan hingga harus berjualan beras di pasar tradisional.

    Saifuddin Zuhri merupakan tokoh penting yang menjabat sebagai Menteri Agama ke-10 RI dalam kurun waktu 1962 hingga 1967. Setelah menyelesaikan masa baktinya di pemerintahan, ia sempat tetap aktif di kancah politik sebagai anggota DPR-GR dari Fraksi Nahdlatul Ulama (NU) hingga periode pemilu 1971. Namun, seiring berjalannya waktu dan setelah benar-benar memasuki masa pensiun, kehidupan sang tokoh berubah drastis dari kemegahan protokol negara menuju rutinitas pasar yang riuh.

    Mantan Menteri Jualan Beras di Glodok
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Berdasarkan catatan dalam buku Sang Pendoa: Para Kiai Fenomenal Pengayom Kedamaian Umat (2023), pada era 1980-an, Saifuddin menjalani profesi baru sebagai pedagang beras di kawasan Pasar Glodok, Jakarta. Rutinitasnya sangat disiplin; setiap pukul 09.00 WIB, setelah menunaikan salat Dhuha, ia akan mengemudikan mobilnya sendiri untuk mengangkut karung-karung beras menuju lapak dagangannya.

    Hal yang paling mengejutkan adalah fakta bahwa aktivitas ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Saifuddin tidak pernah menceritakan pekerjaan barunya ini kepada istri maupun anak-anaknya. Keluarga hanya mengetahui bahwa ia selalu membawa pulang uang, tanpa pernah menyadari bahwa sumber penghasilan tersebut berasal dari keringatnya sendiri saat melayani pembeli di pasar. Rahasia besar ini akhirnya terbongkar secara tidak sengaja ketika salah satu putranya memergoki sang ayah sedang sibuk melayani pelanggan di tengah keramaian Glodok.

    Ketangguhan Saifuddin dalam mencari nafkah sebenarnya sudah terbentuk sejak lama. Dalam autobiografinya, Berangkat dari Pesantren (1984), ia mengungkapkan bahwa sejak tahun 1942, ia sudah terbiasa berjualan apa saja demi menyambung hidup, mulai dari pakaian bekas hingga perabotan loak.

    Integritas tinggi yang ia miliki juga telah terlihat sejak ia masih menjabat sebagai menteri. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat keras menolak fasilitas rumah dinas yang mewah. Baginya, menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi adalah bentuk keserakahan. Ia lebih memilih mencicil rumah sendiri di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bahkan, setelah cicilan rumah tersebut lunas, ia dengan ikhlas menghibahkan hunian pribadinya tersebut untuk kepentingan sosial Nahdlatul Ulama.

    Sosok ayah dari Lukman Hakim Saifuddin ini wafat pada 25 Februari 1986. Meski raganya telah tiada, warisan nilai tentang kesederhanaan dan kejujuran yang ia tunjukkan melalui profesi pedagang beras tersebut tetap menjadi teladan abadi bagi para pemimpin bangsa.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Runtuhnya Kerajaan Gula Terbesar di Semarang

    10-10-2026 - 15.02

    Waspada Saldo Ludes Akibat Modus M-Banking Baru

    10-10-2026 - 13.06

    Strategi BI Amankan Rupiah

    10-10-2026 - 13.02

    Nomor HP Lama Jadi Kunci Dapat Pinjaman

    10-10-2026 - 10.06

    Misteri Aliran Dana Triliunan di Singapura

    10-10-2026 - 10.02

    Celah Bank China Bocorkan Sanksi AS

    10-10-2026 - 08.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Mantan Menteri Jualan Beras di Glodok

    agroplus.co.id – Nasib para pejabat negara setelah purna tugas sering kali menjadi sorotan tajam masyarakat.…

    Runtuhnya Kerajaan Gula Terbesar di Semarang

    10-10-2026 - 15.02

    Waspada Saldo Ludes Akibat Modus M-Banking Baru

    10-10-2026 - 13.06

    Strategi BI Amankan Rupiah

    10-10-2026 - 13.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.