agroplus.co.id – Tren investasi emas di tanah air tengah mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Berdasarkan data terbaru dari Gold Demand Trends Q2 2026 yang dirilis oleh World Gold Council (WGC), permintaan terhadap emas batangan dan koin di Indonesia melonjak drastis sebesar 40 persen secara tahunan (year on year). Angka ini mencatatkan volume permintaan mencapai 15 ton, sebuah sinyal kuat bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Merespons antusiasme pasar yang luar biasa tersebut, Bank Mandiri mengambil langkah strategis dengan memperkuat lini bisnis emasnya. Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-28, Bank Mandiri resmi meluncurkan layanan emas (bullion) yang terintegrasi secara penuh di dalam aplikasi super app, Livin’ by Mandiri. Langkah besar ini semakin diperkuat dengan diperolehnya lisensi bullion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menempatkan Bank Mandiri sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang memegang lisensi tersebut.

Inisiatif ini bukan sekadar inovasi produk, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap visi pemerintah dalam memperkuat ekosistem bullion nasional, sebagaimana yang tertuang dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP2I) milik OJK. Melalui integrasi digital, nasabah kini memiliki kendali penuh atas aset emas mereka selama 24 jam tanpa perlu berpindah aplikasi.
Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, menjelaskan bahwa layanan ini dirancang untuk menjadi solusi perlindungan nilai sekaligus alat akumulasi kekayaan yang inklusif. "Kami tidak hanya menyediakan tempat jual-beli emas digital, tetapi menghadirkan solusi finansial end-to-end. Nasabah bisa merencanakan, mengelola, hingga mencairkan emas sesuai kebutuhan hidup mereka hanya dalam satu genggaman," ungkap Saptari dalam keterangan resminya.
Kemudahan akses menjadi nilai jual utama. Melalui fitur Tabungan Emas di Livin’ by Mandiri, masyarakat bisa mulai berinvestasi dengan modal yang sangat terjangkau. Setoran awal hanya dimulai dari 0,02 gram atau sekitar Rp50.000, sementara pembelian berikutnya bisa dilakukan mulai dari 0,005 gram atau setara Rp10.000. Nasabah juga diberikan kebebasan memilih merek emas ternama seperti ANTAM Logam Mulia hingga HRTA GOLD Emasku.
Tak hanya itu, Bank Mandiri juga memperkenalkan fasilitas KSM Emas (Kredit Serbaguna Mandiri Emas). Fitur ini memungkinkan nasabah untuk memiliki emas melalui mekanisme cicilan dengan bunga ringan. Keunggulan utamanya adalah adanya fitur price lock, di mana harga emas akan terkunci pada saat pengajuan, sehingga nasabah terlindungi dari risiko lonjakan harga di masa depan.
Bagi mereka yang ingin memegang aset secara fisik, tersedia fitur "Ambil Emas". Saldo digital dapat dikonversi menjadi logam mulia batangan yang bisa diambil melalui jaringan kantor cabang atau melalui mesin ATM Emas yang inovatif. Prosesnya pun sangat praktis, cukup melalui pemindaian kode QR di mesin ATM Emas setelah melakukan instruksi di aplikasi Livin’.
Dengan basis pengguna Livin’ by Mandiri yang telah mencapai 42,1 juta orang per Agustus 2026, Bank Mandiri berencana terus mengembangkan ekosistem ini. Beberapa rencana inovasi mendatang meliputi fitur Multiguna Emas untuk pinjaman tunai dengan agunan emas, fitur auto debet untuk investasi rutin, hingga fitur transfer emas antar pengguna. Langkah ini diharapkan dapat meredefinisi cara masyarakat Indonesia dalam membangun dan melindungi kekayaan jangka panjang mereka.
