Agroplus – Di tengah bayangan ketidakpastian ekonomi dan laju suku bunga yang terus menanjak, sektor perhotelan dituntut untuk beradaptasi dengan cepat. PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) melalui Presiden Direkturnya, Handojo Koentoro Setyadi, membeberkan strategi jitu mereka dalam menghadapi tantangan bisnis hingga tahun 2026. Pendekatan yang diambil POLI terbilang pragmatis dan berfokus pada penguatan internal.
Handojo menjelaskan bahwa salah satu pilar utama strategi POLI saat ini adalah menunda rencana pembangunan hotel-hotel baru. Keputusan ini bukan tanpa alasan; langkah ini diambil untuk mendorong optimalisasi aset yang sudah ada, sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan dan menjaga kualitas neraca keuangan agar tetap sehat di tengah tekanan suku bunga yang tinggi. Ini adalah langkah antisipatif untuk memastikan fondasi bisnis tetap kokoh.

Alih-alih ekspansi fisik, POLI justru mengalihkan fokus pada pengembangan dan peningkatan kualitas aset hotel yang telah dimiliki di berbagai lokasi strategis, seperti Semarang, Cikarang, dan Lombok. Pengembangan ini diarahkan untuk memperluas kapabilitas layanan, khususnya dalam mengakomodasi kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Dengan fasilitas MICE yang mumpuni, diharapkan hotel-hotel POLI tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga pusat kegiatan bisnis dan pertemuan skala besar yang dapat mendongkrak produktivitas dan pendapatan.
Strategi ini menunjukkan pendekatan yang hati-hati namun progresif dari POLI dalam menavigasi lanskap bisnis yang penuh tantangan. Dengan berfokus pada efisiensi dan pemanfaatan maksimal dari sumber daya yang ada, POLI berupaya memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan di masa depan. Detail lebih lanjut mengenai pandangan Handojo Koentoro Setyadi ini sempat diulas dalam dialog bersama Serliana Salsabila di program AutoBizz, CNBC Indonesia, pada Jumat, 31 Juli 2026, memberikan gambaran komprehensif tentang kesiapan POLI menghadapi tahun-tahun mendatang.
