Close Menu
    What's Hot

    Petani & UMKM Senyum! Literasi Keuangan RI Melesat!

    08-09-2026 - 02.06

    PTBA Panen Cuan 218%! Direksi Ungkap Rahasia Sukses

    07-09-2026 - 20.06

    Bisnis Gadai Meroket 50,73%! Sektor Lain Tertinggal Jauh?

    07-09-2026 - 15.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Petani & UMKM Senyum! Literasi Keuangan RI Melesat!
    • PTBA Panen Cuan 218%! Direksi Ungkap Rahasia Sukses
    • Bisnis Gadai Meroket 50,73%! Sektor Lain Tertinggal Jauh?
    • Fenomena Saham: Naik Gila-gilaan, Lalu Digembok!
    • Mulai September 2026: Saldo Prioritas Bank Terkuak!
    • Pernah Jadi Raja Gula Dunia, Kekayaan Rp 43 T Raib!
    • Waspada! BEI Perketat Saham Papan Pemantauan Khusus!
    • BBM Melambung, Manisnya Es Krim Terancam Pahit?
    Selasa, 8 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - PHK Mengintai! Restitusi Pajak Jadi Biang Kerok?
    Pangan

    PHK Mengintai! Restitusi Pajak Jadi Biang Kerok?

    03-09-2026 - 05.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Dunia usaha, termasuk sektor pertanian yang vital, tengah dihadapkan pada tantangan serius. Lambatnya pengembalian restitusi pajak, atau kelebihan bayar pajak, oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kini menjadi sorotan tajam. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, akhirnya angkat bicara, mengakui bahwa prosedur yang semakin rumit adalah biang keladinya.

    Pernyataan Purbaya ini muncul sebagai respons atas keluhan yang disampaikan langsung oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR. Agus mengungkapkan bahwa ia menerima banyak laporan dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mengenai masalah restitusi yang mengganggu cash flow perusahaan. Ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan operasional dan investasi.

    PHK Mengintai! Restitusi Pajak Jadi Biang Kerok?
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Menurut Purbaya, kerumitan prosedur ini sengaja diterapkan untuk memastikan tidak ada lagi ‘permainan’ atau praktik curang yang melibatkan fiskus di DJP. "Mungkin memang prosedurnya lebih rumit dari sebelumnya, kita pastikan enggak ada permainan di pajaknya," tegas Purbaya di Gedung MA, Rabu (2/9/2026). Meskipun niatnya baik untuk transparansi, dampaknya terasa berat bagi dunia usaha.

    Agus Gumiwang juga menambahkan bahwa Kementerian Perindustrian sebenarnya sudah berencana untuk bertemu dengan Kementerian Keuangan guna mencari solusi atas masalah restitusi ini. Namun, Purbaya mengakui bahwa hingga kini, pertemuan tersebut belum terlaksana. Ketiadaan komunikasi langsung ini tentu memperpanjang ketidakpastian bagi para pengusaha.

    Dampak dari lambatnya restitusi ini tidak main-main. Wakil Ketua Komisi VII DPR, Rahayu Saraswati, bahkan menyuarakan kekhawatiran serius akan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Jawa Timur. "Jika cash flow terganggu terus-menerus, perusahaan tidak punya pilihan lain selain mengurangi biaya operasional, dan itu seringkali berarti PHK," ujarnya, menggarisbawahi urgensi penyelesaian masalah ini sebelum krisis ketenagakerjaan meluas.

    Situasi ini menuntut respons cepat dan konkret dari pemerintah. Keterlambatan restitusi bukan hanya masalah administrasi semata, melainkan ganjalan serius bagi iklim investasi dan keberlangsungan usaha, termasuk bagi para pelaku di sektor pertanian yang membutuhkan kepastian finansial untuk terus berproduksi dan berinovasi. Agroplus.co.id berharap solusi segera ditemukan demi menjaga roda ekonomi tetap berputar dan mencegah dampak sosial yang lebih luas.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Petani & UMKM Senyum! Literasi Keuangan RI Melesat!

    08-09-2026 - 02.06

    PTBA Panen Cuan 218%! Direksi Ungkap Rahasia Sukses

    07-09-2026 - 20.06

    Bisnis Gadai Meroket 50,73%! Sektor Lain Tertinggal Jauh?

    07-09-2026 - 15.06

    Fenomena Saham: Naik Gila-gilaan, Lalu Digembok!

    07-09-2026 - 10.06

    Mulai September 2026: Saldo Prioritas Bank Terkuak!

    07-09-2026 - 05.06

    Pernah Jadi Raja Gula Dunia, Kekayaan Rp 43 T Raib!

    07-09-2026 - 02.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Petani & UMKM Senyum! Literasi Keuangan RI Melesat!

    Agroplus – Angin segar berhembus kencang bagi kemajuan ekonomi pedesaan dan sektor pertanian di Indonesia.…

    PTBA Panen Cuan 218%! Direksi Ungkap Rahasia Sukses

    07-09-2026 - 20.06

    Bisnis Gadai Meroket 50,73%! Sektor Lain Tertinggal Jauh?

    07-09-2026 - 15.06

    Fenomena Saham: Naik Gila-gilaan, Lalu Digembok!

    07-09-2026 - 10.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.