Close Menu
    What's Hot

    Panda Bond RI: Rating Dunia Tak Laku di Mata China?

    26-06-2026 - 20.06

    Rp 400 T Mengalir! Purbaya Bikin Bankir Himbara Lega!

    26-06-2026 - 15.06

    26-06-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Panda Bond RI: Rating Dunia Tak Laku di Mata China?
    • Rp 400 T Mengalir! Purbaya Bikin Bankir Himbara Lega!
    • Allo Bank: Jurus Jitu Hadapi Badai Kenaikan Suku Bunga!
    • Revolusi di MNC Energy: Nama Baru, Wajah Baru Pimpinan!
    • Detak Jantung Pasar Lega! IHSG Hijau, Ancaman Mengintai?
    Sabtu, 27 Juni 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Panda Bond RI: Rating Dunia Tak Laku di Mata China?
    Pangan

    Panda Bond RI: Rating Dunia Tak Laku di Mata China?

    26-06-2026 - 20.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan. Kali ini, ia buka suara mengenai pandangan unik investor Tiongkok terhadap peringkat utang Indonesia, khususnya untuk surat utang berdenominasi yuan atau yang dikenal sebagai Panda Bond. Dalam sebuah media briefing di Kemenkeu, Jakarta, pada Jumat (26/6/2026), Purbaya menyoroti perbedaan perspektif antara lembaga pemeringkat internasional seperti S&P dan Moody’s, dengan pandangan investor di Negeri Tirai Bambu.

    Menurut Purbaya, para investor di Tiongkok memiliki kriteria penilaian yang berbeda. Mereka cenderung tidak terlalu terpengaruh oleh peringkat yang diberikan oleh S&P, Moody’s, atau lembaga pemeringkat internasional lainnya. "Saya rasa, mereka (investor Tiongkok) tidak peduli rating dari pemeringkat internasional soal Panda Bond, karena mereka tidak terlalu dipengaruhi oleh rating dari S&P, Moody’s, dan lain-lain. Mereka akan melihat pemeringkat dari Tiongkok seperti apa, dan Panda Bond diperingkat oleh lembaga pemeringkat Tiongkok," tegas Purbaya.

    Panda Bond RI: Rating Dunia Tak Laku di Mata China?
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Panda Bond yang rencananya akan diterbitkan pada akhir Juli 2026 ini, lanjut Purbaya, akan dinilai secara khusus oleh lembaga pemeringkat Tiongkok. Ia menambahkan, hasil peringkat tersebut akan dipublikasikan beberapa hari sebelum penjualan Panda Bond. "Hasilnya sih kita kira-kira amat baik," ujarnya optimistis, mengindikasikan kepercayaan pemerintah terhadap penilaian internal Tiongkok.

    Namun, di sisi lain, pandangan dari lembaga pemeringkat internasional menunjukkan dinamika yang berbeda. Pada April lalu, Moody’s telah merilis penilaian terbaru untuk beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sejak Februari 2026, Moody’s mempertahankan peringkat utang RI di level Baa2, yang berarti satu tingkat di atas batas investment grade atau layak investasi. Kendati demikian, outlook rating direvisi dari stabil menjadi negatif. Pemerintah Indonesia sendiri telah menyampaikan apresiasi atas asesmen Moody’s ini, meskipun dengan penyesuaian outlook tersebut.

    Tak hanya Moody’s, lembaga pemeringkat internasional S&P juga mengumumkan peringkat utang Indonesia pada April lalu, yang berada di level BBB/Stable/A-2. S&P menyoroti bahwa peringkat Indonesia menjadi salah satu yang paling rentan tertekan jika konflik global berkepanjangan dan gangguan pasar energi terus berlanjut. Dibandingkan dengan beberapa negara berkembang besar lainnya di Asia Tenggara, S&P menilai indikator kredit Indonesia lebih sensitif terhadap pelemahan posisi fiskal maupun eksternal.

    Perbedaan pandangan antara lembaga pemeringkat internasional dan keyakinan investor Tiongkok ini menunjukkan strategi pemerintah Indonesia untuk mendiversifikasi sumber pendanaan, khususnya melalui pasar Tiongkok yang memiliki karakteristik unik. Langkah ini tidak hanya penting untuk stabilitas keuangan negara, tetapi juga secara tidak langsung menopang berbagai sektor vital, termasuk pertanian, yang membutuhkan iklim ekonomi yang kuat dan stabil untuk terus bertumbuh.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Rp 400 T Mengalir! Purbaya Bikin Bankir Himbara Lega!

    26-06-2026 - 15.06

    26-06-2026 - 10.06

    26-06-2026 - 05.06

    26-06-2026 - 02.06

    Allo Bank: Jurus Jitu Hadapi Badai Kenaikan Suku Bunga!

    25-06-2026 - 20.06

    Revolusi di MNC Energy: Nama Baru, Wajah Baru Pimpinan!

    25-06-2026 - 15.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Panda Bond RI: Rating Dunia Tak Laku di Mata China?

    Agroplus – Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa…

    Rp 400 T Mengalir! Purbaya Bikin Bankir Himbara Lega!

    26-06-2026 - 15.06

    26-06-2026 - 10.06

    26-06-2026 - 05.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.