Agroplus – Suasana pagi di Jakarta, Jumat (26/6/2026), menjadi saksi pertemuan penting antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan para direksi bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Pertemuan ini, yang berlangsung di kantor Purbaya, bertujuan untuk membahas isu krusial terkait likuiditas perbankan nasional yang sempat terguncang akibat tekanan kurs rupiah terhadap dolar AS.
Purbaya Yudhi Sadewa, dengan senyum khasnya, menceritakan momen awal pertemuan. "Mereka datang ke tempat rapat dengan perasaan deg-degan, bahkan mungkin sudah siap marah," ujarnya, menggambarkan ketegangan yang sempat menyelimuti para bankir. Namun, ia menambahkan bahwa para direksi Himbara sebenarnya telah memonitor ketat kondisi likuiditas bank mereka selama dua minggu terakhir, menunjukkan kesadaran penuh akan tantangan yang ada.

Dari diskusi yang intens tersebut, sebuah keputusan penting pun diambil. Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, memutuskan untuk kembali menyuntikkan dana segar yang selama ini ‘menganggur’ di Bank Indonesia (BI) ke bank-bank Himbara. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi likuiditas bank-bank raksasa seperti Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI, yang merupakan tulang punggung ekonomi nasional, termasuk sektor pertanian.
Purbaya menjelaskan perjalanan dana pemerintah di Himbara. Tahun lalu, sekitar Rp 300 triliun sempat ditempatkan. Namun, beberapa bulan terakhir, sebagian ditarik kembali hingga menyisakan sekitar Rp 170 triliun. Pemerintah kemudian kembali menempatkan dana, mengembalikan totalnya menjadi Rp 200 triliun sebelum keputusan terbaru ini diambil.
Tidak berhenti di situ, pemerintah berkomitmen untuk menambah lagi Rp 100 triliun sebanyak dua kali hingga akhir tahun, sehingga total dana penempatan pemerintah di Himbara akan mencapai angka fantastis Rp 400 triliun. Purbaya merinci, dari jumlah tersebut, Rp 200 triliun sudah ada, ditambah Rp 100 triliun yang bersifat tetap hingga akhir tahun, serta porsi fleksibel antara Rp 70 triliun hingga Rp 100 triliun yang bisa disesuaikan sesuai kebutuhan.
Dengan suntikan dana sebesar Rp 400 triliun ini, Purbaya menyampaikan bahwa para direksi Himbara kini merasa jauh lebih tenang terkait ketahanan likuiditas bank mereka. "Saya bahkan bercanda, ‘Yasudah, kalian besok libur saja semua. Sabtu bisa libur lagi,’ karena kondisi likuiditas mereka jauh lebih baik dari perkiraan awal," kenangnya, menunjukkan betapa signifikan dampak keputusan ini dalam menstabilkan sektor keuangan.
Purbaya juga menegaskan bahwa kemampuan pemerintah untuk melakukan penempatan dana sebesar ini didukung oleh Saldo Anggaran Lebih (SAL) atau dana tunai pemerintah yang tersimpan di Bank Indonesia, yang mencapai Rp 590 triliun. "Kita punya Rp 590 triliun cash, jumlah yang cukup besar," pungkasnya, mengindikasikan kuatnya posisi fiskal negara dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung berbagai sektor, termasuk upaya ketahanan pangan yang menjadi fokus agroplus.co.id.
