Close Menu
    What's Hot

    IHSG Terbang Tinggi, Asing Borong Saham Raksasa!

    17-09-2026 - 15.06

    17-09-2026 - 15.02

    Kejutan IHSG: Kok Bisa Hijau di Tengah Kabar Buruk?

    17-09-2026 - 13.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • IHSG Terbang Tinggi, Asing Borong Saham Raksasa!
    • Kejutan IHSG: Kok Bisa Hijau di Tengah Kabar Buruk?
    • The Fed Menggila! Suku Bunga Meroket, Ekonomi Dunia Terancam?
    • Terungkap! Mengapa Asing Borong Saham Tambang Saat IHSG Loyo
    • IHSG Bikin Jantungan! Sempat Terbang, Kini Terjun Bebas!
    Kamis, 17 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Terungkap! Mengapa Asing Borong Saham Tambang Saat IHSG Loyo
    Pangan

    Terungkap! Mengapa Asing Borong Saham Tambang Saat IHSG Loyo

    17-09-2026 - 08.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Di tengah gejolak pasar saham Indonesia yang secara keseluruhan mencatatkan penjualan bersih oleh investor asing, sebuah fenomena menarik terjadi pada perdagangan Rabu, 16 September 2026. Para investor mancanegara justru terpantau gencar mengakumulasi saham-saham emiten pertambangan, menunjukkan preferensi selektif mereka terhadap sektor ini. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi primadona utama, dengan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp88,5 miliar.

    Aksi borong ini bukan kali pertama. Minat investor asing terhadap saham-saham di sektor pertambangan telah terlihat sejak perdagangan sebelumnya, mengindikasikan adanya keyakinan jangka panjang atau peluang tertentu yang mereka lihat di balik perusahaan-perusahaan tersebut. Selain BRMS yang memimpin daftar, sejumlah emiten tambang lain juga menjadi incaran. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mencatat net buy sebesar Rp49,9 miliar, diikuti oleh PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan Rp28,7 miliar. Tak ketinggalan, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga turut diburu, masing-masing dengan nilai beli bersih Rp24,4 miliar dan Rp20,2 miliar.

    Terungkap! Mengapa Asing Borong Saham Tambang Saat IHSG Loyo
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Menariknya, pembelian masif di sektor pertambangan ini terjadi di saat investor asing secara keseluruhan masih membukukan net sell yang signifikan di pasar saham Indonesia, mencapai Rp624,72 miliar pada hari yang sama. Ini menunjukkan bahwa meskipun dana asing keluar dari pasar secara umum, ada alokasi khusus yang diarahkan ke saham-saham tertentu, terutama di sektor pertambangan. Selain saham pertambangan, beberapa emiten dari sektor lain seperti PT Singaraja Putra Tbk (SINI) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga turut diakumulasi. Bahkan, emiten perkebunan kelapa sawit, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), juga masuk dalam daftar incaran asing.

    Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menunjukkan performa yang kurang memuaskan. Setelah sempat menguat lebih dari 1% pada awal perdagangan, IHSG berbalik arah dan ditutup melemah 0,38% ke level 6.436,85. Kontras antara pelemahan IHSG dan gairah beli asing di sektor pertambangan ini menjadi indikator bahwa investor asing sedang sangat selektif dalam menempatkan modalnya di pasar domestik.

    Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai beli bersih asing terbesar pada perdagangan Rabu (16/9/2026), yang mencerminkan preferensi investor di tengah dinamika pasar:

    1. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) – Rp88,5 miliar
    2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp49,9 miliar
    3. PT Singaraja Putra Tbk (SINI) – Rp39,1 miliar
    4. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) – Rp28,7 miliar
    5. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) – Rp24,4 miliar
    6. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) – Rp20,2 miliar
    7. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) – Rp19 miliar
    8. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) – Rp13,5 miliar
    9. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – Rp10,6 miliar
    10. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) – Rp8,2 miliar

    Fenomena ini tentu menarik untuk dicermati lebih lanjut oleh para pelaku pasar dan analis, guna memahami motif di balik strategi investasi asing yang terfokus pada sektor pertambangan di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di agroplus.co.id.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    IHSG Terbang Tinggi, Asing Borong Saham Raksasa!

    17-09-2026 - 15.06

    17-09-2026 - 15.02

    Kejutan IHSG: Kok Bisa Hijau di Tengah Kabar Buruk?

    17-09-2026 - 13.06

    The Fed Menggila! Suku Bunga Meroket, Ekonomi Dunia Terancam?

    17-09-2026 - 13.02

    17-09-2026 - 10.06

    17-09-2026 - 10.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    IHSG Terbang Tinggi, Asing Borong Saham Raksasa!

    Agroplus – Di tengah riuhnya kabar kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat,…

    17-09-2026 - 15.02

    Kejutan IHSG: Kok Bisa Hijau di Tengah Kabar Buruk?

    17-09-2026 - 13.06

    The Fed Menggila! Suku Bunga Meroket, Ekonomi Dunia Terancam?

    17-09-2026 - 13.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.