agroplus.co.id – Langkah besar tengah dipersiapkan oleh Badan Pengelola Investasi Danantara untuk memperkuat fondasi industri strategis di tanah air. Tidak tanggung-tanggung, Danantara berencana mengucurkan investasi skala jumbo guna mengakselerasi pengembangan sektor alat utama sistem senjata (alutsista) hingga proyek ambisius pembuatan mobil nasional.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri melalui pemanfaatan teknologi mutakhir. Melalui sinergi antara BP BUMN dan Danantara, pemerintah ingin memastikan bahwa industri manufaktur Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar bagi produk asing, melainkan menjadi pemain utama yang kompetitif di kancah global.

Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa setiap proyek yang masuk dalam radar investasi Danantara wajib mengadopsi teknologi paling modern. Ia menekankan pentingnya lompatan teknologi agar Indonesia tidak terus-menerus berada di posisi belakang.
"Apa pun sektor yang kita masuki, kita harus menggunakan the latest technology dan kita akan berinvestasi secara besar-besaran. Kita tidak ingin hanya menjadi pengikut (follower). Target kita adalah membangun manufaktur terbaik dengan teknologi paling mutakhir," tegas Dony dalam pertemuan strategis di Wisma Danantara.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa, serta jajaran direksi dari dua raksasa industri pertahanan Indonesia, yakni PT LEN dan PT Pindad. Fokus utama dalam diskusi tersebut adalah bagaimana memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional agar mampu memenuhi kebutuhan domestik secara mandiri.
Dony menjelaskan bahwa dukungan Danantara tidak hanya berhenti pada suntikan modal, tetapi juga pada jaminan keberlanjutan proyek melalui peningkatan kapasitas produksi. Hal ini dinilai akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, baik bagi perusahaan pengelola maupun bagi pendapatan negara.
"Kami akan memberikan dukungan penuh pada semua proyek tersebut. Ini tentu sangat menguntungkan bagi Pindad, karena ada kepastian offtake (penyerapan produk) dan margin yang jelas, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif bagi negara," tambahnya.
Selain fokus pada sektor pertahanan, Danantara juga menaruh perhatian serius pada pengembangan mobil nasional. Proyek ini diharapkan menjadi simbol kemajuan teknologi manufaktur Indonesia. Dengan dukungan fasilitas produksi yang berkualitas tinggi, proyek mobil nasional ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi talenta-talenta terbaik anak bangsa untuk berinovasi.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan suntikan investasi yang masif, BP BUMN dan Danantara optimis bahwa kemandirian industri nasional dapat segera terwujud. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri yang tangguh, mulai dari sektor pertahanan hingga otomotif, guna memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia di masa depan.
