Close Menu
    What's Hot

    Aturan Baru Pantau Saham Blue Chip

    12-10-2026 - 08.06

    Dana Triliunan Mengalir ke Sektor Perumahan

    12-10-2026 - 08.02

    IHSG Melaju Hijau di Tengah Gejolak Global

    12-10-2026 - 05.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Aturan Baru Pantau Saham Blue Chip
    • Dana Triliunan Mengalir ke Sektor Perumahan
    • IHSG Melaju Hijau di Tengah Gejolak Global
    • Strategi Baru BIKE Kuasai Tambang Berau
    • Misteri Aliran Dana Asing di Bursa Efek
    • Investor Asing Borong Bisnis Investasi RI
    • Strategi Baru MKNT Ubah Arah Bisnis
    • Strategi Baru Mandiri Kuasai Pasar Emas
    Senin, 12 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - BYAN Diincar Haji Isam? Manajemen Ungkap Fakta Sebenarnya!
    Pangan

    BYAN Diincar Haji Isam? Manajemen Ungkap Fakta Sebenarnya!

    23-08-2026 - 20.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Kabar burung yang berhembus kencang di pasar modal belakangan ini telah menarik perhatian banyak pihak, terutama para investor. Emiten pertambangan raksasa milik Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), menjadi sorotan utama setelah munculnya desas-desus bahwa pengusaha kawakan Andi Syamsuddin Arsyad, yang akrab disapa Haji Isam, berencana mengakuisisi sekitar 62,2% saham perseroan. Menanggapi riuhnya spekulasi ini, manajemen BYAN akhirnya buka suara untuk menjernihkan situasi, memberikan penjelasan yang diharapkan dapat menenangkan "lahan" investasi dan menjaga "iklim" pasar tetap kondusif.

    Dalam keterbukaan informasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada 18 Agustus 2026, Corporate Secretary BYAN, Jenny Quantero, dengan tegas menyatakan bahwa hingga saat ini, Perseroan tidak memiliki informasi atau mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi saham sebagaimana yang ramai diperbincangkan. Namun, ia menambahkan sebuah catatan penting yang mengisyaratkan adanya fleksibilitas strategis dari para pemegang saham utama: "Pemegang saham pengendali Perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor, mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan."

    BYAN Diincar Haji Isam? Manajemen Ungkap Fakta Sebenarnya!
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Rumor yang beredar menyebutkan bahwa Haji Isam akan mengambil alih porsi signifikan, yakni 62,2% dari total saham BYAN. Jika dihitung berdasarkan harga penutupan saham BYAN pada 18 Agustus 2026 sebesar Rp 17.275 per saham, dan dengan jumlah saham beredar sebanyak 33.333.335.000, maka nilai estimasi pembelian saham tersebut bisa mencapai sekitar Rp 358,17 triliun. Angka fantastis ini tentu saja memicu spekulasi liar di kalangan pelaku pasar. Namun, perlu digarisbawahi bahwa nilai tersebut hanyalah perkiraan berdasarkan harga pasar, dan nilai transaksi akuisisi yang sesungguhnya bisa berbeda jauh jika kesepakatan benar-benar terjadi.

    Manajemen BYAN juga memastikan bahwa hingga saat ini, tidak ada dampak material yang signifikan terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan perseroan akibat informasi yang beredar tersebut. "Sampai dengan tanggal Surat ini, Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2% saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya," jelas Jenny Quantero lebih lanjut. Perseroan juga menegaskan tidak memiliki informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat, struktur transaksi, porsi saham yang akan dialihkan, maupun nilai transaksi terkait rumor tersebut.

    Menariknya, jika menilik laporan kepemilikan saham BYAN per 31 Juli 2026, terdapat sebuah "kebetulan" yang mungkin menjadi pemicu utama rumor ini. Dato’ Low Tuck Kwong tercatat menguasai 40,251% saham, sementara Elaine Low memiliki 22,002%. Jika kedua kepemilikan ini digabungkan, totalnya mencapai sekitar 62,253%, angka yang sangat dekat dengan persentase 62,2% yang disebut-sebut dalam rumor akuisisi.

    Sebagai penutup, BYAN menegaskan komitmennya untuk selalu mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan Bursa Efek Indonesia, termasuk kewajiban penyampaian keterbukaan informasi apabila terdapat informasi atau fakta material yang wajib diungkapkan kepada publik. Ini adalah jaminan bagi investor bahwa setiap perkembangan penting akan disampaikan secara transparan, menjaga "iklim" investasi tetap sehat dan terpercaya.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Aturan Baru Pantau Saham Blue Chip

    12-10-2026 - 08.06

    Dana Triliunan Mengalir ke Sektor Perumahan

    12-10-2026 - 08.02

    IHSG Melaju Hijau di Tengah Gejolak Global

    12-10-2026 - 05.06

    Strategi Baru BIKE Kuasai Tambang Berau

    12-10-2026 - 05.02

    Misteri Aliran Dana Asing di Bursa Efek

    12-10-2026 - 02.06

    Investor Asing Borong Bisnis Investasi RI

    12-10-2026 - 02.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Aturan Baru Pantau Saham Blue Chip

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia kini memasuki babak baru dalam upaya memperkuat transparansi dan perlindungan…

    Dana Triliunan Mengalir ke Sektor Perumahan

    12-10-2026 - 08.02

    IHSG Melaju Hijau di Tengah Gejolak Global

    12-10-2026 - 05.06

    Strategi Baru BIKE Kuasai Tambang Berau

    12-10-2026 - 05.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.