Close Menu
    What's Hot

    BSI Melejit! Laba Rp4,15 T Berkat Sentuhan Emas!

    21-08-2026 - 20.06

    Saham Gocapan Lenyap! Investor Wajib Tahu Dampaknya!

    21-08-2026 - 15.06

    BIPP Suntik Dana Ratusan Juta Saham, Investor Masih Teka-Teki!

    21-08-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • BSI Melejit! Laba Rp4,15 T Berkat Sentuhan Emas!
    • Saham Gocapan Lenyap! Investor Wajib Tahu Dampaknya!
    • BIPP Suntik Dana Ratusan Juta Saham, Investor Masih Teka-Teki!
    • CBDK Buyback Rp 250 M: Sinyal Emas Atau Jebakan?
    • Revolusi Bursa! Saham Rp1, Peluang Emas Investor!
    • Misteri Balik Layar XXI: Laba Merosot 40%!
    • Dolar AS Terkapar! Rupiah Melesat, Petani Ikut Senyum?
    • Telkom Rombak Total! 68 Anak Usaha Sisa 18, Demi Apa?
    Sabtu, 22 Agustus 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Allo Bank: Jurus Jitu Hadapi Badai Kenaikan Suku Bunga!
    Pangan

    Allo Bank: Jurus Jitu Hadapi Badai Kenaikan Suku Bunga!

    25-06-2026 - 20.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Jakarta – Di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan, terutama dengan tren kenaikan suku bunga acuan, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) tak tinggal diam. Bank digital ini telah merancang serangkaian strategi adaptif untuk memastikan kinerja bisnisnya tetap kokoh dan bertumbuh. Langkah proaktif ini diambil menyikapi kebijakan Bank Indonesia (BI) yang kembali mengerek BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 17-18 Juni 2026. Secara kumulatif, BI telah menaikkan suku bunga sebesar 100 bps sejak Mei 2026, termasuk penyesuaian di luar jadwal.

    Komisaris Utama Independen Allo Bank, Aviliani, menjelaskan bahwa respons terhadap kenaikan BI-Rate tidak serta-merta diterjemahkan menjadi kenaikan bunga yang ditawarkan kepada nasabah. Menurutnya, setiap keputusan didasarkan pada pertimbangan cermat terhadap struktur biaya operasional bank. "Kami tidak otomatis menaikkan bunga hanya karena BI-Rate naik. Kami selalu melihat efektivitas biaya yang kami keluarkan. Sejauh ini, struktur biaya kami sangat efisien, tercermin dari rasio BOPO (Biaya Operasional Pendapatan Operasional) yang cukup rendah," terang Aviliani usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Allo Bank di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

    Allo Bank: Jurus Jitu Hadapi Badai Kenaikan Suku Bunga!
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Tantangan lain yang turut memengaruhi industri perbankan adalah penyesuaian tingkat bunga penjaminan (TBP) oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). LPS memutuskan untuk menaikkan TBP menjadi 3,75% untuk simpanan rupiah di bank umum, berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Menanggapi hal ini, Aviliani menegaskan bahwa setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda dalam menyesuaikan bunga simpanan. Penyesuaian ini dilakukan dengan menyeimbangkan antara penyaluran kredit dan penghimpunan dana, namun tetap harus berada dalam koridor batas yang ditetapkan LPS.

    "Untuk bank digital seperti kami, biasanya ada sedikit kelonggaran atau setidaknya kami bisa lebih fleksibel dalam menentukan bunga simpanan, tentu saja dengan tetap mempertimbangkan berapa banyak kredit yang kami salurkan dan bagaimana dana itu dihimpun," tambahnya, menunjukkan pendekatan strategis dalam pengelolaan likuiditas.

    Melangkah ke tahun 2026, Allo Bank menetapkan perluasan kerja sama dengan mitra bisnis sebagai pilar utama strateginya. Perseroan meyakini bahwa model bisnis berbasis ekosistem kemitraan jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan hanya mengandalkan penyaluran pinjaman langsung kepada individu. Pendekatan ini tidak hanya membuka peluang pertumbuhan baru, tetapi juga berpotensi menekan risiko kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).

    Aviliani menjelaskan, melalui kemitraan, Allo Bank dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pola belanja dan perilaku transaksi nasabah. Data ini menjadi dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan, khususnya dalam pemberian fasilitas paylater, sehingga mitigasi risiko dapat dilakukan secara lebih terukur.

    Di tengah kondisi daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah, yang masih menghadapi tekanan, Allo Bank tetap berkomitmen untuk berekspansi secara selektif. Perseroan menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan, dengan senantiasa mempertimbangkan profil risiko setiap nasabah.

    Selain memperkuat bisnis paylater melalui ekosistem mitra, Allo Bank juga terus mengembangkan beragam layanan transaksi digital lainnya. Perseroan aktif memperluas fitur transaksi valuta asing, pembayaran tagihan, serta berbagai layanan transaksi harian. Upaya ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan aktivitas nasabah di platform Allo Bank, memupuk loyalitas dan frekuensi penggunaan.

    Sebagai gambaran kinerja, Allo Bank mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 104 miliar pada kuartal I-2026. Angka impresif ini didukung oleh kenaikan pendapatan operasional Allo Bank yang melonjak 23% secara tahunan (year on year) menjadi Rp 474 miliar, menunjukkan ketahanan dan potensi pertumbuhan yang kuat di tengah badai ekonomi.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    BSI Melejit! Laba Rp4,15 T Berkat Sentuhan Emas!

    21-08-2026 - 20.06

    Saham Gocapan Lenyap! Investor Wajib Tahu Dampaknya!

    21-08-2026 - 15.06

    BIPP Suntik Dana Ratusan Juta Saham, Investor Masih Teka-Teki!

    21-08-2026 - 10.06

    CBDK Buyback Rp 250 M: Sinyal Emas Atau Jebakan?

    21-08-2026 - 05.06

    Revolusi Bursa! Saham Rp1, Peluang Emas Investor!

    21-08-2026 - 02.06

    Misteri Balik Layar XXI: Laba Merosot 40%!

    20-08-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    BSI Melejit! Laba Rp4,15 T Berkat Sentuhan Emas!

    Agroplus – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali menunjukkan performa keuangan yang impresif di…

    Saham Gocapan Lenyap! Investor Wajib Tahu Dampaknya!

    21-08-2026 - 15.06

    BIPP Suntik Dana Ratusan Juta Saham, Investor Masih Teka-Teki!

    21-08-2026 - 10.06

    CBDK Buyback Rp 250 M: Sinyal Emas Atau Jebakan?

    21-08-2026 - 05.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.