Close Menu
    What's Hot

    Kebijakan BI Pangkas GWM

    22-10-2026 - 05.06

    Dana Mengendap Triliunan Rupiah

    22-10-2026 - 05.02

    Keputusan Mengejutkan BI Soal Suku Bunga

    22-10-2026 - 02.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Kebijakan BI Pangkas GWM
    • Dana Mengendap Triliunan Rupiah
    • Keputusan Mengejutkan BI Soal Suku Bunga
    • IHSG Terjun Bebas Mengapa Harus Panik
    • Waspada Risiko Lari OJK Minta Pakai Asuransi
    • Skandal Manipulasi Saham DSSA Berujung Sanksi
    • Skandal IPO BREN Berujung Denda Fantastis
    • Skandal IPO CUAN Berujung Sanksi Berat
    Kamis, 22 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Kebijakan BI Pangkas GWM
    Pangan

    Kebijakan BI Pangkas GWM

    22-10-2026 - 05.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Langkah strategis yang diambil oleh Bank Indonesia (BI) dalam upaya memperkuat stabilitas ekonomi nasional mendapat respons positif dari berbagai kalangan pelaku industri perbankan. Melalui Rapat Dewan Gubernur Bulanan pada Oktober 2026, bank sentral resmi memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM), sebuah kebijakan yang dinilai sebagai angin segar bagi ketersediaan dana di pasar.

    Dalam keputusan tersebut, BI menetapkan penurunan GWM untuk bank konvensional dari angka 9% menjadi 7%, yang akan diimplementasikan secara bertahap mulai 1 November 2026. Tidak hanya bank konvensional, sektor syariah juga mendapatkan perhatian khusus. GWM untuk bank syariah dan unit usaha syariah dipangkas dari 7,5% menjadi 5,5%, dengan skema penurunan bertahap pada 1 November dan 1 Desember 2026.

    Kebijakan BI Pangkas GWM
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Hery Gunardi, menyatakan bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap fungsi intermediasi perbankan. Menurutnya, penurunan ini akan memperbaiki kondisi likuiditas yang tercermin dalam rasio loan to deposit ratio (LDR). "Dampaknya, penyaluran kredit perbankan akan meningkat dan rasio LDR akan menunjukkan kondisi yang lebih sehat," ujar Hery yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

    Senada dengan Hery, Wakil Ketua Umum Perbanas, Hendra Lembong, mengakui bahwa kondisi likuiditas pasar saat ini memang sedang mengalami tekanan atau cenderung "kering". Oleh karena itu, intervensi BI melalui penurunan GWM dianggap sebagai langkah yang sangat tepat untuk membantu perbankan menghadapi situasi ketat tersebut.

    Kondisi serupa juga dirasakan oleh Lani Darmawan, Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. Ia menjelaskan bahwa meskipun likuiditas sebenarnya tersedia di pasar, namun biaya dana (cost of fund) yang harus dikeluarkan perbankan saat ini tergolong mahal. Penurunan GWM diharapkan mampu menekan biaya tersebut dan memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi bank dalam mengelola dana.

    Sektor perbankan syariah melalui Asbisindo pun turut memberikan apresiasi tinggi. Sekretaris Jenderal Asbisindo, Koko Tjatur Rachmadi, menyoroti bahwa likuiditas perbankan sempat mengalami pengetatan hebat menyusul fluktuasi tajam di pasar saham pekan lalu. "Kami berharap kebijakan ini membawa kelonggaran likuiditas di pasar, mengingat kondisi saat ini sangat ketat," ungkap Koko. Ia juga menambahkan bahwa di kuartal keempat tahun 2026 ini, persaingan memperebutkan Dana Pihak Ketiga (DPK) biasanya meningkat, sehingga kebijakan BI ini menjadi sangat krusial.

    Sementara itu, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) melihat kebijakan ini sebagai peluang emas bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk memperkuat peran mereka di daerah. Ketua Umum Asbanda, Agus Haryoto Widodo, menekankan bahwa fleksibilitas likuiditas yang lebih baik akan memungkinkan BPD untuk lebih masif menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM dan sektor produktif lainnya. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menciptakan lapangan kerja baru melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dan kompetitif.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Dana Mengendap Triliunan Rupiah

    22-10-2026 - 05.02

    Keputusan Mengejutkan BI Soal Suku Bunga

    22-10-2026 - 02.06

    IHSG Terjun Bebas Mengapa Harus Panik

    22-10-2026 - 02.02

    Waspada Risiko Lari OJK Minta Pakai Asuransi

    22-10-2026 - 00.06

    Skandal Manipulasi Saham DSSA Berujung Sanksi

    22-10-2026 - 00.02

    Skandal IPO BREN Berujung Denda Fantastis

    21-10-2026 - 23.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Kebijakan BI Pangkas GWM

    agroplus.co.id – Langkah strategis yang diambil oleh Bank Indonesia (BI) dalam upaya memperkuat stabilitas ekonomi…

    Dana Mengendap Triliunan Rupiah

    22-10-2026 - 05.02

    Keputusan Mengejutkan BI Soal Suku Bunga

    22-10-2026 - 02.06

    IHSG Terjun Bebas Mengapa Harus Panik

    22-10-2026 - 02.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.