Close Menu
    What's Hot

    27-06-2026 - 20.06

    Krisis 98: Putri Soeharto Ajak Warga Buang Dolar Demi Rupiah!

    27-06-2026 - 15.07

    Rupiah Kokoh, Petani Sumringah: Ekonomi RI Tumbuh!

    27-06-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Krisis 98: Putri Soeharto Ajak Warga Buang Dolar Demi Rupiah!
    • Rupiah Kokoh, Petani Sumringah: Ekonomi RI Tumbuh!
    • Anak Usaha Telkom Angkat Eks KPK, Ada Apa Ini?
    • InJourney: Dari 120 Hotel BUMN, Lahir Raksasa Baru!
    • Panda Bond RI: Rating Dunia Tak Laku di Mata China?
    • Rp 400 T Mengalir! Purbaya Bikin Bankir Himbara Lega!
    Sabtu, 27 Juni 2026
    agroplus
    Home - Pangan -
    Pangan

    27-06-2026 - 20.064 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Cicil Rumah Subsidi 40 Tahun? Angsuran Mulai 500 Ribu!

    Agroplus – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sebuah kabar gembira datang dari Komite Tapera, yang baru saja menyepakati terobosan besar: skema pembiayaan rumah subsidi dengan tenor hingga 40 tahun! Ini tentu menjadi angin segar bagi banyak keluarga yang mendambakan rumah impian, dengan bocoran angsuran yang sangat menarik, bahkan dimulai dari Rp500 ribuan per bulan.

    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Rapat Komite Tapera yang dipimpin oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait selaku Ketua Komite, berlangsung di Aula Jusuf Anwar, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Rabu (24/6/2026). Pertemuan penting ini bertujuan merumuskan langkah-langkah strategis untuk mempercepat penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sekaligus mendukung pencapaian target ambisius Program 3 Juta Rumah. Hadir dalam rapat tersebut sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Keuangan Purbaya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.

    Realisasi FLPP dan Strategi Pencapaian Target

    Hingga 23 Juni 2026, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 81.268 unit rumah, atau sekitar 23,22% dari target 350.000 unit rumah yang ditetapkan untuk tahun 2026, dengan nilai pembiayaan mencapai Rp10,1 triliun. Apabila ditambah dengan rumah yang telah memasuki tahap akad kredit, capaiannya melonjak menjadi 103.003 unit, atau sekitar 29,43% dari target tahunan.

    Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, memaparkan berbagai strategi untuk memastikan target 350.000 unit FLPP tercapai hingga akhir tahun. Strategi tersebut mencakup penguatan segmentasi pasar, promosi yang lebih gencar, sinergi dan kolaborasi antarlembaga, penguatan digital marketing, dan yang paling krusial, implementasi kebijakan maksimal tenor pembiayaan FLPP hingga 40 tahun.

    Angsuran Mulai Rp500 Ribuan dan Suku Bunga Stabil

    Pembahasan mendalam di Komite Tapera juga menyentuh aspek uang muka (DP), besaran angsuran, dan tingkat keterjangkauan masyarakat, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia. Untuk rumah subsidi tapak, pemerintah mengkaji skema angsuran sekitar Rp500 ribuan per bulan melalui penerapan suku bunga berjenjang. Sementara itu, untuk rumah susun subsidi, angsuran ditargetkan sekitar Rp700 ribuan per bulan dengan mekanisme serupa.

    Di tengah fluktuasi suku bunga pasar keuangan, pemerintah memberikan perlindungan penuh bagi MBR. Kementerian PKP memastikan suku bunga KPR FLPP rumah tapak tetap sebesar 5 persen dan rumah susun subsidi sebesar 6 persen hingga masa tenor berakhir. Stabilitas kebijakan ini didukung oleh pengelolaan likuiditas yang cermat oleh BP Tapera dan Danantara Indonesia.

    Mengatasi Tantangan dan Dukungan OJK

    Pelaksanaan program FLPP tidak lepas dari tantangan, termasuk dampak kebijakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Baku Sawah (LBS) terhadap penerbitan perizinan dan sertifikat. Untuk mengatasinya, pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri ATR/BPN sebagai solusi percepatan.

    OJK juga memberikan dukungan signifikan melalui sejumlah kebijakan, seperti percepatan pengkinian pelaporan data kredit yang telah lunas, pembatasan informasi nilai kredit yang ditampilkan dalam SLIK, serta pemberian akses langsung kepada BP Tapera untuk melakukan pengecekan data SLIK, yang diharapkan dapat memperlancar proses pengajuan.

    Inovasi untuk Rumah Susun Subsidi

    Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya penyediaan skema pembiayaan yang lebih menarik bagi para pekerja dan buruh agar semakin banyak yang dapat memiliki rumah layak. Selain itu, pengembangan skema pembiayaan FLPP untuk satuan rumah susun subsidi juga menjadi fokus. Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati menjelaskan konsep peminatan KPR Rusun Inden, yaitu mekanisme pendaftaran calon pembeli rumah susun yang belum selesai dibangun melalui fasilitas pembiayaan kredit perbankan.

    Sesuai Keputusan Menteri PKP Nomor 23 Tahun 2026, pemerintah telah menetapkan empat perubahan fundamental untuk rumah susun subsidi, yakni luas bangunan 21-45 meter persegi, tenor pembiayaan hingga 30 tahun, suku bunga 6%, dan penyesuaian harga jual per meter persegi berdasarkan wilayah. Menteri Keuangan Purbaya pun menekankan pentingnya menjaga kualitas pembangunan rumah susun subsidi agar semakin diminati masyarakat.

    Komitmen Pemerintah untuk Kesejahteraan Rakyat

    Dari berbagai usulan yang dibahas, Komite Tapera menyetujui sejumlah kebijakan penting, termasuk mempertahankan suku bunga FLPP rumah tapak sebesar 5% dan rumah susun subsidi sebesar 6%. Yang paling dinanti adalah persetujuan untuk membuka peluang implementasi tenor pembiayaan hingga 40 tahun guna meningkatkan keterjangkauan masyarakat. Rekomendasi lain seperti penetapan kuota penyaluran KPR FLPP 2026, pemberian insentif peminatan untuk KPR Rusun Inden, penggunaan mekanisme PPN Ditanggung Pemerintah (DTP), penyesuaian premi asuransi, serta opsi penerapan suku bunga berjenjang juga menjadi bagian dari pembahasan strategis.

    Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau. "Kita konsisten sebagaimana arahan Presiden Prabowo untuk suku bunga rumah subsidi tapak tetap 5%, rumah susun subsidi 6% dengan tenor bisa 40 tahun," tegas Maruarar.

    Melalui berbagai kebijakan progresif ini, pemerintah optimistis target penyaluran FLPP sebanyak 350.000 unit rumah pada tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus memperkuat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah sebagai salah satu program strategis nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.


    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Krisis 98: Putri Soeharto Ajak Warga Buang Dolar Demi Rupiah!

    27-06-2026 - 15.07

    Rupiah Kokoh, Petani Sumringah: Ekonomi RI Tumbuh!

    27-06-2026 - 10.06

    Anak Usaha Telkom Angkat Eks KPK, Ada Apa Ini?

    27-06-2026 - 05.06

    InJourney: Dari 120 Hotel BUMN, Lahir Raksasa Baru!

    27-06-2026 - 02.06

    Panda Bond RI: Rating Dunia Tak Laku di Mata China?

    26-06-2026 - 20.06

    Rp 400 T Mengalir! Purbaya Bikin Bankir Himbara Lega!

    26-06-2026 - 15.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Cicil Rumah Subsidi 40 Tahun? Angsuran Mulai 500 Ribu! Agroplus – Pemerintah terus menunjukkan komitmen…

    Krisis 98: Putri Soeharto Ajak Warga Buang Dolar Demi Rupiah!

    27-06-2026 - 15.07

    Rupiah Kokoh, Petani Sumringah: Ekonomi RI Tumbuh!

    27-06-2026 - 10.06

    Anak Usaha Telkom Angkat Eks KPK, Ada Apa Ini?

    27-06-2026 - 05.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.