Close Menu
    What's Hot

    Edwin Soeryadjaya Borong Lagi Saham Saratoga

    27-10-2026 - 02.06

    Lima Bandara Indonesia Jadi Jalur Emas Ilegal

    27-10-2026 - 02.02

    Teguk Kini Milik Asing dan Keluar Pantauan BEI

    27-10-2026 - 00.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Edwin Soeryadjaya Borong Lagi Saham Saratoga
    • Lima Bandara Indonesia Jadi Jalur Emas Ilegal
    • Teguk Kini Milik Asing dan Keluar Pantauan BEI
    • Strategi Danantara Suntik Rp200 Triliun
    • Strategi Baru RI Kurangi Dominasi Dolar AS
    • Strategi Mandiri Amankan Kredit Jhonlin
    • Aturan Baru BUMN Larang Golf dan Patwal
    • Target SBN 2026 Tetap Stabil
    Selasa, 27 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Lima Bandara Indonesia Jadi Jalur Emas Ilegal
    Pangan

    Lima Bandara Indonesia Jadi Jalur Emas Ilegal

    27-10-2026 - 02.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan baru-baru ini membongkar praktik penyelundupan emas berskala internasional yang memanfaatkan lima bandara utama di Indonesia sebagai jalur transit. Modus operandi yang digunakan para pelaku tergolong nekat, mulai dari menyembunyikan emas di dalam pakaian hingga memasukkannya ke dalam tubuh untuk menghindari deteksi petugas.

    Berdasarkan data terbaru, lima bandara yang teridentifikasi menjadi titik rawan perdagangan emas ilegal tersebut adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Kertajati, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Bandara Ngurah Rai Bali, dan Bandara Juanda. Dari rangkaian operasi pengawasan tersebut, DJBC berhasil menyita total 25,88 kilogram emas dengan nilai fantastis mencapai Rp61,95 miliar.

    Lima Bandara Indonesia Jadi Jalur Emas Ilegal
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC, Priyono Triatmojo, menjelaskan bahwa hasil analisis intelijen menunjukkan keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam jaringan ini. Sebagian besar pelaku merupakan warga negara China dan India yang mencoba membawa emas tersebut ke berbagai destinasi mancanegara, seperti Dubai, Bangkok, Singapura, India, hingga Malaysia.

    "Negara hadir untuk menyelamatkan sumber daya alam kita. Ini adalah bentuk implementasi nyata dari upaya Bea Cukai dalam mendukung program prioritas pemerintah untuk melindungi kekayaan negara," tegas Priyono dalam konferensi pers di Jakarta.

    Rincian Penindakan di Berbagai Wilayah

    Di Bandara Soekarno-Hatta, penindakan terbesar terjadi dengan penyitaan emas senilai Rp34,09 miliar. Petugas berhasil mengamankan tiga kelompok WNA berbeda. Kelompok pertama melibatkan tiga warga India yang mencoba membawa 3,2 kilogram serbuk emas dengan modus body strapping dan menyembunyikannya di dalam dubur. Kelompok kedua melibatkan lima warga China yang membawa 9,25 kilogram serbuk emas dengan cara yang serupa, sementara kelompok ketiga melibatkan seorang warga India yang membawa 1,16 kilogram emas.

    Sementara itu, di Bandara Kertajati, Bea Cukai Cirebon berhasil menggagalkan upaya ekspor ilegal 5,25 kilogram emas murni 24 karat senilai Rp11,64 miliar. Dalam kasus ini, petugas mengamankan seorang kurir dan pemilik barang yang kini tengah menjalani proses hukum.

    Di Yogyakarta, petugas di Bandara YIA mengamankan dua warga negara Tiongkok yang mencoba menyelundupkan 4,26 kilogram emas menuju Singapura. Modus yang digunakan adalah dengan menyembunyikan emas di balik pakaian dalam yang mereka kenakan.

    Tak kalah mengejutkan, di Bandara Ngurah Rai Bali, petugas mengamankan dua kelompok WNA China yang mencoba membawa emas dalam bentuk perhiasan setengah jadi tanpa dokumen resmi. Total emas yang disita dari Bali mencapai 1,58 kilogram dengan nilai Rp3,9 miliar.

    Terakhir, di Bandara Juanda, sinergi antara Bea Cukai, TNI AL, Imigrasi, dan kepolisian berhasil menggagalkan penyelundupan 1,15 kilogram serbuk emas milik seorang warga India yang hendak menuju Malaysia. Emas tersebut disembunyikan di dalam tubuh penumpang.

    Melalui pengungkapan ini, DJBC menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk negara guna mencegah kerugian ekonomi akibat eksploitasi dan perdagangan sumber daya alam secara ilegal.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Edwin Soeryadjaya Borong Lagi Saham Saratoga

    27-10-2026 - 02.06

    Teguk Kini Milik Asing dan Keluar Pantauan BEI

    27-10-2026 - 00.06

    Strategi Danantara Suntik Rp200 Triliun

    27-10-2026 - 00.02

    Strategi Baru RI Kurangi Dominasi Dolar AS

    26-10-2026 - 23.06

    Strategi Mandiri Amankan Kredit Jhonlin

    26-10-2026 - 23.02

    Aturan Baru BUMN Larang Golf dan Patwal

    26-10-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Edwin Soeryadjaya Borong Lagi Saham Saratoga

    agroplus.co.id – Langkah strategis kembali diambil oleh salah satu tokoh bisnis terkemuka Indonesia, Edwin Soeryadjaya.…

    Lima Bandara Indonesia Jadi Jalur Emas Ilegal

    27-10-2026 - 02.02

    Teguk Kini Milik Asing dan Keluar Pantauan BEI

    27-10-2026 - 00.06

    Strategi Danantara Suntik Rp200 Triliun

    27-10-2026 - 00.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.