Agroplus – Suara lantang dari investor legendaris Warren Buffett kembali menggema, kali ini dengan nada peringatan yang cukup keras terhadap kondisi pasar modal global. Sosok yang dijuluki ‘Oracle of Omaha’ ini secara blak-blakan menyebut bahwa bursa saham kini telah bertransformasi menjadi semacam ‘arena judi’ yang didominasi oleh aktivitas spekulatif, jauh dari esensi investasi jangka panjang yang ia anut. Kondisi ini, menurutnya, membuat pencarian saham dengan valuasi fundamental yang menarik menjadi semakin sulit.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan CNBC.com yang dikutip pada Kamis, 16 Juli 2026, Buffett menegaskan, "Sulit menemukan nilai investasi ketika semua orang lebih memilih berjudi." Chairman Berkshire Hathaway ini menyoroti kelangkaan peluang investasi bernilai saat ini, menuntut kesabaran dan disiplin tinggi dari para investor. Buffett, yang selama puluhan tahun dikenal sebagai penganut strategi value investing, menilai bahwa peluang terbaik tidak selalu datang setiap saat. Ia menjelaskan, ada periode ketika berbagai kesempatan investasi muncul begitu cepat, namun ada pula masa ketika investor beruntung jika hanya menemukan satu peluang bagus dalam beberapa tahun – kondisi yang terakhir justru dianggapnya lebih lazim terjadi di pasar.

Kritik ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pada Mei lalu, Buffett juga melontarkan analogi tajam, mengibaratkan pasar saham sebagai ‘gereja yang memiliki kasino di dalamnya.’ Ia secara spesifik menyoroti lonjakan perdagangan opsi satu hari (one-day options) yang menurutnya lebih menyerupai aktivitas perjudian ketimbang investasi sejati. Fenomena ini diperparah dengan euforia terhadap saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI), maraknya perdagangan opsi, serta penggunaan leveraged exchange-traded funds (ETF) yang kian memicu spekulasi di tengah reli pasar saham yang mencetak rekor baru tahun ini, meskipun dibayangi ketidakpastian global seperti guncangan harga energi.
Di saat yang sama, pasar saham juga semakin dipadati oleh investor ritel yang berbondong-bondong membeli saham perusahaan pembuat chip memori Micron serta saham hasil penawaran umum perdana (IPO) SpaceX. Buffett melihat adanya kecenderungan alami manusia untuk berjudi. Ia berpendapat bahwa industri keuangan justru terdorong untuk menciptakan lebih banyak pelaku spekulasi dibandingkan membangun investor jangka panjang yang berpegang pada fundamental. "Karena manusia sangat menyukai berjudi, ada lebih banyak uang yang dihasilkan dengan menciptakan para penjudi dibandingkan membangun para investor," pungkas Buffett, menyoroti ironi di balik dinamika pasar saat ini.
