Close Menu
    What's Hot

    04-08-2026 - 02.06

    TNI Makin Kuat! Thailand Tawarkan 36 Rantis Amfibi Canggih

    03-08-2026 - 20.06

    Terungkap! Potensi Triliunan Rupiah dari Haji-Umrah!

    03-08-2026 - 15.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • TNI Makin Kuat! Thailand Tawarkan 36 Rantis Amfibi Canggih
    • Terungkap! Potensi Triliunan Rupiah dari Haji-Umrah!
    • Cuan Melimpah! RLCO Untung Rp20 Miliar, Ini Kuncinya!
    • Utang Pinjol Rp102 T: Warga RI Kecanduan, Petani Waspada!
    • Profesor Jenius Ini Cuan 60% Setahun, Kalahkan Buffett!
    • Rahasia Hotel Bertahan 2026: Bukan Bangun Baru!
    • Elon Musk Masih Raja Dunia? Cek Daftar Terbaru Ini!
    Selasa, 4 Agustus 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Terungkap! Potensi Triliunan Rupiah dari Haji-Umrah!
    Pangan

    Terungkap! Potensi Triliunan Rupiah dari Haji-Umrah!

    03-08-2026 - 15.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah, baru-baru ini mengemukakan sebuah visi yang revolusioner: ekosistem haji dan umrah di Indonesia bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan mesin penggerak raksasa bagi ekonomi syariah nasional. Potensi ekonomi yang terkandung di dalamnya sangatlah masif, meliputi sektor keuangan, akomodasi, transportasi, katering, hingga pengembangan industri halal yang terus berkembang.

    Dalam sebuah diskusi penting di acara ISEI Jakarta, Senin (3/8/2026), Fadlul menekankan perlunya perubahan paradigma. Ia mengajak semua pihak untuk tidak lagi memandang ekosistem haji dan umrah hanya sebagai pos pengeluaran tahunan, melainkan sebagai ‘pasar yang terjamin’ (captive market) dengan permintaan yang stabil, pasti, dan berulang. Ini adalah peluang emas yang harus dioptimalkan.

    Terungkap! Potensi Triliunan Rupiah dari Haji-Umrah!
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Permintaan yang besar ini, menurutnya, harus dikonversi menjadi bentuk investasi yang lebih produktif, bukan sekadar transaksi biasa.

    Fadlul merinci sebuah alur strategis untuk memperdalam pasar keuangan syariah dan memperkuat rantai nilai halal di Tanah Air. Dimulai dari identifikasi permintaan pasar yang kuat, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan ‘kendaraan investasi’ (investment vehicle) yang tepat. Langkah berikutnya adalah meningkatkan ‘penyerapan nilai’ (value capture) pada sektor-sektor terkait, termasuk seluruh rantai pasoknya. Tujuan akhirnya adalah menciptakan dampak nasional yang signifikan: peningkatan nilai manfaat bagi masyarakat, penguatan Usaha Kecil Menengah (UKM) halal, serta menahan aliran devisa agar tidak seluruhnya keluar dari Indonesia.

    Namun, di balik potensi gemilang ini, Fadlul tidak menampik adanya sejumlah tantangan strategis. Sinergi antara sektor keuangan syariah, industri halal, UKM, dan ekosistem haji-umrah diakui belum berjalan optimal. Ironisnya, meskipun Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia dengan permintaan produk dan layanan halal yang sangat tinggi, kapasitas pembiayaan syariah kita justru masih memerlukan penguatan serius.

    Penurunan peringkat Indonesia dalam sektor keuangan syariah dari posisi ketiga menjadi keempat menjadi cerminan nyata dari persoalan ini. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan haji melalui BPKH memegang peran krusial dan strategis sebagai katalisator utama dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.

    Fadlul menegaskan bahwa tantangan sebenarnya bukan lagi menciptakan permintaan, karena pasar sudah ada. Melainkan, bagaimana membangun dan meningkatkan kapasitas produksi, pembiayaan, inovasi, dan ekspor agar permintaan yang melimpah ini benar-benar memberikan nilai tambah maksimal bagi perekonomian nasional.

    Intinya, pasar yang besar saja tidaklah cukup. Kekuatan fundamental Indonesia terletak pada besarnya konsumsi dan potensi sektor halal yang luar biasa. Namun, kelemahan mendasar kita ada pada kedalaman pembiayaan syariah yang belum optimal. Inilah PR besar yang harus segera diselesaikan untuk mewujudkan potensi ekonomi syariah Indonesia yang sesungguhnya, seperti yang diungkapkan di agroplus.co.id.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    04-08-2026 - 02.06

    TNI Makin Kuat! Thailand Tawarkan 36 Rantis Amfibi Canggih

    03-08-2026 - 20.06

    Cuan Melimpah! RLCO Untung Rp20 Miliar, Ini Kuncinya!

    03-08-2026 - 10.06

    Utang Pinjol Rp102 T: Warga RI Kecanduan, Petani Waspada!

    03-08-2026 - 05.06

    Profesor Jenius Ini Cuan 60% Setahun, Kalahkan Buffett!

    03-08-2026 - 02.06

    Rahasia Hotel Bertahan 2026: Bukan Bangun Baru!

    02-08-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Terkuak! LTJ Bikin Ekspor Nikel RI Tersendat Agroplus – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral…

    TNI Makin Kuat! Thailand Tawarkan 36 Rantis Amfibi Canggih

    03-08-2026 - 20.06

    Terungkap! Potensi Triliunan Rupiah dari Haji-Umrah!

    03-08-2026 - 15.06

    Cuan Melimpah! RLCO Untung Rp20 Miliar, Ini Kuncinya!

    03-08-2026 - 10.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.